Taylor Sheridan Kembali ke Dunia Sicario: Sekuel Ketiga Resmi Ditulis, Produksi Segera Dimulai
Baca dalam 60 detik
- Taylor Sheridan dikonfirmasi menulis naskah Sicario 3, menandai kembalinya ia ke franchise film setelah hampir satu dekade fokus di televisi.
- Josh Brolin dipastikan kembali sebagai Matt Graver, sementara status Benicio del Toro dan Denis Villeneuve masih belum jelas.
- Proyek ini bersaing dengan komitmen Sheridan pada adaptasi Call of Duty dan kesibukan Villeneuve di Dune 3 serta film James Bond berikutnya.

Taylor Sheridan, penulis skenario yang belakangan lebih dikenal sebagai arsitek jagat Yellowstone, resmi kembali menangani franchise Sicario. Variety melaporkan bahwa Sheridan sedang menulis naskah untuk film ketiga, setelah sebelumnya sempat mencuat kabar bahwa proyek tersebut tengah bergerak menuju tahap produksi. Langkah ini menandai kembalinya Sheridan ke film layar lebar setelah hampir sepuluh tahun ia mencurahkan energi utamanya pada serial televisi dan berbagai spin-off-nya.
Bagi industri, keputusan ini bukan sekadar reuni kreatif. Sicario (2015) adalah salah satu dari trilogi film kriminal yang membuat Sheridan diperhitungkan sebagai penulis skenario paling tajam di dekade 2010-an, bersama Hell or High Water (2016) dan Wind River (2017). Ketiganya mendapat pujian kritis dan sukses komersial, namun hanya Sicario yang melahirkan sekuel. Kini, setelah delapan tahun sejak Sicario: Day of the Soldado (2018), Paramount tampaknya ingin mengembalikan kejayaan waralaba yang sempat meredup.
Film pertama disutradarai Denis Villeneuve dan menjadi sorotan berkat pendekatannya yang muram terhadap perang narkoba di perbatasan AS-Meksiko. Emily Blunt memerankan agen FBI idealis, Kate Macer, yang terjebak dalam operasi rahasia bersama agen CIA Matt Graver (Josh Brolin) dan mantan jaksa Meksiko yang menjadi pembunuh bayaran, Alejandro Gillick (Benicio del Toro). Ketegangan konstan dan ambiguitas moral menjadi ciri khas yang membuat film ini diingat. Sekuelnya, yang disutradarai Stefano Sollima, menerima sambutan lebih dingin, baik secara kritis maupun komersial. Kehilangan sentuhan Villeneuve dan sinematografi Roger Deakins yang dinominasikan Oscar dianggap sebagai penyebab utama.
Yang belum jelas adalah siapa saja yang akan bergabung dengan Brolin. Del Toro, yang karakternya selamat di akhir Day of the Soldado, berpotensi kembali. Namun, Villeneuve hampir pasti tidak akan menyutradarai karena ia masih menyelesaikan Dune: Part Three yang dijadwalkan tayang Desember mendatang, dan telah terikat untuk menyutradarai film James Bond berikutnya. Posisi kursi sutradara menjadi pertanyaan besar: akankah Paramount memilih figur yang mampu meniru gaya Villeneuve, atau justru mengambil arah baru?
"Saya akan kembali. Produksi akan segera dimulai," ujar Josh Brolin dalam wawancaranya dengan ScreenRant, mengonfirmasi keterlibatannya.
Di sisi lain, Sheridan sendiri tengah menghadapi tantangan jadwal yang padat. Selain Sicario 3, ia dipercaya menulis naskah adaptasi Call of Duty untuk Activision, dengan Peter Berg sebagai sutradara. Film yang sudah lama dinanti itu dijadwalkan rilis pada 30 Juni 2028. Dengan dua proyek besar di tangannya, pertanyaannya adalah apakah Sheridan mampu menjaga kualitas khasnya yang penuh ketegangan dan nuansa gelap, atau justru terbagi fokus.
Bagi penonton Indonesia, Sicario bukanlah nama asing. Film ini sempat tayang di bioskop tanah air dan mendapat basis penggemar setia, terutama di kalangan penikmat thriller kriminal. Keputusan menghidupkan kembali franchise ini juga mencerminkan tren Hollywood yang kian gencar menggarap sekuel dari properti intelektual yang sudah terbukti, di tengah pasar yang semakin didominasi waralaba. Jika berhasil, Sicario 3 bisa menjadi jembatan bagi Sheridan untuk kembali ke panggung film setelah lama absen, sekaligus menguji apakah formula thriller perbatasan masih relevan di era yang berbeda.
Namun, bayang-bayang kegagalan sekuel sebelumnya tetap menghantui. Tanpa Villeneuve dan Deakins, akankah Sicario 3 mampu menangkap kembali atmosfer mencekam yang membuat film pertama begitu memukau? Atau justru menjadi proyek rutin yang kehilangan nyawa? Publik akan menantikan pengumuman resmi mengenai sutradara dan para pemain dalam beberapa bulan ke depan.



