Tyra Banks Sesali Peran di 'Halloween: Resurrection': Karier Tak Terangkat, Adegan Mati Malah Dipotong
Baca dalam 60 detik
- Tyra Banks mengaku menyesal membintangi film slasher 2002 'Halloween: Resurrection' karena janji kenaikan karier dan adegan kematian ikonik tidak terwujud.
- Agennya menjanjikan kesuksesan seperti Josh Hartnett, tetapi peran Nora Winston justru tidak memberikan dampak signifikan bagi karier aktingnya.
- Adegan kematian karakternya dipotong dari versi final, membuat Banks merasa dirugikan dan menyatakan 'punya urusan' dengan film tersebut.

Tyra Banks tidak menyimpan kenangan indah saat membintangi film horor Halloween: Resurrection (2002). Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, model sekaligus aktris itu mengungkapkan kekecewaannya karena peran sebagai Nora Winston tidak memberikan lonjakan karier seperti yang dijanjikan, dan adegan kematian ikoniknya justru dipangkas dari versi akhir.
Banks mengaku awalnya menolak tawaran tersebut. Namun seorang agen meyakinkannya bahwa tampil di waralaba horor legendaris bisa menjadi batu loncatan, sama seperti yang dialami Josh Hartnett melalui Halloween H20 (1998). "Saya dijanjikan karier seperti Josh Hartnett, dan adegan kematian yang akan dikenang selamanya. Tapi tidak ada satu pun yang terjadi," ujarnya. Ia bahkan menyebut memiliki "urusan" dengan film kedelapan dalam seri Halloween itu.
Kekecewaan Banks berakar pada dua hal: pertama, ia tidak merasakan dampak karier yang signifikan setelah film tersebut; kedua, adegan kematian karakternya dipotong sehingga penonton hanya melihat sekilas tubuh Nora. "Tidak hanya tidak melakukan apa pun untuk saya, adegan kematian itu juga dipotong," tambahnya. Ia pun mengaku tidak bisa melihat kembali pengalaman itu dengan senang hati, bahkan sedikit pun.
Kisah Banks mencerminkan dinamika industri Hollywood yang kerap menjanjikan proyek besar sebagai kendaraan karier, tetapi hasilnya tidak selalu sesuai ekspektasi. Bagi aktris yang beralih dari dunia model, tekanan untuk memilih peran yang tepat sangat besar. Dalam kasus ini, agen tampaknya menggunakan strategi perbandingan dengan Hartnett, yang memang sukses setelah Halloween H20. Namun, faktor seperti naskah, penyutradaraan, dan pasca-produksi bisa mengubah hasil akhir secara drastis.
Meski demikian, Banks tidak menutup pintu untuk genre horor. Ia tetap aktif sebagai produser dan pembawa acara, serta sesekali muncul di layar lebar. Pengalaman pahit ini justru menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kontrol kreatif dan kejelasan kontrak. Di sisi lain, para penggemar film horor mungkin masih penasaran dengan versi lengkap adegan kematian Nora yang tidak pernah dirilis.
"Saya seperti, 'Saya tidak akan melakukan itu.' Apa yang akan dilakukan untuk karier saya? Saya model, dan saya perlu melakukan hal-hal yang berbeda untuk mendapatkan karier akting yang saya inginkan. Dia berkata, 'Tidak, Josh Hartnett melakukan Halloween, dan lihat apa yang dia lakukan sekarang!'" โ Tyra Banks
Ke depan, apakah Banks akan memberikan kesempatan kedua pada genre slasher? Atau justru memilih proyek yang lebih sesuai dengan visinya? Yang jelas, kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap Hollywood, janji manis tak selalu berbuah manis.



