Anggun C. Sasmi Kembali ke GBK: Dari Panggung Rock 90-an hingga Closing FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Anggun C. Sasmi dijadwalkan tampil dalam closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, sebelum laga final Indonesia vs Thailand.
- Ia mengenang debut pertamanya di GBK pada pertengahan 1990-an saat masih berusia 16 tahun sebagai penyanyi rock, serta penampilannya di opening ceremony Asian Games.
- Kesuksesan Timnas Indonesia melaju ke final menjadi latar emosional penampilan Anggun, yang secara terbuka mengajak publik mendukung skuad Garuda.

Anggun C. Sasmi akan menjadi bagian dari closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10) malam. Penampilannya dijadwalkan berlangsung sebelum laga final yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Thailand, dengan kick-off pukul 20.00 WIB. Anggun tidak tampil sendirian; ia akan berbagi panggung dengan Judika dan Prince Poetiray.
Bagi Anggun, GBK bukan sekadar venue. Melalui unggahan di Instagram, pelantun "Snow on the Sahara" itu menuturkan bahwa ia pertama kali menginjak panggung GBK pada pertengahan dekade 1990-an, ketika usianya baru 16 tahun. Kala itu, ia masih aktif sebagai penyanyi rock dan hampir selalu tampil di gedung olahraga atau stadion daerah selama tur keliling Indonesia. Pengalaman itu menjadi fondasi kariernya sebelum menembus industri musik internasional.
"Pertama kali manggung di GBK pada pertengahan tahun 90 saat saya masih 16 tahun. Kala itu saya berkarier sebagai penyanyi rock dan setiap saya tur keliling Indonesia hampir selalu manggungnya di GOR atau stadion-stadion daerah," tulis Anggun, dikutip dari unggahannya.
Perjalanan Anggun di panggung besar nasional berlanjut ketika ia dipercaya tampil dalam opening ceremony Asian Games. Kini, setelah puluhan tahun berkarier, ia kembali mendapat kesempatan serupa di GBK untuk closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026. Momen ini menandai siklus panjang seorang musisi yang memulai dari panggung rock daerah hingga dipercaya mewakili Indonesia di acara berskala internasional.
Di sisi lain, Anggun menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Timnas Indonesia yang berhasil menembus final. Ia secara terbuka mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada skuad Garuda. "Bangga sekali saya hari ini karena @timnasindonesia masuk final! Mari kita dukung Indonesia Insya Allah menuju kemenangan," tulisnya.
Perjalanan Timnas Indonesia ke final tidak berjalan mulus. Dari tiga pertandingan fase grup, Indonesia mengumpulkan tujuh poin: menang 2-0 atas Singapura, imbang 0-0 melawan Malaysia, dan menang telak 9-2 atas Bangladesh. Sementara itu, Thailand lebih dulu memastikan tiket final setelah mengoleksi enam poin sempurna dari dua laga awal di Grup B, termasuk kemenangan krusial 2-0 atas Vietnam pada 29 September 2026. Posisi Thailand di puncak klasemen tidak terkejar meski sempat kalah 1-2 dari Filipina di laga terakhir.
Penampilan Anggun di closing ceremony bukan hanya soal hiburan. Kehadirannya menyimbolkan jembatan antara generasi musik Indonesia yang mendunia dan semangat sportivitas yang sedang dirayakan. Ketika seorang musisi yang telah malang-melintang di panggung internasional memilih kembali ke stadion tempat ia memulai, pesan yang tersirat adalah tentang akar dan kebanggaan nasional. Hal ini sejalan dengan narasi besar FIFA ASEAN Cup 2026 yang ingin menonjolkan prestasi sepak bola Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah acara berskala regional.
Ke depan, penampilan Anggun dan hasil final akan menjadi sorotan publik. Jika Timnas Indonesia berhasil mengangkat trofi, malam itu akan tercatat sebagai salah satu momen bersejarah yang menggabungkan prestasi olahraga dan seni. Sebaliknya, apa pun hasilnya, kehadiran Anggun di GBK menegaskan bahwa panggung budaya dan sepak bola dapat berjalan seiring, memperkuat identitas Indonesia di kancah global.



