Alonso Perpanjang Kontrak F1 hingga 2027: Usia 46, Musim ke-24, dan Alasan yang Tak Biasa
Baca dalam 60 detik
- Fernando Alonso resmi menambah satu tahun lagi di Formula 1, menjadikan 2027 sebagai musim ke-24 dan usianya 46 tahun.
- Keputusan diambil hanya dalam pembicaraan lima menit dengan Lawrence Stroll, tanpa jaminan regulasi 2027 lebih menyenangkan.
- Alonso masih mendorong revisi aturan baterai dan memberi Aston Martin kesempatan kedua untuk membuktikan proyeknya.

Fernando Alonso tidak akan berhenti dari Formula 1 dalam waktu dekat. Pebalap Spanyol itu resmi meneken perpanjangan kontrak yang membuatnya tetap berlaga pada musim 2027, yang akan menjadi tahun ke-24 sekaligus mencatatkan usianya di angka 46 tahun saat kompetisi bergulir. Pengumuman ini disampaikan menjelang Grand Prix Bahrain, setelah berbulan-bulan spekulasi yang sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di paddock.
Keputusan tersebut terbilang cepat. Alonso mengaku hanya butuh percakapan singkat dengan pemilik Aston Martin, Lawrence Stroll, untuk mencapai kesepakatan. "Kami tidak perlu berdiskusi panjang. Keduanya ingin melanjutkan, jadi hanya lima menit bicara lalu kami umumkan," ujarnya dalam sesi media di Sepang. Pernyataan itu sekaligus menjelaskan mengapa bos tim, Mike Krack, berkali-kali menyebut dirinya "santai" meski pengumuman tertunda berbulan-bulan.
Yang menarik, alasan Alonso bertahan bukan semata-mata menunggu perubahan regulasi 2027 yang sempat ia soroti di Madrid. Regulasi anyar memang akan menggeser rasio tenaga mesin pembakaran dan listrik menjadi 58-42 pada 2027, lalu menuju 60-40 dalam dua tahap. Namun, hingga kini belum ada perubahan signifikan pada aturan tersebut. Alonso tetap memberi lampu hijau karena alasan yang lebih personal: api kompetisi di dalam dirinya belum padam.
"Saya tidak punya jaminan 2027 akan lebih menyenangkan, tapi ini komitmen pada diri sendiri. Saya merasa cepat, termotivasi, dan menikmati apa yang saya lakukan," kata Alonso.
Ia menambahkan, jika hanya menonton balapan dari rumah, ia akan merasa bisa tampil lebih baik dari para pebalap di lintasan. Perasaan itulah yang pernah muncul saat ia absen dari F1 dan terus membara hingga sekarang. "Selama api itu masih ada, saya rasa belum waktunya berhenti," tegasnya.
Meski telah menandatangani kontrak, Alonso tidak menghentikan dorongannya untuk merevisi regulasi teknis. Ia mengusulkan pembatasan daya maksimum baterai dalam periode lebih lama, sehingga pebalap bisa mencapai kecepatan puncak di ujung lintasan lurus, bukan di tengah jalan sebelum mengalami clipping atau super clipping. Usulan itu pernah ia sampaikan di Baku, dan hingga kini belum ada perubahan. "Saya masih berharap," ujarnya singkat.
Alonso menilai revisi tersebut penting untuk memperbaiki kualitas balapan secara keseluruhan. Ia menyoroti Sirkuit Sepang yang baru saja dikunjungi sebagai contoh. "Kami datang ke sirkuit luar biasa, tapi sektor tengah akan menyedihkan karena kami tidak bisa memakai baterai di sana. Jika dipakai, baterai habis untuk tiga lintasan lurus beruntun dari Tikungan 15 hingga tikungan terakhir, lalu ke Tikungan 1 dan Tikungan 3. Akibatnya, sisa lintasan hanya untuk mengisi baterai," jelasnya. Kondisi ini, menurut Alonso, menyulitkan pebalap mendorong mobil hingga batas cengkeraman.
Selain regulasi, Alonso ingin memberi proyek ambisius Aston Martin kesempatan kedua. Ia berharap investasi besar di balik layar mulai membuahkan hasil. "Saya bilang, ayo lakukan sekali lagi, beri kesempatan lain. Terutama di sisi power unit, kami memulai dengan langkah yang salah dan tahun depan masih tanda tanya. Tapi mereka layak mendapat kesempatan lagi dan saya masih merasa cepat," paparnya.
Dengan kontrak baru ini, Alonso akan tetap menjadi magnet bagi penggemar F1 di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Meski tidak ada pebalap Indonesia di grid, sosok Alonso kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton Tanah Air yang mengikuti balapan melalui siaran televisi dan platform digital. Kehadirannya di lintasan hingga 2027 memperpanjang narasi rivalitas lintas generasi yang menjadi salah satu bumbu utama hiburan olahraga ini.
Pertanyaannya, apakah Alonso masih mampu bersaing di papan atas ketika regulasi anyar diberlakukan penuh? Atau justru tahun-tahun terakhirnya akan menjadi saksi bagaimana pengalaman panjangnya berhadapan dengan generasi baru yang lebih cepat beradaptasi? Satu hal yang pasti, api yang ia bicarakan belum menunjukkan tanda-tanda padam.



