RuneScape 4 Diumumkan, Jagex Tinggalkan Ekspansi demi MMO Penuh
Baca dalam 60 detik
- Jagex secara resmi mengumumkan RuneScape 4, MMO baru yang dikembangkan dengan Unreal Engine dan berfokus pada elemen naga.
- Proyek ini awalnya dirancang sebagai ekspansi Dragonwilds bernama Shadows of Ashenfall, namun berkembang menjadi game mandiri karena tuntutan pemain akan fitur sosial.
- RuneScape 4 masih dalam tahap awal pengembangan, belum ada jadwal rilis, platform, atau detail gameplay yang dikonfirmasi.

Jagex mengumumkan RuneScape 4 pada ajang RuneFest di Birmingham, Inggris, akhir pekan ini. Game ini akan menjadi MMO keempat dalam waralaba RuneScape dan yang pertama dibangun menggunakan Unreal Engine, menandai lompatan teknologi signifikan bagi studio asal Inggris tersebut.
Dalam sesi briefing virtual sebelum RuneFest yang dihadiri Polygon, produser eksekutif RuneScape: Dragonwilds, Jesse America, mengungkap bahwa RuneScape 4 mulanya diproyeksikan sebagai ekspansi untuk Dragonwilds dengan judul Shadows of Ashenfall. Namun, masukan pemain yang menginginkan mekanisme sosial lebih kaya—seperti server persisten, kapasitas pemain besar, dan perdagangan antar-pemain—membuat tim mengubah arah pengembangan.
"Tim menerima tantangan itu dengan ambisi kreatif dan antusiasme besar," ujar America. "Saat kami melihat prototipe pertama dan membaca desain yang mereka susun, kami menyadari arah permainan ini mengarah ke skala yang sepenuhnya berbeda. Kami sampai pada kesimpulan bahwa ini pada dasarnya adalah sebuah MMO, dan layak menjadi game tersendiri."
Keputusan menjadikan RuneScape 4 sebagai "pilar keempat" Jagex menimbulkan pertanyaan tentang nasib tiga game eksisting: RuneScape (RuneScape 3), Old School RuneScape, dan RuneScape: Dragonwilds. America menyatakan bahwa ketiganya akan tetap didukung, namun tidak menutup kemungkinan migrasi pemain besar-besaran dari RuneScape 3 ke sekuelnya di masa depan.
"Ini adalah sesuatu yang akan dikerjakan oleh seluruh studio, kita semua bersama-sama." — Jesse America, Produser Eksekutif RuneScape: Dragonwilds
Bagi industri MMO global, langkah Jagex mencerminkan tren yang lebih luas: studio-studio besar mulai meninggalkan ekspansi bertahap demi merombak total basis teknologi dan desain. Peralihan ke Unreal Engine, misalnya, membuka peluang visual dan performa yang lebih modern, tetapi juga menuntut investasi besar dan risiko kehilangan identitas permainan yang sudah melekat pada basis pemain lama.
Di Indonesia, waralaba RuneScape memiliki komunitas yang cukup solid meski tidak sebesar game MOBA atau battle royale. Kehadiran RuneScape 4 berpotensi menghidupkan kembali minat terhadap genre MMO di pasar lokal, terutama jika Jagex merancang sistem perdagangan dan interaksi sosial yang ramah bagi pemain Asia Tenggara. Namun, tanpa kepastian platform—apakah akan hadir di PC, konsol, atau perangkat mobile—sulit memperkirakan seberapa besar daya tariknya di Indonesia yang didominasi pengguna ponsel.
Yang jelas, pengumuman ini menandai babak baru bagi Jagex setelah bertahun-tahun mengandalkan dua versi RuneScape. Pertanyaannya, akankah RuneScape 4 mampu menarik generasi baru pemain tanpa mengorbankan komunitas veteran yang telah setia sejak era Java? Jawabannya baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, ketika Jagex mulai membuka detail lebih lanjut.



