Asnawi Mangkualam Puji Egy Maulana Vikri Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Asnawi Mangkualam memberikan apresiasi kepada Egy Maulana Vikri setelah Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
- Egy dinilai berkontribusi besar meski masuk sebagai pemain pengganti di babak final melawan Thailand.
- Kemenangan ini menjadi trofi pertama bagi Egy bersama Timnas Indonesia setelah penantian panjang.

Kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 meninggalkan kesan mendalam bagi Asnawi Mangkualam. Bek Port FC itu secara khusus menyoroti peran Egy Maulana Vikri, yang menurutnya layak mendapatkan kredit atas keberhasilan Garuda mengangkat trofi.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Asnawi mengungkapkan rasa bangga dan kagum kepada Egy. Ia menilai pemain Dewa United tersebut telah melalui perjalanan panjang penuh liku sebelum akhirnya merasakan gelar bersama tim nasional. "Salut besar untukmu, Bro! Kamu pantas mendapatkan ini," tulis Asnawi seperti dikutip dari akun @asnawi_bhr.
Meski baru dimasukkan pada menit ke-101 menggantikan Calvin Verdonk, Egy langsung memberikan dampak signifikan. Pergerakannya di sisi kanan beberapa kali merepotkan pertahanan Thailand, dan umpan-umpannya turut menciptakan peluang bagi rekan setim. Kontribusi itu memperkuat kemenangan Indonesia 4-2 melalui adu penalti setelah skor imbang di waktu normal.
Asnawi mengenang kebersamaannya dengan Egy selama delapan tahun sebagai rekan sekamar di Timnas, baik level junior maupun senior. "Susah dan senang sudah kami lewati bersama-sama, tetapi mungkin dia menghadapi banyak hal yang jauh lebih berat," ujarnya. Ia pun mengingat keinginan Egy yang selalu bertekad mempersembahkan trofi untuk Indonesia, dan kini harapan itu terwujud.
"Alhamdulillah, Tuhan itu adil, Bro. Akhirnya kamu bisa kembali dengan performa terbaik dan membawa Indonesia menjadi juara," kata Asnawi.
Pernyataan Asnawi menegaskan bahwa kesuksesan Egy bukan hanya soal kualitas teknis, tetapi juga ketangguhan mental menghadapi tekanan dan ketidakpastian. Trofi ini menjadi penanda kebangkitan Egy setelah sempat tersisih dari skuad utama, sekaligus bukti bahwa peran pemain pengganti bisa menentukan hasil akhir.
Bagi Timnas Indonesia, gelar ini memperkuat posisi di kancah sepak bola Asia Tenggara dan menjadi modal berharga menjelang agenda internasional berikutnya. Kemenangan atas Thailand di partai puncak juga menunjukkan kedalaman skuad yang mampu mengatasi situasi krusial.
Ke depan, tantangan bagi Egy dan kolega adalah menjaga konsistensi performa di level klub maupun negara. Mampukah Egy mempertahankan momentum ini dan menjadi pilar utama Timnas Indonesia di turnamen-turnamen mendatang?



