Krisis Striker Tottenham: Richarlison Tersisih, Ellis Lehane Siap Rebut Nomor 9
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur tengah dilanda krisis gol, memaksa manajemen mempertimbangkan opsi dari akademi untuk mengisi lini depan.
- Richarlison yang tersisih dari skuad Premier League diprediksi hengkang pada Januari, membuka peluang bagi penyerang muda Ellis Lehane.
- Lehane, 20 tahun, tampil impresif di Premier League 2 dengan kontribusi gol dan assist, berpotensi mendapat menit bermain di tim senior.

Krisis lini depan yang melanda Tottenham Hotspur kian memanas setelah manajer Roberto De Zerbi terpaksa menyingkirkan Richarlison dari skuad Premier League. Keputusan ini memicu spekulasi bahwa kursi nomor 9 yang ikonik akan segera lowong, dan sejumlah pengamat menilai penyerang muda Ellis Lehane layak dipertimbangkan untuk mengisinya.
Sejak ditinggalkan Harry Kane, nomor punggung 9 di Tottenham memang seperti kutukan. Richarlison, yang mewarisinya pada 2022, bergantian antara performa cemerlang dan inkonsistensi. Meski sempat menjadi top skor klub musim lalu, ia justru tersingkir di era De Zerbi. Striker utama Dominic Solanke pun belum mampu memenuhi ekspektasi, hanya mencetak tiga gol di Premier League sejak awal musim 2025/26.
Keputusan menyisihkan Richarlison menuai kritik, terlebih ia masih produktif di pramusim. Namun, sang pemain sendiri dikabarkan gencar mencari jalan keluar setelah empat tahun di London Utara. Manajemen Spurs disebut siap melepasnya, bersama Mathys Tel, pada bursa Januari. Tanpa gol-gol Richarlison musim lalu, Tottenham mungkin sudah terdegradasi, tetapi performa 27 gol liga dalam empat musim menunjukkan ia bukan solusi jangka panjang.
Di tengah kesulitan finansial dan kebutuhan akan efisiensi, Tottenham mulai melirik akademi. Beberapa nama seperti Will Lankshear (terjual ke Middlesbrough senilai ยฃ20 juta) dan Troy Parrott (bersinar bersama Republik Irlandia) menunjukkan bahwa produksi penyerang muda tetap subur. Kini, perhatian beralih ke Ellis Lehane, penyerang 20 tahun yang serba bisa.
Lehane, yang pernah ditolak tawaran Lecce pada 2025, memiliki rekor impresif: 25 gol dalam 54 laga di level U18. Musim ini, ia langsung bersinar di Premier League 2 dengan dua gol dan tiga assist dalam empat penampilan, membawa Spurs U21 memuncaki klasemen. Fleksibilitasnya sebagai penyerang tengah dan sayap kiri membuatnya dianggap sebagai paket lengkap.
"Ellis Lehane sangat underrated. Ia punya insting gol dan visi bermain yang jarang dimiliki pemain seusianya," ujar Antonio Mango, pengamat sepak bola U23.
Jika Solanke terus mandul, De Zerbi tak punya banyak pilihan selain memberi kesempatan kepada pemain muda. Langkah ini sejalan dengan tren klub-klub Eropa yang mulai mengandalkan akademi untuk menekan biaya transfer. Bagi Tottenham, mempromosikan Lehane bisa menjadi solusi jangka pendek sekaligus investasi masa depan.
Konteks Indonesia: Fenomena ini mirip dengan apa yang dialami timnas Indonesia, di mana pelatih sering kali lebih memilih pemain senior meski performa menurun, alih-alih memberi kesempatan kepada talenta muda dari liga domestik. Keberanian Tottenham dalam memberi ruang bagi Lehane bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia untuk lebih percaya pada pemain muda.
Ke depan, keputusan De Zerbi akan menjadi sorotan. Akankah ia bertahan dengan pemain senior yang tak kunjung tajam, atau berani mengambil risiko dengan Lehane? Jika Richarlison benar-benar pergi, nomor 9 bisa menjadi milik Lehane. Namun, apakah ia siap menanggung beban sejarah? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: Tottenham tidak bisa terus bergantung pada solusi instan.



