Norgaard di Everton: Bayangan Gbamin dan Tekanan untuk Kinnear
Baca dalam 60 detik
- Christian Norgaard belum sekalipun tampil untuk Everton sejak direkrut dari Arsenal senilai £7 juta pada bursa transfer musim panas lalu.
- Rekam jejak cedera Norgaard dalam tiga tahun terakhir—tujuh masalah otot dan 26 pertandingan terlewat—memicu kekhawatiran ia akan mengulang kisah Jean-Philippe Gbamin.
- Jika kondisi ini berlanjut, tekanan pada Direktur Sepak Bola Angus Kinnear diprediksi meningkat, sementara Everton masih tertahan tanpa trofi selama lebih dari tiga dekade.

Everton kembali menghadapi sorotan tajam setelah rekrutan anyar Christian Norgaard belum juga mencatatkan debutnya di Premier League, meski bursa transfer musim panas telah usai hampir dua bulan lalu. Gelandang asal Denmark itu didatangkan dari Arsenal dengan biaya sekitar £7 juta, namun hingga pekan kelima kompetisi, namanya masih absen dari daftar susunan pemain David Moyes.
Norgaard tiba di Goodison Park dengan membawa catatan medis yang mengkhawatirkan. Selama tiga tahun terakhir bersama Arsenal dan Brentford, ia tercatat mengalami tujuh cedera berbeda dan melewatkan total 26 pertandingan—setara dengan lebih dari 150 hari absen. Masalah otot yang ia bawa saat bergabung belum juga sembuh, dan belum ada tenggat pasti kapan ia bisa kembali merumput.
Situasi ini mengingatkan publik Merseyside pada kasus Jean-Philippe Gbamin. Pada 2019, Everton menggelontorkan £25 juta untuk gelandang Pantai Gading itu, tetapi ia hanya tampil delapan kali dalam empat tahun akibat rentetan cedera—termasuk robekan Achilles yang membuatnya absen 51 laga beruntun. Gbamin akhirnya pergi gratis pada 2023 dan dicap sebagai salah satu pembelian terburuk klub.
Meski demikian, kualitas Norgaard saat fit tidak perlu diragukan. Ia mencatat akurasi umpan 91% di Premier League musim lalu, menjadikannya opsi mumpuni di lini tengah. Namun, usia yang sudah menginjak 32 tahun dan riwayat cedera yang panjang membuat konsistensi performanya dipertanyakan. Everton berharap ia bisa memberikan pengalaman dan kepemimpinan, tetapi risiko cedera yang tinggi menjadi bayang-bayang yang sulit diabaikan.
"Kekhawatiran terbesar adalah kemampuan Norgaard untuk tampil konsisten dan memberikan nilai uang setelah didatangkan dari Arsenal," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris.
Tekanan kini beralih ke Direktur Sepak Bola Angus Kinnear. Ia sebelumnya dikritik karena dianggap kurang agresif di bursa transfer, terutama setelah kehilangan pemain kunci seperti Iliman Ndiaye dan Beto. Perekrutan Norgaard, yang sejatinya untuk memperkuat lini tengah, justru berpotensi menjadi kesalahan baru jika sang pemain terus berkutat dengan cedera. Kinnear, 49 tahun, berada di bawah pengawasan ketat untuk membantu Moyes membangun tim kompetitif.
Bagi Everton, kegagalan transfer seperti ini bukan hal baru. Klub telah lama kesulitan bersaing di pasar pemain, dan sering kali harus menebus kesalahan dengan biaya mahal. Jika Norgaard tidak kunjung fit, bukan tidak mungkin ia akan menyusul Gbamin dalam daftar rekrutan gagal. Dampaknya tidak hanya pada performa tim, tetapi juga pada kepercayaan suporter yang sudah lama menanti kesuksesan.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Norgaard mampu mengatasi masalah fisiknya dan membuktikan nilai di Goodison Park, atau justru menjadi beban baru bagi Everton yang tengah berjuang untuk keluar dari bayang-bayang masa lalu. Manajemen dan tim medis klub dituntut untuk segera mencari solusi agar investasi £7 juta tidak menguap begitu saja.



