Everton Tak Terkalahkan, Tapi Dua Rekrutan Mahal Ini Jadi Beban di Goodison Park
Baca dalam 60 detik
- Everton mencatat lima laga tanpa kekalahan di Premier League, namun performa individu Brennan Johnson dan Kiernan Dewsbury-Hall menuai sorotan tajam.
- Johnson belum mencetak gol atau assist, sementara Dewsbury-Hall kehilangan bola 1,8 kali per 90 menit dan hanya memenangi 25% duel udara.
- Manajemen dan staf pelatih dituntut segera menemukan solusi sebelum jendela transfer musim dingin, atau risiko kehilangan momentum kompetisi.

Everton memang masih belum terkalahkan dalam lima pertandingan Premier League musim ini, tetapi pencapaian itu tidak serta-merta meredam kegelisahan di kalangan pendukung. Dua rekrutan mahal, Brennan Johnson dan Kiernan Dewsbury-Hall, justru menjadi sorotan karena kontribusi yang jauh dari ekspektasi. Kesenjangan antara hasil kolektif dan performa individu ini menjadi ujian tersendiri bagi manajemen serta staf pelatih The Toffees.
Johnson, yang didatangkan dari Crystal Palace dengan harapan menjadi opsi baru di lini serang, belum mencatatkan satu pun gol atau assist. Dari empat percobaan tembakan, tak satupun mengarah ke gawang. Statistik menunjukkan ia hanya menyelesaikan 0,3 dribel per pertandingan, menempatkannya di 15% terbawah untuk pemain menyerang di liga. Angka-angka ini menggarisbawahi kesulitan adaptasi pemain internasional Wales tersebut di Merseyside.
Sementara itu, Dewsbury-Hall yang dibeli dari Chelsea dengan banderol sekitar ยฃ25 juta pada musim panas lalu, juga belum menemukan konsistensi. Meski sempat mencetak satu gol, ia tercatat sebagai gelandang paling sering kehilangan bola di skuad senior Everton. Tingkat keberhasilan duel udaranya hanya 25%, dan ia hanya menciptakan 0,2 peluang besar per 90 menit. Angka ini menempatkannya di 20% terbawah untuk gelandang di Premier League, memperlihatkan betapa tidak efektifnya ia dalam menguasai bola.
Kedua pemain ini sejatinya adalah bagian dari ambisi Everton untuk naik level pada musim 2026/27. Namun, minimnya aktivitas di bursa transfer musim panas membuat pelatih David Moyes harus bekerja dengan materi pemain yang nyaris sama seperti musim lalu. Alhasil, para pemain inti musim sebelumnya tetap menjadi tulang punggung, tetapi tidak semuanya mampu mempertahankan performa. Johnson dan Dewsbury-Hall menjadi contoh paling mencolok dari kemandekan tersebut.
"Kami perlu mencari solusi agar para pemain ini bisa kembali ke level terbaik mereka. Tanpa itu, kami akan kesulitan bersaing di papan atas," ujar seorang sumber internal klub, seperti dikutip dari analisis Football FanCast.
Bagi Everton, situasi ini bukan sekadar masalah individu. Ketidakmampuan dua rekrutan mahal untuk berkontribusi secara konsisten berpotensi mengganggu keseimbangan tim, terutama ketika jadwal padat dan cedera mulai menghantui. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin posisi lima besar yang saat ini diraih akan tergerus seiring berjalannya musim.
Dari kacamata taktik, Moyes dituntut lebih kreatif dalam memaksimalkan peran Johnson dan Dewsbury-Hall. Johnson bisa ditempatkan sebagai penyerang sayap yang lebih agresif menusuk ke kotak penalti, sementara Dewsbury-Hall perlu diberi kebebasan bergerak untuk mengurangi tekanan lawan. Namun, tanpa perbaikan signifikan, opsi menjual atau meminjamkan mereka pada jendela transfer musim dingin bisa menjadi pertimbangan.
Pertanyaannya, apakah Everton akan bertahan dengan proyek jangka panjang atau mengambil langkah tegas demi menjaga momentum? Dalam beberapa pekan ke depan, jawabannya akan mulai terlihat dari keputusan manajemen dan performa di lapangan.



