Manchester United Buka Negosiasi untuk Joaquin Seys, Incar Bek Kiri Muda Belgia
Baca dalam 60 detik
- Manchester United resmi membuka pembicaraan dengan Club Brugge untuk merekrut Joaquin Seys, bek kiri 21 tahun yang tengah menanjak di Liga Belgia.
- Seys menjadi opsi anyar setelah upaya mendatangkan Lewis Hall gagal, sementara Adrien Truffert dan Tyrick Mitchell juga masuk daftar pertimbangan.
- Langkah ini menandai prioritas INEOS di bursa musim dingin, namun persaingan dari Aston Villa, Arsenal, dan Newcastle United berpotensi mempersulit negosiasi.

Manchester United dilaporkan telah membuka pembicaraan dengan Club Brugge untuk merekrut Joaquin Seys, bek kiri berusia 21 tahun yang tampil impresif di awal musim Liga Belgia. Langkah ini menjadi respons cepat setelah upaya mendatangkan Lewis Hall dari Newcastle United kandas, menyusul kontrak baru yang diteken pemain 22 tahun itu di St. James' Park.
Menurut laporan TEAMtalk, tim berjuluk Setan Merah itu menjadikan posisi bek kiri sebagai prioritas utama di bursa transfer musim dingin. Seys bukan satu-satunya nama dalam daftar; Adrien Truffert, Tyrick Mitchell, dan Hall masih dipertimbangkan. Namun, pembukaan pembicaraan dengan pihak Brugge menandakan bahwa United serius mengejar alternatif di luar Premier League.
Keputusan United untuk mengalihkan bidikan ke Seys tidak lepas dari kegagalan mereka mendatangkan bek kiri pada musim panas. Manajemen di bawah INEOS sempat dikaitkan dengan Rayan Ait-Nouri, namun pemain itu justru bergabung dengan Manchester City dan langsung menyumbang tiga assist dalam dua penampilan di semua kompetisi. Newcastle juga berhasil mengamankan Hall dengan kontrak jangka panjang, menutup peluang United untuk merekrut pemain yang sempat mereka incar.
"Bek kiri tampaknya menjadi prioritas mutlak. Namun, United sudah pernah melalui jalan ini sebelumnya. Mendapatkan pemain itu mudah, mendapatkan yang tepat lebih sulit," ujar Simon Stone, reporter BBC Sport, dalam analisisnya.
Seys sendiri bukan nama yang asing di bursa transfer Eropa. Aston Villa dan Arsenal dilaporkan sempat menanyakan ketersediaannya pada musim panas, sementara Newcastle United juga disebut memantau, meski minat The Magpies dinilai belum seagresif dua klub lain. Klub-klub Premier League lain bisa menyusul jika performa Seys terus menanjak.
Dari sisi statistik, bek kelahiran 2005 itu menunjukkan keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Selain empat assist, ia rata-rata melakukan 5,5 kontribusi defensif per 90 menit, angka tertinggi ketiga di skuad Brugge. Mantan pelatih Dender EH, Hayk Milkon, menyebutnya sebagai "pemain top", sinyal bahwa kualitasnya telah diakui di level domestik Belgia.
Bagi Manchester United, mendatangkan pemain muda dari liga non-top Eropa selalu mengandung risiko adaptasi. Namun, dengan Luke Shaw yang rentan cedera dan tidak adanya pelapis murni di posisi bek kiri, opsi seperti Seys bisa menjadi solusi jangka panjang yang lebih ekonomis dibandingkan membeli pemain Premier League yang harganya melambung. Truffert dan Mitchell, yang telah mengoleksi total 301 penampilan di Liga Inggris, menawarkan keuntungan berupa pengalaman langsung, tetapi harga dan gaji mereka kemungkinan lebih tinggi.
Jika negosiasi dengan Brugge berjalan lancar, Seys bisa menjadi rekrutan pertama era INEOS di posisi bek kiri. Namun, persaingan dari klub-klub Inggris lain dan kebutuhan Brugge untuk mempertahankan pemain kunci di paruh musim bisa menjadi batu sandungan. Apakah United akan bergerak cepat atau kembali kehilangan target seperti yang terjadi pada Hall? Waktu yang akan menentukan, tetapi jendela musim dingin kali ini tampaknya tidak akan sepi bagi Setan Merah.



