Sertijab Kapolri dan Wakapolri Digelar di Mabes Polri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara
Baca dalam 60 detik
- Komjen Suyudi Ario Seto dan Komjen Wahyu Hadiningrat dilantik Presiden Prabowo pada Kamis (1/10) sebagai Kapolri dan Wakapolri.
- Upacara serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung Jumat (2/10) di Mabes Polri, dengan rangkaian penyerahan pataka, pisah sambut, dan pelepasan.
- Pergantian pucuk pimpinan Polri menandai babak baru reformasi internal, sementara Dedi Prasetyo beralih ke Badan Reforma Agraria Nasional.

Mabes Polri bersiap menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolri dan Wakapolri pada Jumat (2/10), sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Suyudi Ario Seto dan Komjen Wahyu Hadiningrat di Istana Negara. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir memastikan acara tersebut akan berlangsung di markas besar, meski detail teknisnya masih dimatangkan melalui rapat internal pada Kamis malam.
Pelantikan Suyudi menandai berakhirnya era Listyo Sigit Prabowo yang memimpin Korps Bhayangkara sejak 27 Januari 2021. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97/TK/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat utama Polri. Wahyu Hadiningrat, yang sebelumnya menjabat Asisten Utama Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena), kini mengisi kursi Wakapolri yang ditinggalkan Komjen Dedi Prasetyo.
Dedi sendiri tidak keluar dari lingkar kekuasaan. Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional, sebuah posisi yang strategis di tengah agenda pemerintahan saat ini. Sementara itu, Johnny menyatakan bahwa rapat teknis akan digelar malam ini untuk memastikan susunan acara, termasuk penyerahan pataka, pisah sambut, dan pelepasan. "Insyaallah akan dilaksanakan semuanya besok di sini, di Mabes Polri," ujar Dedi saat ditemui di Mabes Polri, Kamis (1/10).
Rotasi di tubuh Polri ini bukan sekadar pergantian kursi. Sejumlah pengamat menilai bahwa kepemimpinan Suyudi akan diuji oleh ekspektasi publik terhadap reformasi internal, terutama dalam hal transparansi penanganan kasus dan profesionalisme anggota. Latar belakang Suyudi sebagai perwira yang lama berkecimpung di bidang operasi dan pembinaan sumber daya manusia menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo menginginkan percepatan konsolidasi di tingkat bawah.
Di sisi lain, masuknya Wahyu Hadiningrat ke posisi Wakapolri membawa warna baru pada aspek perencanaan anggaran. Sebagai mantan Astamarena, ia dianggap memahami betul kebutuhan finansial korps, sehingga diharapkan mampu mendorong efisiensi dan akuntabilitas penggunaan dana. Kombinasi Suyudi-Wahyu diprediksi akan fokus pada penguatan deteksi dini gangguan keamanan serta peningkatan kesejahteraan personel.
"Persiapan sudah dilakukan, nanti ada acara penyerahan pataka, pisah sambut, dan pelepasan. Insyaallah akan dilaksanakan semuanya besok di Mabes Polri." โ Jenderal Dedi Prasetyo
Bagi publik, sertijab ini menjadi momen untuk menakar arah kebijakan Polri ke depan. Apakah Suyudi akan melanjutkan program prioritas pendahulunya, atau justru membawa perubahan signifikan dalam pendekatan keamanan? Yang jelas, transisi kepemimpinan di Mabes Polri selalu menyita perhatian karena implikasinya terhadap stabilitas nasional dan penegakan hukum.
Dengan pelantikan yang telah dilakukan, fokus kini beralih ke upacara sertijab Jumat besok. Publik menanti apakah estafet kepemimpinan ini akan diiringi komitmen kuat untuk membersihkan institusi dari praktik yang mencoreng nama Polri, atau sekadar menjadi rutinitas birokrasi tahunan.



