Chance the Rapper Ingin Buang 'Chance' dan Rebranding Jadi 'The Rapper'
Baca dalam 60 detik
- Chance the Rapper mengungkapkan niatnya mengganti nama panggung menjadi 'The Rapper' dalam podcast Tea Time.
- Langkah ini muncul setelah ia memenangkan gugatan hukum melawan mantan manajernya, Pat Corcoran, yang menuntut komisi jutaan dolar.
- Rebranding bisa menjadi strategi untuk memulai babak baru dalam karier musiknya, seiring dengan tren artis yang mempertahankan atau mengubah identitas panggung.

Penyanyi hip-hop asal Chicago, Chance the Rapper, tengah mempertimbangkan untuk mengubah nama panggungnya menjadi hanya "The Rapper". Niat ini ia sampaikan dalam podcast Tea Time yang dipandu Raven-Symonรฉ dan Miranda Maday. Pria bernama asli Chancelor Jonathan Bennett itu mengaku sudah lama berpikir untuk melepas kata "Chance" dari identitasnya.
"Saya akan hilangkan 'Chance'. Saya hanya ingin menjadi The Rapper. Ini sudah lama saya pikirkan. Saya sangat mencintai bentuk seni ini. Saya sangat mencintai kata-kata. Saya pikir rapper terhebat seperti saya adalah ahli etimologi dan linguis pada dasarnya, orang-orang yang benar-benar mencintai bahasa," ujarnya dalam podcast tersebut.
Wacana rebranding ini muncul tak lama setelah ia memenangkan pertarungan hukum melawan mantan manajernya, Pat Corcoran. Pada Maret lalu, juri di Chicago menolak klaim komisi jutaan dolar dari Corcoran setelah persidangan yang berlangsung lebih dari dua minggu. Sengketa ini bermula pada 2020 ketika Corcoran menuntut komisi sebesar $3,8 juta pasca berakhirnya hubungan kerja mereka. Ia berargumen bahwa ia seharusnya terus menerima pembayaran dengan tarif 15 persen, plus pembayaran tambahan melalui "sunset clause" selama tiga tahun. Namun, juri tidak menemukan dasar yang mendukung tuntutan tersebut.
Juri juga mempertimbangkan gugatan balik Chance yang menuduh Corcoran gagal menjalankan tugasnya sebagai manajer dengan mengutamakan kepentingan bisnis pribadi. Mereka setuju dengan posisi Chance, tetapi hanya memberikan ganti rugi sebesar $35โjauh dari $1 juta yang diminta. Pengacara Corcoran, Jay Scharkey, menanggapi putusan itu dengan mengatakan, "Kami menghormati keputusan juri, tetapi pesan untuk manajer musik sudah jelas: Buatlah perjanjian tertulis. Putusan juri sebesar $35 menunjukkan betapa seriusnya juri memandang kasus Chance."
Perubahan nama panggung bukan hal baru di industri musik. The Weeknd, misalnya, sempat berencana pensiun dari nama panggungnya setelah menyelesaikan proyek Hurry Up Tomorrow, tetapi kemudian memutuskan untuk tetap memakainya. "Saya tidak akan pergi ke mana-mana. Saya hanya hibernasi. Penggemar saya tahu saya telah berganti kulit berkali-kali sepanjang karier saya. Saya menceritakan satu kisah dari 2020 hingga sekarang, dan kisah itu telah mencapai kesimpulan. Tapi itu hanya kisah 2020," kata Abel Tesfaye, nama asli The Weeknd, kepada GQ Hong Kong.
Bagi Chance, menghapus nama depannya bisa menjadi cara untuk membersihkan lembaran dan memulai babak baru setelah konflik hukum yang melelahkan. Langkah ini juga dapat dimaknai sebagai upaya mempertegas identitasnya sebagai seorang rapper murni, bukan sekadar selebritas dengan nama panggung yang ikonik. Dalam wawancara tersebut, ia menekankan kecintaannya pada bahasa dan kata-kata, yang menurutnya adalah inti dari seni rap.
"Saya hanya ingin menjadi The Rapper. Saya sangat mencintai bentuk seni ini. Saya sangat mencintai kata-kata." โ Chance the Rapper
Meski demikian, mengubah nama panggung bukan tanpa risiko. Nama "Chance the Rapper" telah melekat kuat di ingatan publik dan menjadi merek yang bernilai. Menanggalkan nama itu bisa mengurangi daya tarik komersial, terutama di pasar yang sudah mengenalnya sejak era album Coloring Book yang memenangkan Grammy. Namun, jika berhasil, rebranding ini bisa memperkuat citranya sebagai seniman yang autentik dan konsisten dengan nilai-nilai yang ia pegang.
Di sisi lain, industri musik global sedang melihat fenomena artis yang mempertahankan atau mengubah identitas panggung sebagai bagian dari narasi artistik. The Weeknd memilih bertahan, sementara Chance condong ke perubahan. Keputusan ini juga dapat memengaruhi cara penggemar dan pelaku industri memandangnya, termasuk peluang kolaborasi dan penempatan lagu di platform digital.
Ke depan, publik menantikan apakah Chance benar-benar akan mengganti namanya secara resmi atau ini hanya wacana dalam podcast. Jika terwujud, akankah "The Rapper" mampu mengulang kesuksesan masa lalu, atau justru menjadi langkah mundur? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: dunia musik terus menjadi panggung eksperimen identitas bagi para bintangnya.



