Tzolis Cedera, Arsenal Terancam Kehilangan Satu-satunya Winger Kiri Murni
Baca dalam 60 detik
- Christos Tzolis mengalami cedera hamstring saat membela Yunani dan diperkirakan absen sekitar tiga pekan, memaksa Arsenal mencari solusi darurat di sayap kiri.
- Arsenal hanya memiliki Tzolis sebagai winger kiri murni setelah Trossard dan Martinelli dijual, sementara Eberechi Eze belum konsisten saat mengisi posisi tersebut.
- Manajemen The Gunners dilaporkan menyiapkan tawaran โฌ100 juta untuk Kenan Yildiz dari Juventus pada bursa musim dingin sebagai upgrade jangka panjang.

Arsenal menghadapi dilema besar di sektor sayap kiri setelah Christos Tzolis mengalami cedera hamstring saat memperkuat Yunani dalam laga melawan Belanda. Winger berusia 24 tahun itu harus ditarik keluar pada menit ke-18, dan laporan awal menyebutkan ia akan menepi sekitar tiga pekanโartinya ia dipastikan absen dalam laga kontra Leeds, Lille, Nottingham Forest, dan Bayern Munich.
Bagi Mikel Arteta, ini bukan sekadar kehilangan satu pemain. Tzolis adalah satu-satunya winger kiri murni yang tersisa di skuad setelah Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli dilepas pada bursa transfer lalu. Manajemen dinilai kurang sigap menyiapkan pelapis, dan kini konsekuensinya harus ditanggung di tengah jadwal padat.
Kepercayaan diri Tzolis sebenarnya sedang menanjak. Ia mencetak gol pertamanya musim ini saat Yunani mengalahkan Serbia, sebelum bermain penuh melawan Jerman. Namun, dalam laga melawan Belanda, ia jatuh memegang hamstring dan langsung digantikan. Ia telah kembali ke markas latihan Arsenal di Colney, dan Arteta dijadwalkan memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers pekan ini.
Absennya Tzolis memaksa Arteta mengevaluasi opsi internal. Eberechi Eze, yang didatangkan musim panas lalu, belum mampu mengisi celah dengan meyakinkan. Dalam dua laga melawan Napoli dan Ipswich, ia tidak memberi dampak signifikan. Satu-satunya kontribusinya adalah assist untuk gol Max Dowman di Portman Road, itupun karena penyelesaian akhir pemain muda tersebut.
"Tzolis adalah aset kreatif yang sulit digantikan. Kehilangannya di saat kritis membuat Arsenal harus berpikir ulang tentang kedalaman skuad," ujar seorang pengamat taktik yang enggan disebut namanya.
Masalah ini sebenarnya sudah terendus sejak awal musim. Setelah meraih gelar Premier League, Andrea Berta dan jajaran direksi memiliki peluang emas untuk mendatangkan pemain kelas atas. Mereka sempat mengejar Morgan Rogers, tetapi pemain itu memilih Chelsea dengan harga ยฃ117 juta. Arsenal juga berupaya membajak Vinicius Junior dari Real Madrid, namun gagal karena sang pemain memperpanjang kontrak.
Alhasil, Tzolis dianggap cukup. Kini, anggapan itu terbantahkan. Pada bursa Januari, Arsenal diprediksi akan kembali berbelanja untuk memperkuat lini depan. Nama Kenan Yildiz kembali mencuat. Gelandang serang Timnas Turki itu sempat diincar musim panas lalu, tetapi terkendala biaya dan cedera yang dialaminya pada akhir Agustus.
Laporan dari Italia menyebut Arsenal "siap menggila" untuk mendapatkan Yildiz. Mereka dikabarkan menyiapkan tawaran โฌ100 juta (sekitar ยฃ85 juta). Juventus belum memberi respons, tetapi mereka berharap muncul perang penawaran dengan Real Madrid yang juga tertarik.
Yildiz menawarkan fleksibilitas posisi yang lebih kaya. Musim lalu, ia tampil 27 kali di sayap kiri dengan catatan 3 gol dan 4 assist, serta 19 kali sebagai gelandang serang atau penyerang kedua dengan 7 gol dan 6 assist. Kecepatan dan kemampuan dribelnya menjadi pembeda. Ia mencatat 2,47 take-on sukses per laga, jauh di atas Tzolis yang hanya menyelesaikan 16% dribelnya di Liga Inggris.
Perbandingan statistik memang tidak selalu apple to apple. Tzolis mencetak 22 gol dan 29 assist bersama Club Brugge di Liga Belgia, tetapi kompetisi tersebut tak seketat Serie A. Jika Yildiz bermain di liga yang sama, angkanya berpotensi melonjak. Yang jelas, Yildiz sudah menunjukkan kualitas di level tertinggi, sementara Tzolis masih perlu meningkatkan efisiensi.
Bagi Arsenal, keputusan untuk tidak mendatangkan pelapis di sayap kiri kini terasa mahal. Cedera Tzolis bukan hanya soal kehilangan tiga pekan, tetapi juga membuka mata bahwa kedalaman skuad di posisi krusial masih rapuh. Jika Yildiz benar-benar didatangkan, ia bisa menjadi solusi jangka panjang sekaligus pesan bahwa Arsenal serius mempertahankan gelar.
Pertanyaannya, apakah manajemen akan bergerak cepat di Januari, atau kembali mengandalkan opsi internal yang belum terbukti? Waktu terus berjalan, dan jadwal berat menanti.



