Christopher Abbott: Menjadi Ayah Nomor Satu, Karier dan Trofi Knicks di Bawahnya
Baca dalam 60 detik
- Christopher Abbott menempatkan peran sebagai ayah di atas nominasi Tony dan pencapaian karier lainnya.
- Ia dan Aubrey Plaza dikaruniai anak perempuan pada Juli, setelah masa sulit yang dialami Plaza.
- Refleksi usia 40 membuat Abbott lebih memikirkan hal-hal eksistensial, termasuk arti keluarga.

Aktor Christopher Abbott menegaskan bahwa menjadi ayah adalah pencapaian terbesar dalam hidupnya, mengalahkan nominasi Tony Award hingga kesuksesan karier di Broadway. Dalam wawancara terbaru di podcast Happy Sad Confused yang dipandu Josh Horowitz, ia mengungkapkan bahwa kelahiran anak perempuannya dari pasangan sesama aktor Aubrey Plaza pada Juli lalu telah mengubah prioritasnya secara fundamental.
Abbott, yang dikenal lewat peran di Poor Things dan Wolf Man, mengaku tidak pernah membayangkan dirinya mengejar karier akting sejak kecil. "Saya tidak benar-benar ingin menjadi aktor saat kecil, jadi saya tidak bisa bilang sudah lama menunggu nominasi Tony," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sifat sinisnya muncul saat tidak memenangkan penghargaan tersebut. "Anda tidak bisa merayakannya terlalu berlebihan, kan?"
Namun, di atas semua itu, Abbott menempatkan peran sebagai ayah di posisi teratas. "Saat Anda merenung seperti itu, saya harus menempatkan menjadi ayah di nomor satu," katanya. Ia bercanda bahwa New York Knicks ada di urutan berikutnya karena ia telah menjadi penggemar sejak lama dan menantikan gelar juara NBA 2026.
Perayaan ulang tahun ke-40 Abbott menjadi momen refleksi. Ia mengaku terharu karena banyak teman yang datang, meski sempat merasa seperti menghadiri pemakaman. "Itu indah, sangat manis karena Anda lupa bahwa orang-orang menyukai Anda dan mereka datang," kenangnya. "Tapi pikiran saya yang sinis dan gelap membuat saya merasa seperti di pemakaman. Pemakaman hidup, karena semua orang yang Anda kenal ada di sana, tapi hanya di restoran."
Memasuki usia 40, Abbott semakin memikirkan hal-hal besar dalam hidup. Ia merasa telah cukup lama berkecimpung di industri hiburan dan nyaman dengan pasang surut pekerjaan. "Saya sudah lebih nyaman dengan itu, tapi memiliki anak, usia 40, menua, hal-hal eksistensial yang lebih besar lebih membebani," tuturnya.
"Saya tidak pernah benar-benar ingin menjadi aktor saat kecil, jadi saya tidak bisa bilang sudah lama menunggu nominasi Tony. Sifat sinis saya berkata, 'Saya tidak menang.' Anda tidak bisa merayakannya terlalu berlebihan, kan?"
โ Christopher Abbott
Aubrey Plaza, 42, terlihat menggendong bayinya di New York City pada Agustus lalu setelah menonton penampilan terakhir Abbott di Death of a Salesman. Sumber TMZ menyebutkan Plaza melahirkan anak perempuan pada pekan terakhir Juli. Kabar ini menjadi berkah setelah masa sulit yang dialami Plaza, menyusul kepergian mantan suaminya, penulis skenario dan sutradara Jeff Baena, yang meninggal karena bunuh diri pada Januari 2025 di usia 47 tahun.
Pada April lalu, Plaza mengaku tidak sabar menjadi ibu untuk pertama kalinya. "Ada bayi di dalam diri saya sekarang. Ya, itu benar... Saya tahu ini mengejutkan," ujarnya di podcast SmartLess. Ia selalu menganggap menjadi orang tua sebagai hal yang "sangat menarik".
Kisah Abbott dan Plaza mencerminkan bagaimana kehidupan pribadi sering kali membentuk cara pandang seorang seniman terhadap karier dan eksistensi. Di tengah industri hiburan yang kompetitif, prioritas pada keluarga menjadi penyeimbang. Ke depan, publik akan menantikan bagaimana pasangan ini menjalani peran baru sebagai orang tua sambil tetap berkarya di dunia film dan teater.



