Ferrari Hadapi Ujian Degradasi Ban di Sepang, Vasseur Ubah Fokus ke Race Pace
Baca dalam 60 detik
- Ferrari harus mengalihkan seluruh perhatian pada performa balapan untuk mengatasi degradasi ban ekstrem di Sirkuit Sepang, Malaysia.
- Kepala tim Fred Vasseur menilai karakter trek yang berbeda dari sirkuit jalan raya dan sirkuit cepat akan mengubah peta persaingan akhir pekan ini.
- Dengan tertinggal 160 poin dari Mercedes di klasemen konstruktor, Ferrari perlu strategi balapan yang matang untuk menjaga peluang juara.

Ferrari memasuki Grand Prix Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang dengan tantangan baru yang belum mereka hadapi dalam beberapa pekan terakhir: degradasi ban yang parah. Kepala tim Fred Vasseur menegaskan bahwa timnya harus mengubah pendekatan setup secara total, dari yang sebelumnya mengejar kecepatan satu putaran menjadi fokus pada ketahanan ban untuk balapan panjang.
Dalam sesi latihan bebas pertama di Sepang, Jumat (waktu setempat), Max Verstappen dari Red Bull mencatat waktu tercepat, diikuti George Russell (Mercedes) dan rekan setim Verstappen, Isack Hadjar. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton dari Ferrari masing-masing berada di posisi keempat dan keenam. Hasil ini memberi gambaran awal bahwa persaingan di trek Malaysia tidak akan sama dengan balapan-balapan sebelumnya.
Vasseur mengungkapkan bahwa karakter Sepang yang memiliki tikungan cepat dan permukaan aspal yang menggerus ban menjadi ujian tersendiri. "Kami tahu sebelum ke Baku bahwa itu bukan akhir pekan yang mudah, dengan garis lurus yang kami miliki, defisitnya sangat besar," ujarnya dalam konferensi pers tim di Sepang, seperti dikutip Motorsport.com. "Kami mencoba melakukan yang terbaik, dan setidaknya kami masih berada di barisan depan. Itu bukan hasil yang buruk, setidaknya di kualifikasi."
Pergeseran fokus ke race pace bukan tanpa alasan. Selama beberapa balapan terakhir, Ferrari tampil di sirkuit jalan raya dan sirkuit berkecepatan tinggi yang minim degradasi, sehingga mereka bisa mengandalkan kecepatan kualifikasi. Namun, di Sepang, tim harus mengorbankan sedikit performa satu putaran demi menjaga ban tetap kompetitif sepanjang balapan. "Akhir pekan ini akan menjadi cerita yang berbeda. Itu berarti kami harus sedikit mengubah fokus dan lebih fokus pada kecepatan balapan," tambah Vasseur.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, Grand Prix Malaysia selalu menjadi tontonan yang dinanti. Sepang, yang pernah menjadi tuan rumah F1 hingga 2017, kembali ke kalender musim ini dengan karakter trek yang sama menantangnya. Dukungan dari penonton lokal dan regional diprediksi akan memeriahkan suasana, meskipun tidak ada pembalap Indonesia yang berlaga. Namun, bagi tim-tim seperti Ferrari, balapan di Asia Tenggara sering menjadi titik balik momentum, terutama dengan cuaca panas dan lembap yang mempercepat degradasi ban.
"Kami melihat pagi ini bahwa ini cerita yang sama sekali berbeda dibandingkan empat atau lima pekan terakhir, ketika Anda memiliki Monza, Madrid, Baku. Kami hampir tidak ada degradasi. Akhir pekan ini akan menjadi cerita lain. Itu berarti kami harus mengubah fokus dan lebih fokus pada kecepatan balapan."
โ Fred Vasseur, Kepala Tim Ferrari
Dengan posisi Ferrari yang masih tertinggal jauh dari Mercedes di klasemen konstruktor, hasil di Sepang bisa menjadi penentu arah kompetisi musim ini. Jika Ferrari mampu mengelola ban dengan baik dan memaksimalkan strategi balapan, mereka berpeluang memperkecil jarak. Sebaliknya, jika gagal beradaptasi, Verstappen dan Red Bull bisa semakin menjauh. Pertanyaannya, mampukah Leclerc dan Hamilton mengubah tantangan degradasi menjadi peluang? Jawabannya akan terlihat dalam balapan Minggu nanti.



