Persija Waspadai PSIM di Bantul, Shin Tae-yong Pasang Target Tiga Poin
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta membidik kemenangan keempat beruntun saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027, Sabtu (10/10/2026) pukul 15.30 WIB.
- Shin Tae-yong menegaskan PSIM tetap lawan berbahaya meski belum menang dalam tiga laga, sementara modal sembilan poin membuat Macan Kemayoran percaya diri.
- Dony Tri Pamungkas memastikan kondisi skuad siap tempur, namun laga di Stadion Sultan Agung berpotensi menjadi ujian mental bagi tim tamu.

Persija Jakarta akan melakoni laga keempat BRI Super League 2026/2027 dengan misi mempertahankan rekor sempurna saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026) pukul 15.30 WIB. Kemenangan menjadi harga mati bagi Macan Kemayoran yang tengah menempel ketat papan atas klasemen.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menyatakan persiapan tim berjalan mulus. Kabar baik datang dari pulihnya sejumlah pemain yang sebelumnya dibekap cedera, memberi opsi lebih luas bagi lini serang maupun pertahanan. Meski demikian, juru taktik asal Korea Selatan itu enggan jemawa. Ia menilai PSIM tetap tim yang solid secara skema permainan, terlepas dari catatan buruk mereka di awal musim.
"Target kami jelas: tiga poin. Lawan memang belum menang, tapi kualitas permainan mereka tetap bagus. Kami tidak boleh lengah," ujar Shin dalam konferensi pers jelang laga, Jumat (9/10/2026).
Persija saat ini menempati peringkat ketiga dengan koleksi sembilan poin dari tiga kemenangan. Sebaliknya, PSIM yang ditangani Jean-Paul van Gastel terpuruk di posisi ke-14 dengan baru mengumpulkan satu poin hasil sekali imbang dan dua kekalahan. Secara statistik, tim tamu jauh lebih diunggulkan, namun sepak bola sering kali menolak logika di atas kertas.
Bek Persija, Dony Tri Pamungkas, menegaskan rekan-rekannya dalam kondisi prima. Ia menyadari atmosfer Stadion Sultan Agung bisa menjadi faktor pengganggu, tetapi ambisi meraih poin penuh tetap membara. "Persiapan kami sangat baik, semua pemain siap. Laga tidak akan mudah, tapi kami yakin bisa menang," kata Dony.
Bagi Persija, kemenangan di Bantul bukan sekadar soal menjaga tren. Tiga poin akan memperkokoh posisi mereka di papan atas dan memberikan tekanan psikologis kepada pesaing utama. Sebaliknya, PSIM yang belum meraih kemenangan berada di ambang krisis kepercayaan diri. Dukungan suporter tuan rumah bisa menjadi energi tambahan, tetapi tekanan untuk segera bangkit justru berpotensi membebani pemain.
Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih yang disiplin taktik. Ia kemungkinan akan menerapkan pressing ketat sejak awal untuk mematikan kreativitas PSIM. Namun, ia juga harus mewaspadai serangan balik cepat tuan rumah yang kerap merepotkan tim tamu. Keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi kunci.
Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda Persija yang mendapat menit bermain lebih banyak musim ini. Konsistensi mereka di laga tandus seperti Bantul akan menentukan seberapa jauh tim melaju di kompetisi.
Jika Persija mampu pulang dengan tiga poin, mereka akan mengirim sinyal serius ke seluruh kontestan BRI Super League. Sebaliknya, kegagalan bisa membuka celah bagi rival untuk menyalip. Akankah Macan Kemayoran menjaga rekor sempurna, atau PSIM bangkit di hadapan pendukung sendiri?



