Darius Fulghum Tantang Diego Pacheco: Jalan Terjal Menuju Sabuk Juara Dunia
Baca dalam 60 detik
- Darius Fulghum (15-1-1, 13 KO) akan menghadapi Diego Pacheco (26-0, 19 KO) pada 14 November di Dignity Health Sports Park, Carson, California.
- Laga ini berstatus penyisihan gelar WBA, di mana Fulghum peringkat 6 dan Pacheco peringkat 7, dengan Pacheco mempertahankan sabuk WBO International dan WBC Silver.
- Fulghum mengubah kamp latihan dari Houston ke North Hollywood dan kini dibantu pelatih Julian Chua untuk mengasah kemampuannya.

Petinju kelas super middleweight Darius “DFG” Fulghum (15-1-1, 13 KO) akan menghadapi ujian terberat dalam kariernya saat melawan Diego Pacheco (26-0, 19 KO) pada 14 November mendatang di Dignity Health Sports Park, Carson, California. Duel ini disiarkan langsung oleh DAZN, TNT, dan truTV, dan menjadi ajang pembuktian bagi Fulghum yang menempati peringkat 6 WBA untuk mendekati kesempatan bertarung memperebutkan gelar juara dunia.
Pacheco, yang belum terkalahkan, akan mempertahankan sabuk WBO International dan WBC Silver kelas super middleweight dalam laga utama 10 ronde bertajuk “The Fight”. Meski tidak berstatus wajib, pertemuan ini efektif menjadi penyisihan gelar karena kedua petinju berada di peringkat atas badan tinju dunia. Bagi Fulghum, kemenangan atas Pacheco tidak hanya mengangkat namanya, tetapi juga membuka pintu menuju duel perebutan titel sesungguhnya.
Perjalanan Fulghum di dunia tinju profesional memang jauh dari mulus. Ia pertama kali merasakan kekalahan pada 30 Mei 2025 dari Bektemir Melikuziev melalui keputusan angka 12 ronde, lalu hanya mampu bermain imbang 10 ronde melawan David Stevens lima bulan berselang. Alih-alih terpuruk, Fulghum memindahkan kamp latihannya dari Houston ke Brickhouse Boxing Club di North Hollywood, California. Keputusan itu membuahkan hasil: ia menghentikan petinju Kuba Yoanki Urrutia di ronde ketiga pada Mei lalu.
“Saya tidak pernah menyerah dan berkomitmen pada diri sendiri. Tidak ada yang mudah dalam perjalanan ini, dan itu luar biasa,” ujar Fulghum menggambarkan lika-liku kariernya.
Latar belakang Fulghum sebagai lulusan keperawatan dari Prairie View A&M University sempat membuatnya berada di persimpangan. Setelah Olimpiade 2020 tertunda akibat pandemi, ia memilih beralih ke jalur profesional. Namun, perusahaan promosi yang menaunginya justru jarang memberinya kesempatan bertanding sebelum akhirnya bangkrut. “Ada ketidakpastian. Saya tidak bertanding atau menghasilkan uang sementara teman-teman saya dari sekolah keperawatan sudah sukses. Saya tetap fokus dan berlatih keras dengan petinju-petinju top di Los Angeles dan Las Vegas,” kenangnya.
Titik balik terjadi ketika ia bergabung dengan 3 Point Management (3 PM) milik David Suh. Di bawah manajemen itu, Fulghum mendapatkan akses ke sparring berkualitas dan pengalaman berharga. Kini, ia juga dibantu oleh Julian Chua, salah satu pelatih yang sedang naik daun, untuk mempertajam tekniknya. “Los Angeles luar biasa—cuacanya, suasananya, dan orang-orang di sekitar saya yang terus memacu motivasi,” tambahnya.
Sebagai amatir, Fulghum pernah menduduki peringkat 1 nasional di kelas heavyweight dan menjuarai National Golden Gloves 2018 serta U.S. Olympic Team Trials 2020. Namun, di level profesional, ia konsisten bertarung di kelas super middleweight. Menghadapi Pacheco yang belum terkalahkan, Fulghum yakin laga ini akan menjadi momen penentu. “Pertarungan ini akan membuat kisah saya semakin manis. Ini juga motivasi karena saya akan membuktikan bahwa anak kecil yang dulu tidak percaya diri telah membuat keputusan yang tepat,” tegasnya.
Dengan sabuk juara dunia sebagai taruhan tidak langsung, duel Fulghum vs Pacheco menjadi sorotan penggemar tinju global. Bagi publik Indonesia, pertarungan ini bisa menjadi pelajaran tentang ketangguhan mental dan strategi mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Akankah Fulghum membalikkan prediksi dan mengukir sejarah? Jawabannya akan terungkap di atas ring pada 14 November nanti.



