Verstappen Petik Kemenangan Perdana 2026, Ungkap Peran Jos di Balik Layar
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen memenangi GP Bahrain di Sepang, kemenangan pertama Red Bull Power Unit pada musim 2026.
- Ia menyebut dukungan ayahnya, Jos, tetap hadir meski tak selalu mendampingi di setiap balapan.
- Kemenangan ini mengangkat Verstappen ke peringkat enam klasemen dengan 188 poin, menyamai Lando Norris.

Max Verstappen mengakhiri penantian panjang Red Bull Racing pada musim 2026 dengan meraih kemenangan perdana di Grand Prix Bahrain yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan trofi, melainkan tonggak sejarah bagi proyek power unit Red Bull yang baru pertama kali mengantar pembalapnya ke podium tertinggi.
Dalam sesi konferensi pers usai balapan, Verstappen menyoroti reaksi emosional ayahnya, Jos Verstappen, yang selama ini dikenal sebagai figur sentral dalam perjalanan kariernya. Menurut juara dunia empat kali itu, ikatan dengan sang ayah terbangun dari pengalaman panjang mengejar target yang sama di dunia Formula 1.
"Kami sama-sama sangat terlibat. Hubungan saya dengan ayah sangat erat karena kami telah melewati banyak hal bersama," ujar Verstappen, seperti dikutip dari pernyataannya di media.
Verstappen mengakui bahwa awal musim 2026 berjalan berat, baik bagi dirinya maupun tim. Mobil yang ia kemudikan sempat sulit dikendalikan, sementara hasil balapan belum sesuai harapan. Namun, ia menilai kegigihan seluruh anggota tim dalam memperbaiki masalah teknis akhirnya membuahkan hasil yang layak.
Hasil di Malaysia melengkapi performa solid Red Bull dalam dua balapan terakhir. Sepekan sebelumnya di Grand Prix Azerbaijan, Verstappen dan Hadjar sama-sama naik podium dengan finis di posisi kedua dan ketiga. Konsistensi ini menjadi sinyal bahwa tim asal Milton Keynes tersebut mulai menemukan fondasi teknis yang lebih kokoh.
Bagi Verstappen, sosok Jos tetap menjadi penopang moral meski tidak selalu hadir di setiap seri. Ia menyebut ayahnya sebagai tempat berdiskusi yang memahami detail teknis dan dinamika tim. "Dia tahu segalanya. Ketika hadir, kami banyak berbicara. Baginya, awal musim juga bukan tontonan yang menyenangkan," tambahnya.
Kemenangan ini juga mempertegas posisi Verstappen dalam persaingan gelar. Dengan 188 poin, ia menempel ketat Lando Norris dan berpeluang menekan para rival di papan atas jika tren positif berlanjut. Red Bull berharap momentum di Sepang menjadi titik balik setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di awal musim.
Di sisi lain, keberhasilan power unit Red Bull menandai pergeseran lanskap teknis di Formula 1. Sebagai konstruktor yang mengembangkan mesin sendiri, Red Bull kini tidak lagi bergantung pada pemasok eksternal. Ini membuka ruang bagi strategi jangka panjang yang lebih mandiri, termasuk dalam pengembangan mobil musim depan.
Pertanyaannya, apakah kemenangan di Sepang mampu menjadi pemicu dominasi Red Bull di sisa musim, atau hanya sekadar kilasan performa di tengah ketatnya persaingan? Yang jelas, Verstappen dan timnya telah membuktikan bahwa kerja keras di balik layar—termasuk dukungan senyap dari Jos—bisa berbuah manis di lintasan.



