Lola Young Akui Napas Jadi Beban, tapi Ogah Berhenti Vape
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi asal Inggris Lola Young mengeluhkan fungsi paru-parunya terganggu akibat kebiasaan vape bertahun-tahun.
- Ia mengaku belum berencana menghentikan kebiasaan tersebut dan baru akan mencoba berhenti pada usia 45 tahun.
- Pengakuan ini muncul setelah ia sempat mundur dari panggung hiburan karena kelelahan dan menjalani pemulihan di fasilitas holistik.

Penyanyi berusia 25 tahun asal Inggris, Lola Young, mengungkapkan bahwa aktivitas bernapas kini terasa seperti pekerjaan berat. Dalam sebuah video di TikTok, ia menggambarkan paru-parunya seperti digerakkan oleh baterai dan mengaku tidak berencana menghentikan kebiasaan vape dalam waktu dekat.
Young mengisahkan pernah diberi peringatan oleh seseorang bahwa efek vape akan terasa saat ia menginjak usia 25 atau 26 tahun. Saat itu, ia mengaku meremehkan nasihat tersebut. Kini, ia menyadari peringatan itu menjadi kenyataan. "Napas terasa seperti tugas," ujarnya dalam video yang diberi keterangan "spoken word 4 ya".
Meski mengeluhkan dampak tersebut, pelantun lagu "Messy" ini menyatakan akan mencoba berhenti merokok elektrik pada usia 45 tahun. Pernyataan itu kontras dengan kondisi kesehatannya yang sempat menurun drastis. Pada September 2025, ia pingsan di atas panggung saat festival All Things Go di Forest Hills Stadium, New York, dan kemudian menjalani perawatan di sebuah fasilitas holistik selama dua bulan.
Kembalinya Young ke dunia hiburan terjadi di ajang Grammy Awards tahun ini. Ia meraih penghargaan Best Pop Solo Performance untuk lagu "Messy", yang diserahkan oleh Charli XCX. Young mengakui keputusan untuk kembali tampil tidaklah mudah. Ia sempat membatalkan seluruh tur yang sudah dinantikan demi fokus pada pemulihan.
"Anda tidak pernah tahu kapan waktu yang tepat bagi seorang artis untuk kembali setelah istirahat. Itu keputusan sulitโsaya membatalkan tur yang sangat saya nantikan," kata Young.
Dalam wawancaranya dengan The Sunday Times Style, Young menjelaskan bahwa bagian dari pemulihan adalah kesadaran diri untuk tahu kapan harus berhenti dan berkata tidak. Ia kini merasa mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak bisa, dengan tempo lebih lambat dan penuh pertimbangan.
Young juga menyebut Charli XCX sebagai sosok yang suportif. "Charli mengirim pesan manis selama saya istirahat. Dia hanya mengatakan mendukung dan ada untuk saya," ujarnya. Ia menegaskan bahwa perjalanan pemulihannya masih berlangsung dan berpesan kepada siapa pun yang bergulat dengan kecanduan agar tidak merasa sendirian.
Fenomena vape di kalangan musisi muda bukan hal baru. Di Indonesia, kebiasaan ini juga meningkat di kalangan generasi muda, terutama di kota-kota besar. Meski pemerintah telah melarang iklan dan promosi vape, tantangan regulasi dan kesadaran kesehatan tetap menjadi pekerjaan rumah bersama.
Ke depan, publik akan menantikan apakah Young benar-benar menepati janjinya untuk berhenti pada usia 45 tahun, atau justru merevisi target tersebut seiring kesadaran kesehatan yang meningkat. Yang jelas, pengakuannya menjadi cermin bahwa gaya hidup modern kerap berbenturan dengan kesehatan jangka panjang.



