The Witcher Season 5 Ditunda ke 2027, Akhir Perjalanan Geralt Makin Tak Pasti
Baca dalam 60 detik
- Netflix memindahkan jadwal rilis musim kelima The Witcher dari 2026 ke 2027, menunda penutup saga live-action Geralt of Rivia.
- Penundaan ini memperpanjang ketidakpastian setelah resesi kreatif musim keempat dan pergantian pemeran utama dari Henry Cavill ke Liam Hemsworth.
- Fans bisa mengalihkan harapan ke The Witcher 4 dari CD Projekt Red yang mengangkat Ciri sebagai protagonis dan membuka trilogi baru.

Netflix resmi menggeser jadwal tayang musim kelima sekaligus terakhir The Witcher ke 2027, mundur dari target semula 2026. Kabar ini pertama kali dilaporkan What's On Netflix pada Agustus lalu dan dikonfirmasi sejumlah pengamat industri, menandai penundaan signifikan bagi salah satu waralaba fantasi paling ambisius milik platform streaming tersebut.
Penundaan ini bukan sekadar pergeseran kalender. Musim keempat yang tayang tanpa Henry Cavill sebagai Geralt of Rivia telah menuai respons kritis paling keras sepanjang sejarah serial. Sebagian penonton bahkan meninggalkan acara setelah recasting yang kontroversial. Alih-alih mempercepat penyelesaian, Netflix memilih menahan musim pamungkas lebih lama — sebuah langkah yang oleh sejumlah analis dibaca sebagai upaya memberi ruang perbaikan naratif sekaligus strategi mengatur portofolio konten di tengah persaingan streaming yang kian ketat.
Showrunner Lauren Schmidt Hissrich pernah mengungkapkan bahwa tim penulis memperlakukan musim keempat dan kelima sebagai satu narasi besar. Menurutnya, keputusan memecah cerita menjadi dua bagian lebih ditentukan oleh strategi peluncuran Netflix ketimbang kebutuhan artistik. Ia menegaskan bahwa inti cerita tetap berpusat pada perjalanan keluarga yang kembali bersatu, dengan pemilihan detail dari buku-buku Sapkowski yang sengaja dibuat beragam agar 16 episode terasa kohesif.
"Kami tahu harus memecahnya dari sisi bagaimana cerita ini akan diluncurkan di Netflix, tetapi sejatinya ini kisah keluarga yang kembali bersama," ujar Hissrich, seraya menambahkan bahwa 16 episode naratif harus terasa menyatu.
Di sisi lain, penundaan ini membuka peluang bagi waralaba The Witcher untuk tetap hidup di medium lain. CD Projekt Red tengah menyiapkan The Witcher 4 yang menempatkan Ciri sebagai protagonis utama dan direncanakan menjadi awal trilogi baru. Versi remaster The Witcher 3: Wild Hunt juga baru saja dirilis, memperkuat ekosistem game yang selama ini menjadi fondasi loyalitas penggemar. Bagi Netflix, fenomena ini menunjukkan bahwa kekuatan IP tidak lagi bergantung pada satu kanal distribusi.
Bagi pasar Indonesia, penundaan ini punya implikasi yang lebih luas dari sekadar jadwal tontonan. Layanan streaming global seperti Netflix terus menguji elastisitas pelanggan lokal terhadap jeda panjang antar-musim. Ketika konten unggulan tertunda, pelanggan cenderung mengevaluasi ulang nilai langganan bulanan mereka — terutama di tengah pemulihan daya beli dan meningkatnya pilihan platform lokal maupun regional. Keputusan Netflix menahan The Witcher hingga 2027 bisa jadi sinyal bahwa mereka lebih memilih mengunci kualitas dan momentum ketimbang mengejar jadwal.
Pertanyaannya kini: apakah penundaan dua tahun cukup untuk memulihkan kepercayaan penggemar yang sudah terbelah sejak pergantian pemeran utama? Atau justru sebaliknya, jarak yang terlalu panjang akan membuat antusiasme meredup sebelum Geralt menuntaskan perjalanan terakhirnya di layar kaca?



