Newcastle Punya 'Maradona' Baru? Rory Finneran dan Jejak Elliot Anderson
Baca dalam 60 detik
- Rory Finneran, gelandang 18 tahun milik Newcastle United, tengah mencuri perhatian lewat masa peminjaman di Notts County dengan catatan dribel dan pertahanan yang menjanjikan.
- Statistik Finneran di League One menunjukkan kemiripan dengan Elliot Anderson, yang kini bersinar di Manchester City setelah dibeli seharga £116 juta.
- Jika Finneran mampu menjaga konsistensi, ia berpotensi menjadi aset besar bagi Newcastle di bawah asuhan Matthias Jaissle tanpa harus mengeluarkan dana transfer besar.

Newcastle United dikenal sebagai salah satu klub dengan akademi paling produktif di Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di balik kesuksesan itu, ada kisah menarik tentang Rory Finneran, gelandang muda Irlandia berusia 18 tahun yang kini menjalani masa peminjaman di Notts County dan mulai menunjukkan kualitas yang mengingatkan pada Elliot Anderson.
Finneran bukan nama yang asing di kalangan penggemar Newcastle. Ia bergabung dari Blackburn Rovers pada musim panas 2024 dan telah mencatatkan 46 penampilan bersama tim U18 dan U21 selama dua musim terakhir. Musim ini, ia dipinjamkan ke Notts County di League One untuk mendapatkan pengalaman profesional pertamanya, langkah yang serupa dengan yang pernah diambil Anderson saat dipinjamkan ke Bristol Rovers pada 2021/22.
Dalam lima penampilan pertamanya bersama Notts County, Finneran langsung memperlihatkan kemampuan di kedua sisi lapangan. Ia menyelesaikan 71% dribel yang ia coba, sebuah angka yang menunjukkan kemampuannya keluar dari tekanan lawan—kualitas yang juga menjadi ciri khas Anderson dan membuatnya mendapat julukan 'Geordie Maradona' dari para penggemar Newcastle.
Kemampuan Finneran tanpa bola juga patut diperhitungkan. Dengan 2,8 tekel sukses dan 6,4 pemulihan bola per 90 menit, ia menunjukkan naluri defensif yang solid untuk pemain seusianya. Angka-angka ini menegaskan bahwa ia tidak hanya bertalenta dalam mengolah bola, tetapi juga berkontribusi besar dalam merebut kembali penguasaan.
"Finneran memiliki potensi besar, tetapi ia masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan tuntutan sepak bola profesional," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris yang enggan disebutkan namanya.
Di Newcastle, manajer Matthias Jaissle menerapkan sistem possession-based dengan intensitas tinggi. Sistem ini sangat cocok untuk gelandang seperti Anderson, yang mampu memecah pertahanan lawan dengan umpan-umpan menembus lini. Kepergian Anderson ke Manchester City dengan harga £116 juta menjadi pukulan telak, tetapi kehadiran Finneran bisa menjadi jawaban jangka panjang.
Lewis Miley, yang saat ini menjadi andalan di lini tengah, juga merupakan produk akademi. Namun, jika Finneran terus berkembang, ia bisa menjadi pelapis atau bahkan pesaing sehat bagi Miley di masa depan. Yang jelas, Newcastle tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan gelandang berkualitas jika Finneran mampu mencapai potensi maksimalnya.
Meski demikian, perjalanan Finneran masih panjang. Ia harus melewati berbagai tantangan di League One, liga yang dikenal fisik dan kompetitif. Konsistensi menjadi kunci. Jika ia mampu menjaga performa, bukan tidak mungkin ia akan kembali ke St James' Park dan menjadi bagian penting dari proyek Jaissle.
Pertanyaannya, akankah Finneran menjadi 'Elliot Anderson berikutnya' bagi Newcastle, atau justru ia akan menempuh jalur berbeda? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi tanda-tanda awal sangat menjanjikan.



