Arc Raiders dan The Finals Bakal Diadaptasi Jadi Film dan Serial TV
Baca dalam 60 detik
- Chernin Entertainment resmi mengantongi hak adaptasi Arc Raiders dan The Finals dari Embark Studios milik Nexon.
- Kedua gim akan dikembangkan menjadi waralaba lintas media, meski proses produksinya masih tahap awal.
- Kesuksesan komersial Arc Raiders dan The Finals menjadi magnet bagi industri hiburan untuk menggarap adaptasi gim.

Chernin Entertainment resmi mengantongi hak adaptasi untuk dua gim besutan Embark Studios, Arc Raiders dan The Finals, dari induk perusahaan Nexon. Kesepakatan ini membuka jalan bagi penggarapan film dan serial televisi yang akan memperluas jangkauan kedua waralaba tersebut ke luar ekosistem permainan.
Langkah ini menandai babak baru bagi Embark Studios yang selama ini dikenal sebagai pengembang gim dengan basis penggemar global. Patrick Söderlund, pendiri sekaligus CEO Embark Studios, menyatakan bahwa kerja sama dengan Chernin merupakan tahap penting untuk mengubah kedua properti intelektual menjadi pengalaman transmedia yang terintegrasi. Ia menegaskan tim kreatif Embark akan terlibat langsung dalam proses produksi agar esensi permainan tetap terjaga di format baru.
David Ready, Presiden Film Chernin Entertainment, menilai kedua gim tersebut sebagai peluang yang selama ini dibidik perusahaannya. Ia menyebut Arc Raiders dan The Finals sebagai kekayaan intelektual global yang ambisius dengan potensi menjadi waralaba besar di layar lebar maupun televisi. Chernin bukan pemain baru dalam adaptasi gim; mereka tengah menggarap versi Mega Man bersama Capcom untuk Netflix.
"Kesepakatan Nexon dengan Chernin Entertainment adalah langkah besar berikutnya dalam mengembangkan Arc Raiders dan The Finals menjadi pengalaman transmedia yang terintegrasi, sekaligus menghargai semangat komunitas pemain global kami," ujar Patrick Söderlund.
Meski demikian, proyek ini diperkirakan masih jauh dari kata rampung. Aleksander Grondal, Executive Producer Embark Studios, dalam wawancara September lalu mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki kemungkinan membawa Arc Raiders ke medium lain. Saat itu ia menyebut prosesnya masih berada di fase awal, sehingga adaptasi yang baru diumumkan ini kemungkinan baru akan terwujud dalam beberapa tahun ke depan.
Dari sisi performa, Arc Raiders menjelma sebagai salah satu extraction shooter paling populer. Gim ini berlatar masa pasca-apokaliptik di mana mesin bernama Arcs menguasai permukaan bumi dan memaksa manusia hidup di bawah tanah. Pembaruan Frozen Trail yang akan datang menjanjikan peta baru, musuh tambahan, serta senjata yang ditingkatkan. Sementara itu, The Finals mengambil setting tahun 2100 dalam sebuah pertunjukan realitas virtual yang penuh senjata dan bahan peledak. Sejak peluncurannya, gim ini telah mengumpulkan puluhan juta pemain dan terus mendapat pembaruan signifikan, termasuk sistem penghancuran yang lebih dinamis.
Keputusan Chernin mengakuisisi hak adaptasi ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri hiburan: gim dengan basis penggemar besar semakin dilirik sebagai sumber materi untuk film dan serial. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi juga mulai terasa di Asia, termasuk Indonesia. Pasar gim nasional yang tumbuh pesat dan komunitas penggemar yang aktif menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah potensial untuk distribusi konten turunan, baik melalui platform streaming maupun perilisan di bioskop.
Bagi Indonesia, adaptasi ini bisa menjadi cermin bagaimana kekayaan intelektual lokal berpeluang menembus pasar global. Beberapa studio gim dalam negeri mulai mengembangkan narasi yang kaya dan berpotensi diadaptasi ke layar. Namun, tantangan utama tetap pada pendanaan dan akses ke jaringan produksi internasional. Kehadiran pemain besar seperti Chernin menunjukkan bahwa ekosistem gim dapat menjadi ladang cerita yang menguntungkan jika digarap serius.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah adaptasi gim akan terus bermunculan, melainkan seberapa jauh industri mampu menjaga kualitas cerita agar tidak sekadar menjadi produk turunan. Jika berhasil, Arc Raiders dan The Finals bisa menjadi contoh bagaimana waralaba gim membangun jembatan dengan audiens yang lebih luas tanpa kehilangan identitasnya.



