Kapolri Suyudi Ario Seto Rombak 19 Kapolda dan Sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri
Baca dalam 60 detik
- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengeluarkan surat telegram mutasi besar-besaran yang mengganti sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan 19 Kapolda.
- Mutasi ini melibatkan posisi strategis seperti Irwasum, Kabaintelkam, Kabareskrim, dan Kabaharkam, dengan tenggat pelaksanaan tugas 14 hari sejak ditetapkan.
- Sejumlah pejabat yang diganti mendapat penugasan baru di luar institusi, termasuk ke KSP dan Kementerian ATR/BPN, menandakan rotasi menjelang pensiun dan penyegaran organisasi.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Polri dengan mengganti sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan 19 kepala kepolisian daerah (Kapolda). Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Langkah ini menjadi sorotan karena mencakup posisi-posisi kunci yang selama ini menjadi tulang punggung operasional dan pengawasan internal. Dalam surat tersebut, seluruh perwira tinggi dan perwira menengah yang dimutasi diwajibkan segera menempati jabatan baru paling lambat 14 hari sejak keputusan ditetapkan.
Beberapa jabatan strategis yang mengalami pergantian antara lain Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum), Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam), Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), serta Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam). Komjen Asep Edi Suheri, sebelumnya Kapolda Metro Jaya, diangkat sebagai Irwasum menggantikan Komjen Wahyu Widada yang berpindah ke Kementerian ATR/BPN.
Posisi Kabaintelkam kini diisi Irjen Dedy Kusuma Bakti, menggantikan Komjen Yuda Gustawan yang ditugaskan ke Kantor Staf Presiden (KSP). Sementara itu, Irjen Asep Safrudin ditunjuk sebagai Kabareskrim, menggantikan Komjen Syahardiantono yang juga mendapat penugasan di KSP. Adapun Kabaharkam dipercayakan kepada Irjen Hery Herjawan, yang sebelumnya menjabat Kapolda Riau, menggantikan Komjen Karyoto yang memasuki masa pensiun.
Rotasi juga terjadi di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat). Irjen Rudi Darmoko, mantan Kapolda NTT, naik menggantikan Komjen RZ Panca Putra yang ditugaskan ke Kementerian Hukum. Sejumlah posisi lain di Mabes Polri juga diisi wajah baru, seperti Irjen Andik Setiyono sebagai Astamarena Kapolri, Brigjen Agus Dwi Hermawan sebagai Aslog Kapolri, dan Brigjen Deni Dharmapala sebagai As SDM Kapolri.
Selain itu, Irjen Mahmud Nazly Harahap menjabat Kadivpropam, Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kadiv TIK Polri, Brigjen Tubagus Ami Prindani sebagai Kadensus 88, Irjen Ahrie Sonta sebagai Kadivkum, Irjen Arie Ardian Rishadi sebagai Kakortastipidkor, dan Kombes Didik Hariyanto sebagai Koorspripim Polri.
Mutasi ini tidak hanya sekadar penyegaran organisasi, tetapi juga menandai pergeseran dinamika internal Polri. Sejumlah pejabat yang diganti mendapat penugasan di luar institusi, seperti KSP dan Kementerian ATR/BPN, yang bisa dibaca sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarlembaga. Di sisi lain, promosi sejumlah perwira menengah ke posisi strategis menunjukkan regenerasi yang tengah berjalan.
Pengamat kepolisian menilai bahwa rotasi besar-besaran ini merupakan hal biasa dalam siklus kepemimpinan, namun tetap perlu dicermati karena menyangkut stabilitas keamanan dan penegakan hukum. "Mutasi adalah keniscayaan organisasi, tetapi publik berharap pejabat baru mampu membawa perubahan positif, terutama dalam pemberantasan korupsi dan pelayanan masyarakat," ujar seorang analis keamanan yang enggan disebutkan namanya.
Dengan tenggat 14 hari, tantangan terbesar adalah memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengganggu kinerja harian. Koordinasi antara Mabes Polri dan 19 Kapolda yang baru akan menjadi ujian awal. Ke depan, publik akan menyoroti apakah perombakan ini berdampak pada penanganan kasus-kasus besar dan reformasi internal yang selama ini menjadi PR institusi.



