Zcash Uji Coba Blok 25 Detik di Testnet Publik, Percepatan Transaksi Privat Dimulai
Baca dalam 60 detik
- Zcash mengaktifkan upgrade NU7 di testnet publik, memangkas waktu blok dari 75 detik menjadi 25 detik.
- Perubahan ini berpotensi mempercepat konfirmasi transaksi hingga tiga kali lipat, dengan konsekuensi pergeseran alokasi biaya dan penonaktifan sistem lama Sprout.
- Keputusan aktivasi mainnet dijadwalkan 20 Oktober, dengan target peluncuran 5 November.

Jaringan uji publik Zcash resmi mengaktifkan peningkatan protokol yang disebut NU7 pada block 4.465.026, memangkas target interval antarblok dari 75 detik menjadi 25 detik. Langkah ini menjadi fase uji coba sebelum implementasi penuh di mainnet yang direncanakan November mendatang.
Perubahan ini bukan sekadar percepatan teknis. Bagi ekosistem pembayaran privat, durasi blok yang lebih pendek berarti pedagang dapat menerima pembayaran atau bursa mengkredit deposit dengan jeda yang lebih singkat. Sebagai ilustrasi, layanan yang mensyaratkan tiga konfirmasi kini menghadapi estimasi waktu sekitar 75 detik, turun dari sebelumnya 225 detik, dengan catatan waktu blok aktual tetap bervariasi.
Uji coba ini menggunakan koin tanpa nilai moneter, sehingga pengembang dan operator infrastruktur dapat memverifikasi perubahan sebelum berdampak pada ZEC riil. Dua program node utama telah menyatakan dukungan: Zakura merilis implementasinya pada 1 Oktober, disusul versi uji Zebra dari Zcash Foundation sehari kemudian. Operator perlu menjalankan perangkat lunak yang kompatibel untuk mengikuti testnet yang telah diperbarui.
NU7 juga mengubah distribusi biaya transaksi. Penambang menerima 40%, sementara 60% sisanya ditarik dari peredaran dan dicatat dalam cadangan yang ditujukan untuk mendanai hadiah penambangan di masa depan. Langkah ini penting karena hadiah tersebut menjadi insentif bagi penambang untuk terus memverifikasi transaksi seiring menurunnya jumlah ZEC yang baru diterbitkan.
Meski blok menjadi lebih cepat, laju penciptaan koin baru tidak meningkat tiga kali lipat. Hadiah per blok dijadwalkan turun menjadi sepertiga, sehingga jadwal penerbitan tetap terjaga. Kebijakan ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara efisiensi transaksi dan disiplin moneter.
"Peningkatan ini juga menonaktifkan transaksi yang digunakan oleh Sprout, sistem pembayaran privat tertua Zcash. Pemegang dana di sana perlu memindahkannya sebelum aktivasi mainnet agar tetap dapat membelanjakan melalui sistem yang ada."
Bagi pasar kripto global, langkah Zcash ini menjadi sinyal bahwa perlombaan menuju pembayaran privat yang lebih cepat dan efisien semakin intens. Proyek lain yang berfokus pada privasi dan skalabilitas akan menghadapi tekanan untuk melakukan inovasi serupa atau berisiko tertinggal.
Di Indonesia, di mana adopsi aset kripto terus tumbuh dan regulasi semakin jelas, percepatan konfirmasi transaksi dapat membuka peluang bagi pedagang lokal untuk menerima ZEC sebagai alat pembayaran. Namun, tantangan tetap ada: literasi privasi keuangan masih rendah, dan infrastruktur dompet yang mendukung fitur shielded belum merata. Otoritas seperti Bappebti dan Bank Indonesia perlu mencermati perkembangan ini, terutama terkait aspek kepatuhan dan perlindungan konsumen.
Pengembang berencana meninjau hasil uji coba dan memutuskan aktivasi mainnet pada 20 Oktober. Target 5 November masih dipertahankan, meski belum ada block aktivasi mainnet yang ditetapkan. Jika uji publik berjalan mulus, Zcash dapat menjadi salah satu jaringan privat pertama yang mengimplementasikan blok super cepat, memperkuat posisinya di segmen pembayaran terdesentralisasi. Pertanyaannya, akankah percepatan ini cukup untuk menarik kembali minat pasar yang sempat surut?



