GameStop Jual PS5 Pro Refurbished Lebih Mahal dari Baru, Efek Krisis Chip AI
Baca dalam 60 detik
- GameStop membanderol PS5 Pro refurbished seharga $1.399,99, sekitar $500 di atas harga resmi unit baru $899,99.
- Kebijakan ini buntut kelangkaan chip memori akibat prioritas pasokan untuk pusat data AI, yang mengerek harga RAM global.
- Peluncuran GTA VI pada November mendatang diprediksi memperparah permintaan, sementara stok PS5 Pro di ritel utama kosong.

GameStop menawarkan konsol PlayStation 5 Pro bekas pakai (refurbished) dengan harga $1.399,99, atau sekitar Rp22,7 juta (asumsi kurs Rp16.200). Angka itu mengejutkan karena unit baru PS5 Pro saat ini dijual resmi sekitar $899,99โselisih hampir $500. Menurut memo internal yang bocor di Reddit, selisih tersebut bukan kesalahan sistem, melainkan strategi penetapan harga yang disengaja.
Seorang karyawan GameStop mengunggah memo yang menginstruksikan staf agar memasang harga tinggi untuk PS5 Pro pra-pakai. Moderator subreddit r/GameStop mengonfirmasi bahwa unggahan itu telah diverifikasi keasliannya. Harga baru tersebut juga sudah tampil di situs resmi GameStop. Langkah ini mempertegas bahwa pengecer melihat peluang di tengah pasokan yang seret.
Harga refurbished $1.399,99 terasa janggal karena PS5 Pro pertama kali diluncurkan dengan banderol $699,99. Sony kemudian menaikkan harga eceran resmi menjadi $899,99 seiring krisis chip memori. Kini, harga unit bekas di GameStop justru melampaui harga baru yang ditetapkan Sony. Fenomena ini mencerminkan distorsi pasar yang jarang terjadi pada produk elektronik konsumen.
Kelangkaan ini tidak berdiri sendiri. Pusat data AI menyerap pasokan high-bandwidth memory (HBM) dalam jumlah masif, dan produsen chip lebih memilih melayani pembeli yang mau membayar mahal. Akibatnya, pasokan memori untuk perangkat konsumen menyusut dan harga RAM melonjak. Efeknya merembet ke PC, ponsel, bahkan komponen otomotif. PS5 Pro bukan target khusus, melainkan korban dari pergeseran prioritas industri semikonduktor global.
Di sisi permintaan, GTA VI yang dijadwalkan rilis November mendatang menjadi katalis besar. Para penggemar yang telah menunggu bertahun-tahun ingin memainkannya di perangkat terbaik, meski PS5 Pro belum tentu menjanjikan 60fps saat peluncuran. Kombinasi pasokan terbatas, antusiasme tinggi, dan hype GTA VI menciptakan pasar yang memungkinkan pengecer mematok harga tidak wajar.
Bagi konsumen yang hanya ingin bermain PlayStation, PS5 Slim varian Digital dan Disc masih dijual mendekati harga normal. Alternatif lain adalah Xbox Series X yang secara harga resmi lebih murah dari PS5 Pro dan menawarkan performa di atas PS5 standar. Ada pula proyek open-source AnyPS5 yang berupaya menjalankan game PS5 secara native di PC, meski masih tahap eksperimental.
Kenaikan harga ini juga menjadi cermin bagi pasar Indonesia. Sebagian besar konsol PlayStation di Tanah Air didatangkan melalui importir tidak resmi, sehingga fluktuasi harga global dan kelangkaan chip akan terasa lebih cepat. Jika tren ini berlanjut, harga PS5 Pro di marketplace lokal berpotensi ikut meroket menjelang akhir tahun, terutama mendekati peluncuran GTA VI.
Pertanyaannya, apakah lonjakan harga ini akan mereda setelah pasokan memori pulih, atau justru menjadi preseden baru bagi pengecer untuk menetapkan harga di atas MSRP? Dalam jangka pendek, konsumen tampaknya harus lebih jeli memilih antara membayar premium untuk Pro atau beralih ke opsi yang lebih rasional.



