Figure Musnahkan Robot AI F.02 dalam Tungku Baja 75 Ton, Terinspirasi Saran Arnold Schwarzenegger
Baca dalam 60 detik
- Figure, perusahaan robotika AS, melenyapkan armada F.02 dengan meleburnya di tungku baja 75 ton di Finlandia.
- Langkah ini diambil karena pemeliharaan F.02 dinilai tidak lagi ekonomis dan rawan kebocoran teknologi ke pesaing.
- Sisa logam leburan diubah menjadi memorabilia edisi terbatas, sementara Figure bersiap produksi model F.03 dan F.04.

Perusahaan robotika asal Amerika Serikat, Figure, mengambil keputusan drastis untuk menghentikan operasional armada robot AI generasi keduanya, F.02. Alih-alih menjual atau menyimpan unit-unit tersebut, perusahaan melebur seluruh robot ke dalam tungku baja cair berkapasitas 75 ton. Proses dekomisioning ini dilakukan di sebuah pengecoran logam di Finlandia setelah Figure kesulitan menemukan pihak yang bersedia menerima robot dengan baterai lithium untuk dihancurkan.
Langkah tidak lazim ini berawal dari kesulitan teknis dan bisnis. Menurut pihak Figure, merawat armada F.02 semakin tidak masuk akal seiring bertambahnya jumlah robot generasi terbaru, F.03. Membongkar robot secara manual juga memakan waktu dan tenaga karena mengandung banyak teknologi proprietary yang tidak bisa diserahkan begitu saja ke pihak ketiga. Menugaskan tim internal untuk melakukannya justru akan mengalihkan sumber daya dari proyek penting lain, termasuk pengembangan model F.04.
CEO Figure, Brett Adcock, kemudian melontarkan pertanyaan ke media sosial X mengenai cara terbaik untuk memberi โpengiriman terakhirโ bagi armada F.02. Jawaban tak terduga datang dari aktor Arnold Schwarzenegger, yang terkenal dengan perannya sebagai Terminator. โYou should melt them,โ tulis Schwarzenegger dalam balasan pada 19 Agustus 2026. Saran itu pun dieksekusi.
"You should melt them." โ Arnold Schwarzenegger, via X
Prosesi penghancuran itu bukannya tanpa persiapan. Tim Figure melatih robot-robot F.02 untuk melompat dari lantai dua gedung kantor ke atas airbag, sebuah gerakan yang menuntut presisi dan sempat melibatkan konsultan aksi stunt. Setelah melalui pencarian, mereka menemukan fasilitas pengecoran di Finlandia yang bersedia menerima robot dengan baterai lithium. Pihak pengecoran hanya memberi waktu 24 jam dengan enam kali proses peleburan.
Meski berada dalam suhu ekstrem dan medan elektromagnetik dari tiga elektroda grafit bertegangan tinggi, robot F.02 tetap berfungsi sesuai perintah hingga momen terakhir. Salah satu robot bahkan terekam mengangkat jempol saat tenggelam ke dalam logam cair, menghadirkan adegan yang mengingatkan pada film Terminator 2: Judgment Day. Batang logam hasil peleburan kemudian dikirim ke Amerika Serikat dan diolah menjadi suvenir edisi terbatas untuk menandai berakhirnya era F.02.
Langkah Figure ini menyoroti sisi lain dari industri robotika yang tengah tumbuh pesat: persoalan daur ulang dan perlindungan kekayaan intelektual. Dengan melebur robot sendiri, perusahaan memastikan tidak ada komponen atau algoritma yang jatuh ke tangan kompetitor. Ini juga membebaskan ruang penyimpanan untuk model-model baru. Namun, metode dekomisioning semacam ini menimbulkan pertanyaan tentang biaya lingkungan dan logistik, terutama karena harus dilakukan di fasilitas khusus yang mampu menangani baterai lithium dan material berbahaya.
Bagi Indonesia, fenomena ini bisa menjadi cermin. Seiring masuknya robotika dan AI ke sektor manufaktur serta jasa, isu pengelolaan perangkat keras yang sudah usang akan muncul. Tanpa infrastruktur daur ulang yang memadai, perusahaan di dalam negeri berisiko menghadapi masalah serupa: kesulitan membuang komponen berteknologi tinggi tanpa melanggar hak kekayaan intelektual atau merusak lingkungan. Kebijakan limbah elektronik dan insentif untuk pengecoran logam ramah lingkungan bisa menjadi kunci.
Ke depan, publik akan menantikan bagaimana Figure mengelola armada F.03 dan F.04 yang jumlahnya terus bertambah. Apakah perusahaan akan mengulangi spektakel serupa, atau justru mengembangkan metode dekomisioning yang lebih efisien dan berkelanjutan? Jawabannya tidak hanya menentukan citra Figure, tetapi juga standar industri robotika global dalam menangani siklus hidup produk mereka.



