Nvidia Naikkan Harga Shield TV Pro 50% di Tengah Gejolak Harga Memori Global
Baca dalam 60 detik
- Nvidia menaikkan harga Shield TV Pro dari $199,99 menjadi $299,99 di AS, kenaikan lebih dari 50% untuk perangkat yang sudah berusia tujuh tahun.
- Langkah ini membingungkan karena Nvidia tidak merilis model baru, sementara Apple dikabarkan akan menyegarkan Apple TV 4K tahun ini.
- Kenaikan harga dikaitkan dengan lonjakan biaya komponen memori akibat ekspansi pusat data AI, yang juga berdampak pada pasar elektronik Indonesia.

Nvidia resmi menaikkan harga Shield TV Pro di pasar Amerika Serikat dari $199,99 menjadi $299,99—lonjakan lebih dari 50% untuk perangkat streaming yang pertama kali diluncurkan pada 2019. Kenaikan ini mengejutkan karena tidak disertai pembaruan perangkat keras, sementara rival utamanya, Apple TV 4K, justru dikabarkan akan segera mendapat penyegaran generasi baru.
Perusahaan juga menghentikan produksi Shield TV versi standar yang lebih murah, sehingga konsumen kini hanya memiliki opsi Pro dengan harga yang jauh lebih tinggi. Di Inggris, harga belum naik, tetapi produk ini sudah sulit ditemukan dan tidak lagi terdaftar di toko online resmi Nvidia. Langkah ini dinilai memperburuk posisi Nvidia di pasar perangkat streaming premium yang semakin kompetitif.
Alasan yang dikemukakan Nvidia kepada Ars Technica adalah kenaikan biaya komponen, khususnya memori, yang melonjak di seluruh industri. Namun, argumen ini menuai pertanyaan karena kenaikan biaya komponen seharusnya hanya berlaku untuk unit yang baru diproduksi. Jika Nvidia masih memproduksi Shield TV Pro, mengapa perangkat ini justru menghilang dari banyak pasar? Sebaliknya, jika penjualan masih kuat, mengapa tidak ada model penerus yang diperkenalkan?
"Kenaikan harga ini sulit diterima konsumen, terutama ketika perangkat streaming dengan kemampuan setara bisa didapatkan dengan harga setengahnya," tulis analis teknologi dalam laporan tersebut.
Fenomena ini tidak lepas dari apa yang disebut sebagian pengamat sebagai "RAMageddon"—lonjakan permintaan memori global untuk membangun pusat data AI. Ironisnya, Nvidia adalah salah satu pemain utama di balik ledakan AI yang kini turut memicu kenaikan harga komponen. Dampaknya tidak hanya dirasakan di pasar AS, tetapi juga berpotensi merembet ke pasar global, termasuk Indonesia.
Bagi konsumen Indonesia, kenaikan harga Shield TV Pro di AS bisa menjadi sinyal awal kenaikan harga perangkat elektronik lain, terutama yang bergantung pada komponen memori. Meskipun Nvidia Shield TV Pro bukan produk yang dijual resmi di Indonesia, banyak penggemar teknologi yang mengimpornya secara mandiri. Kenaikan harga di pasar global akan langsung memengaruhi biaya impor dan harga jual di marketplace lokal.
Selain itu, pasar perangkat streaming di Indonesia sendiri sedang tumbuh pesat dengan kehadiran berbagai merek seperti Xiaomi, Google Chromecast, dan Apple TV. Jika harga Shield TV Pro semakin tidak kompetitif, Nvidia berisiko kehilangan pangsa pasar di segmen premium yang selama ini menjadi kekuatannya. Konsumen Indonesia yang sensitif terhadap harga mungkin akan beralih ke alternatif yang lebih terjangkau.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Nvidia akan merilis Shield TV generasi baru atau justru membiarkan produk ini perlahan menghilang dari pasar. Tanpa inovasi dan dengan harga yang terus naik, Shield TV Pro berisiko menjadi relic di tengah persaingan yang semakin ketat. Sementara itu, para penggemar setia Nvidia hanya bisa berharap ada kejutan di tahun 2026.



