Fitbit Edge Bocor: Google Siapkan Pelacak Kebugaran Layar Sentuh di Antara Pixel Watch dan Fitbit Air
Baca dalam 60 detik
- Google dikabarkan tengah menyiapkan Fitbit Edge, perangkat wearable dengan layar kompak yang akan mengisi celah antara Pixel Watch 5 dan Fitbit Air.
- Perangkat ini diprediksi membawa GPS mandiri, altimeter, dan daya tahan baterai hingga sepekan, dengan harga sekitar US$149–199.
- Peluncuran diperkirakan bulan ini, menandai strategi Google memperkuat ekosistem kesehatan setelah akuisisi Fitbit.

Google dikabarkan bersiap meluncurkan perangkat wearable terbaru bertajuk Fitbit Edge, sebuah pelacak kebugaran dengan layar kompak yang akan menggantikan posisi Fitbit Charge 6. Informasi ini mencuat dari bocoran gambar yang beredar di Android Headlines, memperlihatkan perangkat dengan desain ramping dan tombol fisik di sisi kanan—mengisyaratkan kontrol sentuh pada layarnya.
Kehadiran Fitbit Edge dinilai strategis karena akan mengisi ruang kosong di antara Pixel Watch 5 yang berfokus pada smartwatch penuh dan Fitbit Air yang lebih sederhana. Menurut bocoran tersebut, perangkat ini menyasar pengguna yang menginginkan pelacak gaya hidup lengkap tanpa harus memakai jam tangan besar. Bagi Google, langkah ini mempertegas ambisi mereka menguasai segmen wearable kesehatan yang selama ini dikuasai Fitbit dan semakin ketat bersaing dengan Apple Watch SE serta Galaxy Fit.
Dari sisi spesifikasi, Fitbit Edge disebut memiliki GPS terintegrasi, altimeter, serta beragam sensor pemantauan kesehatan standar. Kombinasi ini memungkinkan pengguna melacak aktivitas luar ruang seperti hiking atau bersepeda tanpa perlu membawa ponsel, sekaligus mendapatkan data elevasi yang lebih akurat ketimbang perangkat pesaing yang hanya mengandalkan GPS ponsel. Baterainya diklaim bertahan hingga tujuh hari, jauh melampaui daya tahan smartwatch pada umumnya.
Menariknya, perangkat ini dikabarkan menjalankan WearOS, sistem operasi yang juga dipakai Pixel Watch. Hal ini terlihat dari dukungan aplikasi seperti Google Maps dan YouTube Music, serta kemampuan menerima notifikasi. Dukungan lintas platform Android dan iOS juga disertakan, memperluas basis pengguna potensial. Warna yang tersedia disebut akan selaras dengan Pixel 11 Pro, yakni hitam, hijau, dan oranye, dengan tali yang mudah diganti.
"Kehadiran Fitbit Edge menunjukkan Google ingin merangkul pengguna yang mengutamakan kenyamanan dan fungsi kesehatan, bukan sekadar jam pintar penuh fitur," ujar seorang pengamat teknologi yang enggan disebutkan namanya.
Bagi pasar Indonesia, perangkat seperti Fitbit Edge berpotensi mendapat sambutan positif. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan—terutama tidur, detak jantung, dan aktivitas harian—terus meningkat pasca pandemi. Namun, tantangan utama tetap pada harga dan distribusi resmi. Jika masuk dengan banderol di bawah Rp3,5 juta, Fitbit Edge bisa menjadi alternatif menarik di antara smartwatch premium dan gelang kebugaran murah yang banyak beredar di marketplace.
Selain itu, kehadiran GPS mandiri dan altimeter menjadi nilai jual bagi komunitas olahraga luar ruang di Indonesia, seperti pendaki gunung dan pesepeda. Selama ini, banyak pelacak kebugaran lokal mengandalkan GPS ponsel yang kurang akurat di daerah terpencil. Fitbit Edge menawarkan solusi tanpa perlu membawa ponsel, meski pengguna tetap harus mempertimbangkan daya tahan baterai saat digunakan untuk aktivitas berat.
Dengan peluncuran yang dikabarkan tinggal menghitung hari, pertanyaannya kini apakah Google mampu mengeksekusi strategi ini secara global, termasuk di Indonesia, tanpa mengorbankan ekosistem Fitbit yang sudah terbangun. Jika sukses, Fitbit Edge bisa menjadi jembatan bagi pengguna yang ingin beralih dari pelacak sederhana ke perangkat kesehatan yang lebih canggih, sekaligus memperkuat posisi Google di pasar wearable yang semakin kompetitif.



