Chronicles: Medieval Tawarkan Sandbox Abad Pertengahan dengan 2.000 Pasukan dan Diplomasi ala Crusader Kings
Baca dalam 60 detik
- Raw Power Games mengumumkan Chronicles: Medieval, game strategi real-time yang menggabungkan pertempuran skala besar, elemen RPG, dan diplomasi kompleks, dijadwalkan Early Access 2027.
- Meski trailer menampilkan Tom Hardy, aktor tersebut tidak terlibat dalam game; posisi narator diisi Lars Mikkelsen, sementara pengembang menjanjikan pengalaman sandbox tanpa narasi linear.
- Dukungan co-op empat pemain, mode pengepungan, dan alat modding menjadi nilai jual utama yang berpotensi menantang dominasi Age of Empires dan Civilization.

Industri game strategi bakal kedatangan pemain baru yang ambisius. Chronicles: Medieval, proyek debut studio asal Kopenhagen Raw Power Games, resmi diperkenalkan dalam ajang Summer Games Fest dengan janji pertempuran real-time yang melibatkan hingga 2.000 unit tentara, eksplorasi peta luas, dan sistem diplomasi mendalam. Game ini dijadwalkan masuk Early Access pada 2027, membawa kombinasi langka antara simulasi perang Total War, kebebasan aksi Mount & Blade, serta intrik politik Crusader Kings.
Kabar kehadiran game ini sempat diwarnai misleading marketing. Trailer perdana menampilkan aktor Tom Hardy sebagai narator, memicu ekspektasi bahwa bintang Hollywood itu terlibat langsung. Namun, dalam sesi preview tertutup, lead producer Sam Millen mengonfirmasi bahwa Hardy hanya muncul di materi promosi. "Kami memiliki Lars Mikkelsen yang mengisi peran chronicler, memberikan suara pada saat pembuatan karakter dan beberapa bagian permainan," ujar Millen. Meski demikian, ambisi gameplay yang dipamerkan berhasil mengalihkan perhatian dari kekecewaan awal.
Berbeda dari game strategi arus utama yang sering kali linier, Chronicles: Medieval menempatkan pemain sebagai rakyat jelata tanpa tanah yang harus membangun reputasi dari nol. Peta yang diusung mencakup wilayah Eropa pada 1313 Masehi, membentang dari Pegunungan Pyrenees hingga Polandia, serta Kepulauan Britania hingga Italia Utara. Setiap budaya—Inggris, Prancis, Kekaisaran Romawi Suci—memiliki pohon unit militer berbeda, mulai dari levies, household troops, hingga pasukan bayaran. Pemain dapat meningkatkan kemampuan tentara berdasarkan pengalaman, bahkan mengubah infanteri menjadi kavaleri.
Daya tarik utama terletak pada fleksibilitas peran. Pemain bisa memilih jalur sebagai pedagang kaya, bandit yang ditakuti, atau bangsawan yang merebut takhta Inggris melalui intrik politik. "Ini sandbox, jadi Anda bisa melakukan apa pun di dunia ini. Tidak ada narasi linier yang mengikat," jelas Millen. Pendekatan ini sejalan dengan tren game modern yang semakin menuntut kebebasan pemain, sebagaimana terlihat pada kesuksesan Baldur's Gate 3 dan Elden Ring.
Sistem pertempuran menjadi nilai jual tersendiri. Sebelum bentrokan dimulai, pemain mengatur formasi dalam tampilan top-down klasik: pemanah di belakang, pikemen di depan, dan kavaleri untuk manuver flank. Begitu pertempuran dimulai, perspektif beralih ke third-person action RPG. Komandan dapat terjun langsung, melakukan parry dengan timing presisi, dan menghadapi musuh dengan meter posture. Senior Game Designer Gareth Bourn menjelaskan bahwa proficiency awal rendah membuat serangan lebih lambat, namun keterampilan akan terbuka seiring progres, termasuk kemampuan kepemimpinan.
"Pasukan memiliki pikiran sendiri. Anda akan terkena penalti moral jika mati, tetapi mereka akan terus bertarung hingga moral menurun. Jika Anda pemimpin hebat, mereka ingin tetap bersama Anda lebih lama," ujar Millen.
Menariknya, pemain dapat melewati pertempuran sepenuhnya melalui fitur auto-resolve. Bourn mengaku sedikit kecewa setiap kali fitur itu digunakan, tetapi pilihan tersebut menegaskan orientasi sandbox yang luas. Selain itu, mode co-op empat pemain dan pengepungan dengan trebuchet, dinding runtuh, serta battering ram akan hadir tak lama setelah Early Access. Dukungan konsol penuh dan alat modding juga direncanakan pada rilis 1.0.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Chronicles: Medieval berpotensi memperluas basis penggemar game strategi yang selama ini didominasi judul seperti Age of Empires dan Civilization. Komunitas gamer lokal yang aktif dalam modding dan konten kreator bisa memanfaatkan fleksibilitas sandbox untuk menghasilkan konten berbahasa Indonesia, mulai dari tutorial diplomasi hingga cerita dinasti fiktif. Namun, tantangan utama tetap pada spesifikasi perangkat dan harga regional yang kompetitif.
Dengan jadwal Early Access 2027, Raw Power Games masih memiliki waktu untuk mematangkan fitur dan membangun komunitas. Jika mampu merealisasikan setengah saja dari janji ambisiusnya, Chronicles: Medieval bisa menjadi pesaing serius di genre strategi. Akankah game ini mampu menggoyang dominasi raksasa seperti Microsoft dan 2K, atau justru tenggelam dalam ekspektasi yang terlalu tinggi?



