HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Kelas Laptop Rp11 Juta
Baca dalam 60 detik
- HP resmi meluncurkan OmniBook 5 dengan harga $699, menyasar segmen laptop premium terjangkau.
- Laptop ini membawa layar OLED 2.8K 14 inci dan prosesor Intel Core 7 dengan NPU 17 TOPS, bersaing langsung dengan MacBook Neo.
- Kehadiran OmniBook 5 memperketat persaingan di pasar laptop kelas menengah, termasuk berpotensi memengaruhi pilihan konsumen Indonesia.

HP resmi memperkenalkan OmniBook 5 pada 1 Oktober 2026, sebuah laptop Windows seharga $699 yang langsung diposisikan sebagai penantang serius MacBook Neo dari Apple. Langkah ini menandai babak baru persaingan di segmen laptop kelas menengah, di mana harga dan spesifikasi menjadi medan tempur utama.
OmniBook 5 mengusung layar OLED 2.8K berukuran 14 inci, kamera dan audio yang ditingkatkan untuk panggilan video, serta daya tahan baterai yang diklaim lebih lama. Dapur pacunya adalah prosesor Intel Core 7 yang dilengkapi neural processing unit (NPU) dengan kecepatan hingga 17 TOPS, memungkinkan akselerasi tugas-tugas kecerdasan buatan secara efisien. Sementara itu, MacBook Neo mengandalkan chip A18 Pro dan layar Liquid Retina 13 inci, juga dengan harga $699 setelah kenaikan pasca-peluncuran.
Kedua perangkat ini tidak hanya bersaing dalam hal spesifikasi, tetapi juga dalam filosofi desain. HP menekankan bahwa OmniBook 5 dirancang untuk menyatu dengan kehidupan sehari-hari pengguna. "Konsumen saat ini mengharapkan teknologi yang menyatu secara alami dengan hidup mereka โ dirancang dengan indah, mudah digunakan, dan cukup kuat untuk mendukung segala hal mulai dari kolaborasi dan pembuatan konten hingga hiburan dan produktivitas sehari-hari," ujar Samuel Chang, senior vice president HP.
Persaingan di segmen ini semakin menarik karena baik HP maupun Apple sama-sama menawarkan nilai lebih dari sekadar harga. OmniBook 5 dan MacBook Neo mengedepankan durabilitas, efisiensi, dan performa tanpa mengorbankan mobilitas. Keduanya juga mengintegrasikan kemampuan AI untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, menjadikannya pilihan menarik bagi pekerja dan pelajar.
Bagi konsumen Indonesia, kehadiran OmniBook 5 bisa menjadi alternatif menarik di pasar laptop premium terjangkau. Dengan harga yang setara Rp11 jutaan, laptop ini berpotensi bersaing dengan merek-merek yang sudah mapan di Tanah Air, seperti Asus, Lenovo, dan Acer. Namun, tantangan utama adalah ketersediaan resmi dan layanan purna jual di Indonesia, yang sering menjadi pertimbangan utama konsumen.
Selain itu, adopsi AI di perangkat keras menjadi tren yang tidak terhindarkan. NPU 17 TOPS pada OmniBook 5 memungkinkan tugas seperti pengenalan gambar, pemrosesan bahasa alami, dan pembuatan konten secara lokal tanpa bergantung pada cloud. Ini sejalan dengan kebutuhan akan privasi dan kecepatan respons yang semakin tinggi.
Dengan peluncuran ini, HP tampaknya ingin merebut pangsa pasar yang selama ini dikuasai Apple di segmen laptop compact premium. Pertanyaannya, apakah konsumen akan beralih ke Windows atau tetap setia pada ekosistem Apple? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: persaingan di kelas laptop $700 semakin panas.



