Borneo FC Perpanjang Kemitraan dengan Pupuk Kaltim, Siap Tempur di Empat Kompetisi Musim 2026/2027
Baca dalam 60 detik
- Borneo FC memastikan dukungan Pupuk Kaltim berlanjut untuk tahun kelima, menjadi modal menghadapi empat ajang sekaligus pada musim 2026/2027.
- Status runner-up BRI Super League dan predikat tim paling produktif dengan 74 gol menjadi dasar kepercayaan mitra untuk melanjutkan kolaborasi.
- Fokus kerja sama tidak hanya pada prestasi tim senior, tetapi juga pembinaan pemain muda di Kalimantan Timur dan Bontang sebagai wilayah operasi perusahaan.

Borneo FC resmi mengamankan dukungan Pupuk Kaltim untuk mengarungi musim 2026/2027, menandai tahun kelima kemitraan yang terjalin sejak beberapa musim silam. Kesepakatan ini menjadi amunisi penting bagi Pesut Etam yang akan berlaga di empat kompetisi berbeda, termasuk dua turnamen antarklub Asia.
Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman, menyatakan apresiasinya terhadap kelanjutan kerja sama tersebut. Menurutnya, dukungan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan juga bentuk komitmen bersama untuk memajukan sepak bola nasional dan pembinaan talenta muda.
"Borneo FC mengapresiasi keberlanjutan dukungan dari Pupuk Kaltim yang telah memasuki tahun kelima. Kami memiliki semangat yang sama untuk memajukan sepak bola Indonesia dan pembinaan talenta muda ke depan," ujar Ponaryo.
Dari sisi Pupuk Kaltim, Direktur Manajemen Risiko Maslani menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap masyarakat. Ia menilai sepak bola memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan prestasi generasi muda, sejalan dengan bidang ketahanan pangan dan industri yang selama ini menjadi fokus perusahaan.
"Olahraga, khususnya sepak bola, merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat sekaligus ruang untuk membangun semangat, prestasi, dan karakter generasi muda. Karena itu, kami melihat dukungan kepada Borneo FC sebagai satu di antara bentuk kontribusi Pupuk Kaltim bagi perkembangan olahraga nasional," kata Maslani.
Pencapaian Borneo FC pada musim lalu menjadi salah satu pertimbangan utama Pupuk Kaltim untuk melanjutkan dukungan. Selain finis di posisi kedua, tim asuhan pelatih ini juga dikenal sebagai tim paling produktif dengan torehan 74 gol. Prestasi tersebut mengantar mereka ke panggung regional, sebuah pencapaian yang dinilai Maslani sebagai alasan kuat untuk terus mendukung.
"Kami melihat perkembangan Borneo FC dan capaian yang diraih dalam kompetisi nasional sebagai salah satu alasan penting bagi Pupuk Kaltim untuk melanjutkan dukungan ini. Borneo FC tidak hanya menunjukkan performa yang apik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tampil di level regional. Kami berharap dukungan ini dapat ikut mendorong prestasi Borneo FC sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan sepak bola Indonesia," tutur Maslani.
Selain fokus pada tim senior, aspek pembinaan pemain muda menjadi perhatian serius dalam kemitraan ini. Pupuk Kaltim, yang berbasis di Kalimantan Timur, ingin memastikan bahwa kolaborasi ini juga membuka peluang bagi anak-anak dan remaja di wilayah tersebut untuk mengembangkan kemampuan melalui sepak bola. Bontang dan sekitarnya menjadi sasaran utama program pembinaan.
"Pembinaan talenta muda menjadi bagian penting dari keberlanjutan ekosistem sepak bola nasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, khususnya Kalimantan Timur dan Bontang untuk mengembangkan kemampuan dan masa depan melalui sepak bola," imbuh Maslani.
Dengan dukungan yang telah dipastikan, Borneo FC kini dapat lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi jadwal padat empat kompetisi. Tantangan terberat tentu datang dari AFC Challenge League dan ASEAN Club Championship, di mana mereka akan bersaing dengan klub-klub kuat dari Asia dan Asia Tenggara. Keberhasilan di level regional tidak hanya akan mengangkat nama klub, tetapi juga memperkuat posisi sepak bola Indonesia di kancah internasional.
Ke depan, publik akan menantikan apakah kemitraan ini mampu mendorong Borneo FC meraih gelar juara domestik sekaligus bersaing di level Asia. Jika berhasil, model kolaborasi antara klub dan perusahaan daerah seperti ini bisa menjadi contoh bagi tim lain dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.



