Acosta Kehilangan Peluang Podium Usai Insiden Sprint Motegi, Marquez Dihukum
Baca dalam 60 detik
- Pedro Acosta gagal finis di sprint Motegi setelah ditabrak Alex Marquez pada lap pertama, merusak peluangnya mengejar poin dari Marco Bezzecchi.
- Steward menjatuhkan hukuman double long lap kepada Marquez untuk GP Jepang, yang diakui sebagai kesalahannya.
- Insiden ini memperpanjang sejarah benturan antara Acosta dan Marquez, sementara Di Giannantonio juga menjadi korban dan enggan berkomentar.

Pedro Acosta harus menerima kenyataan pahit pada sprint MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Sabtu (4/10/2025). Pembalap KTM itu tersingkir pada lap pertama setelah bertabrakan dengan Alex Marquez dari Gresini Ducati, yang juga menyeret Fabio Di Giannantonio ke dalam insiden tersebut. Akibatnya, Acosta kehilangan kesempatan berharga untuk memangkas jarak poin dengan Marco Bezzecchi di klasemen kejuaraan.
Insiden terjadi di tikungan ketiga ketika Marquez, yang berusaha menyalip, melakukan manuver terlalu optimistis di awal balapan. Steward memutuskan bahwa kecelakaan itu adalah kesalahan Marquez dan menjatuhkan hukuman double long lap untuk Grand Prix Jepang hari Minggu. Hukuman ini menjadi pukulan bagi Marquez yang harus memulai balapan utama dari posisi sulit.
Bagi Acosta, ini adalah kerugian besar. Pembalap muda Spanyol itu memulai sprint dari barisan depan setelah meraih kemenangan grand prix pertamanya di Austria bulan lalu. Ia menyayangkan hilangnya peluang podium dan poin berharga hanya dalam hitungan tikungan. "Balapan memang seperti ini, tapi memang terlalu dini untuk mencoba menyalip," ujar Acosta. "Kami punya peluang podium. Setelah melihat pace Marc, kemenangan mungkin tidak realistis, tapi setidaknya podium bisa diraih. Ini hari yang baik untuk mengejar poin dari Marco, tapi dalam tiga tikungan kami kehilangan semuanya."
Sejarah panjang antara Acosta dan Marquez menambah bumbu insiden ini. Pada 2024 di Assen, keduanya terlibat kontak yang menyebabkan Marquez cedera. Dua balapan lalu di Misano, Marquez memberi gestur tidak sopan kepada Acosta saat duel di GP San Marino. Bahkan di GP Catalan Mei lalu, Marquez menabrak Acosta akibat kegagalan mekanis pada motor KTM. Rivalitas ini tampaknya semakin memanas.
Fabio Di Giannantonio, yang juga menjadi korban dan terlihat pincang di pusat media, enggan berkomentar banyak. Ketika ditanya tentang insiden, ia hanya berkata, "Tanya Alex." Mengetahui Marquez tidak akan berbicara kepada pers, Di Giannantonio menyahut sinis, "Jelas..." Meski tidak menghadapi media, Marquez mengeluarkan pernyataan yang menerima tanggung jawab dan hukuman. "Hari yang buruk, tapi saya membuat kesalahan di tikungan 3 saat mencoba menyalip di lap pembuka. Saya jatuh dan menabrak dua pembalap lain, itu yang paling mengganggu. Hukuman double long lap pantas. Besok kami akan mencoba memberikan yang terbaik," tulisnya.
Dampak dari insiden ini tidak hanya pada klasemen pembalap, tetapi juga pada dinamika tim. KTM, yang tengah berjuang mengembangkan motor RC16, kehilangan peluang mengumpulkan poin konstruktor. Sementara Gresini Ducati harus menghadapi konsekuensi dari agresivitas Marquez yang kerap merugikan. MotoGP Jepang 2025 masih menyisakan balapan utama pada Minggu, di mana Marquez akan menjalani hukuman dan Acosta berusaha bangkit dari kekecewaan.
Pertanyaannya, akankah insiden ini memicu perubahan pendekatan balapan Marquez yang dikenal agresif? Atau justru sebaliknya, rivalitas dengan Acosta akan semakin memanas dan memengaruhi persaingan gelar musim ini? Yang jelas, para penggemar MotoGP di Indonesia menantikan aksi balapan yang lebih bersih dan sportif, mengingat popularitas MotoGP di tanah air terus meningkat seiring dengan kehadiran pembalap muda berbakat seperti Acosta.



