John Cena Ungkap Peran Shay Shariatzadeh di Balik Adegan Berbahaya Matchbox
Baca dalam 60 detik
- John Cena mengakui istrinya, Shay Shariatzadeh, menjadi penopang mental saat ia menjalani adegan lompat dari gedung untuk film Matchbox.
- Aktor berusia 49 tahun itu menolak menggunakan pemeran pengganti dan memilih bernegosiasi dengan sutradara Sam Hargrave soal batas keamanan.
- Cena menargetkan tetap aktif secara fisik hingga usia 80-an atau 90-an, dengan target bisa melakukan parallel squat di usia senja.

Aktor Hollywood John Cena tidak menampik bahwa adegan-adegan berisiko dalam film terbarunya, Matchbox, sempat membuatnya dilanda ketakutan. Namun di balik layar, ada satu sosok yang membuatnya bertahan: istrinya, Shay Shariatzadeh. Dalam wawancara dengan E! News, Cena mengungkap bahwa Shay selalu berada di sisinya selama proses syuting yang penuh tekanan tersebut.
Bintang berusia 49 tahun itu mengaku sempat memberikan semacam "nilai bahaya" kepada istrinya pada hari-hari tertentu, terutama saat harus melompat dari atas gedung. Alih-alih ikut panik, Shay justru memberikan dukungan penuh. "Dia bisa saja terseret rasa takut bersamaku, tapi tidak. Dia benar-benar mendukung, seperti mengatakan 'kamu pasti bisa'," ujar Cena mengenang.
Setelah adegan berbahaya itu selesai, Shay menghampiri suaminya dan memberikan pelukan erat sambil menyatakan betapa bangganya dirinya. Momen sederhana itu, menurut Cena, menjadi salah satu bentuk dukungan emosional yang jarang ia dapatkan di industri yang menuntut fisik ekstrem seperti Hollywood.
Meski dikenal sebagai mantan pegulat profesional yang terbiasa dengan aksi fisik, Cena mengakui bahwa adegan dalam Matchbox tetap memicu rasa takut. Ia bahkan tidak menyembunyikan bahwa dirinya belum sepenuhnya mengatasi ketakutan tersebut. "Saya masih sangat takut melakukan semua itu. Saya tidak mengatasi rasa takut saya, tapi saya berjanji pada Sam akan menghadapi ketidaknyamanan, dan dia berjanji saya akan aman. Kami berdua menepati janji itu," tuturnya.
"Saya berjanji pada Sam akan menghadapi ketidaknyamanan, dan dia berjanji saya akan aman. Kami berdua menepati janji itu." โ John Cena
Keputusan Cena untuk melakukan sendiri adegan berbahaya bukan hal baru. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai aktor yang enggan menggunakan pemeran pengganti untuk aksi-aksi tertentu. Namun, di balik citra maskulin itu, ia menyadari pentingnya batas aman dan komunikasi dengan tim produksi. Kerja sama dengan Hargrave menjadi contoh bagaimana negosiasi antara aktor dan sutradara dapat menekan risiko cedera tanpa mengorbankan kualitas visual.
Di luar urusan film, Cena juga blak-blakan soal motivasi menjaga kebugaran. Ia mengaku tidak pernah berniat memperlambat laju aktivitas fisiknya. Dalam wawancara dengan People, ia menceritakan bahwa alasan berolahraga telah bergeser dari sekadar penampilan menjadi kebutuhan jangka panjang. "Saat berusia 12 tahun, tujuan saya terlihat berotot agar tidak dipukuli. Lalu saat remaja, agar kuat bermain olahraga. Saat awal 20-an, ingin terlihat bagus supaya tetap disiplin," ujarnya.
Kini, pria yang genap berusia 47 tahun itu memiliki target yang lebih ambisius: tetap aktif hingga usia lanjut. "Saya ingin tetap aktif secara fisik sampai saya tidak bisa lagi. Saya membayangkan bisa aktif hingga usia 80-an atau 90-an. Bisa melakukan parallel squat di usia 80-an," kata Cena.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bagi Cena, kebugaran bukan sekadar tuntutan profesi, melainkan gaya hidup yang ia proyeksikan hingga puluhan tahun ke depan. Pendekatan ini sejalan dengan tren di kalangan aktor laga senior yang mulai mengedepankan latihan fungsional dan pencegahan cedera ketimbang sekadar estetika.
Ke depan, publik masih menantikan apakah Matchbox akan menjadi salah satu film aksi paling menantang bagi Cena, atau justru menjadi titik balik di mana ia mulai mengurangi adegan berisiko. Yang jelas, dukungan Shay Shariatzadeh tampaknya akan tetap menjadi fondasi penting dalam setiap keputusan yang ia ambil, baik di lokasi syuting maupun dalam menjaga kebugaran jangka panjang.



