The One Ring Cetak Rekor Crowdfunding US$2,6 Juta, Hadirkan Aturan Baru dan Bestiary Kanonik
Baca dalam 60 detik
- Free League Publishing mengumpulkan US$2,6 juta di BackerKit untuk edisi revisi The One Ring, melampaui rekor sebelumnya US$1,7 juta di Kickstarter 2021.
- Perubahan aturan mencakup sistem inisiatif tempur dan integrasi mode solo Strider, sementara bestiary baru hanya memuat entitas yang berasal dari karya Tolkien.
- Kampanye berlangsung hingga 15 Oktober, dengan pengiriman buku diperkirakan pada Oktober 2027 dan opsi versi kompatibel D&D 5.5e.

Free League Publishing kembali menorehkan sejarah di industri permainan meja. Proyek crowdfunding untuk edisi revisi The One Ring—RPG berbasis dunia The Lord of the Rings karya J.R.R. Tolkien—telah mengumpulkan US$2,6 juta melalui platform BackerKit, jauh melampaui capaian sebelumnya sebesar US$1,7 juta di Kickstarter pada 2021. Angka ini menegaskan posisi Free League sebagai penerbit adaptasi tabletop terkemuka, setelah sukses dengan Alien, Blade Runner, dan Invincible.
Kampanye yang berakhir 15 Oktober mendatang itu menawarkan tiga paket utama: aturan inti yang direvisi, bestiary baru, dan buku kampanye The White Tower and the Hall of Gold. Harga pledge dimulai dari US$25 untuk versi digital hingga US$54 untuk buku edisi standar. Pengiriman diperkirakan baru akan dilakukan pada Oktober 2027—rentang waktu yang panjang, namun lazim untuk proyek buku fisik berskala besar.
Perubahan paling signifikan terletak pada sistem inisiatif tempur. Jika sebelumnya pemain selalu mendapat giliran pertama, kini ada mekanisme yang memberi kesempatan kepada pihak lawan untuk bertindak lebih dulu. "Ini soal keseimbangan," ujar desainer utama Francesco Nepitello dalam wawancara virtual dengan Polygon. "Jika pemain selalu menyerang duluan, musuh bisa habis sebelum sempat bergerak. Itu tidak masuk akal."
Nepitello mengaku sempat berpikir untuk merombak total menjadi edisi ketiga, tetapi urung setelah menguji perubahan bersama teman-temannya. "Delapan bulan lalu saya ingin membuat versi ketiga penuh, tapi saya mundur karena teman-teman tidak siap dengan beberapa perubahan," kenangnya. Pendekatan yang lebih ringan akhirnya dipilih, dengan tetap mempertahankan aturan solo Strider Mode karya Shawn Tomkin dan Matt Click yang sebelumnya dirilis digital pada 2022.
Buku inti baru akan tetap memuat sejumlah musuh, tetapi sebagian besar dipindahkan ke bestiary khusus yang memuat statistik, aturan, dan lore terbaru. Bestiary ini menekankan pada entitas yang benar-benar ada dalam tulisan Tolkien—seperti naga, ent, oliphaunt, dan Ringwraith—tanpa memasukkan kreasi orisinal tim desainer. "Ini bestiary yang sangat kanonik," tegas Nepitello. "Penggemar Tolkien tidak ingin menemukan ciptaan aneh kami; mereka ingin melihat semua yang ada di dalam kisah asli."
Sementara itu, desainer Gareth Hanrahan membawa pemain ke Gondor dan Rohan melalui buku kampanye The White Tower and the Hall of Gold. Fokusnya bukan lagi pertempuran heroik, melainkan intrik politik di antara faksi-faksi yang bersaing memperebutkan kekuasaan. "Ada berbagai faksi yang memanfaatkan konflik, dan pemain bisa memihak salah satunya," jelas Hanrahan. "Kami memiliki garis waktu Tolkien, tetapi pemain bisa mendekatinya dari sudut pandang personal. Loremaster dapat memutuskan seberapa jauh perubahan yang diizinkan."
Hanrahan menggali bagian-bagian kurang dikenal dari tulisan Tolkien untuk menciptakan ancaman baru, seperti babi hutan raksasa Everholt yang membunuh raja ke-13 Rohan. Ia juga mencari inspirasi dari mitologi Anglo-Saxon. "Sangat sulit meniru Tolkien dan menciptakan monster yang terasa tepat," akunya. "Salah satu aturan saya: apa pun yang saya tambahkan harus berakar pada Tolkien, baik dari tulisannya atau dari bacaan yang kita tahu ia pernah baca."
Buku kampanye ini juga menyertakan versi perbaikan dari aturan pertempuran berkuda yang pertama kali muncul di Horse-Lords of Rohan. Dalam versi awal, prajurit Rohirrim bisa mengamuk tetapi harus menunggu hingga punya cukup uang untuk membeli kuda. "Pemain lain mengejek karena Anda seorang Rider of Rohan tapi berjalan seperti pengemis. Tentu saja kami harus mengubahnya," kelakar Nepitello.
Selain The One Ring, Free League juga menawarkan versi kompatibel dengan Dungeons & Dragons 5.5e melalui lini The Lord of the Rings Roleplaying. Opsi ini muncul setelah Wizards of the Coast merilis buku inti baru pada 2024. Meski sebagian besar pendukung crowdfunding lebih tertarik pada The One Ring, buku kompatibel D&D berpeluang lebih besar mendapat tempat di toko ritel game bersama produk resmi lainnya. "Ini pilihan aman," ujar Hanrahan. "Anda punya game paling populer dan setting fantasi paling populer. Gabungkan keduanya."
Bagi pasar Indonesia, kesuksesan crowdfunding ini menunjukkan bahwa komunitas penggemar Tolkien dan permainan meja di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki daya beli dan antusiasme yang tidak bisa diabaikan. Beberapa toko lokal sudah mulai menjual edisi digital dan fisik RPG populer, meski dengan harga yang lebih tinggi karena biaya impor. Ke depan, pertanyaannya: akankah Free League atau penerbit lain melirik lokalisasi bahasa Indonesia untuk buku-buku sebesar ini? Ataukah komunitas lokal akan terus mengandalkan edisi impor dan PDF digital? Waktu yang akan menjawab, tetapi rekam jejak crowdfunding ini memberi sinyal bahwa pasar global—termasuk Indonesia—semakin matang.



