The Witcher 3 Remastered Diterpa Bug, CD Projekt Red Rilis Dua Hotfix dalam Sehari
Baca dalam 60 detik
- CD Projekt Red merilis dua hotfix untuk The Witcher 3 Remastered dalam hitungan jam setelah peluncuran pada 29 September.
- Patch 5.00b dan 5.00c mengatasi masalah grafis, penyimpanan, dan audio voiceover yang dikeluhkan pemain PC.
- Perbaikan untuk konsol menyusul, sementara ekspansi Songs of the Past dan The Witcher 4 sudah dalam pengembangan.

Peluncuran The Witcher 3: Remastered pada 29 September lalu tidak sepenuhnya mulus. CD Projekt Red (CDPR) langsung bergerak cepat dengan merilis dua hotfix dalam waktu kurang dari 24 jam untuk mengatasi berbagai keluhan pemain, terutama di platform PC.
Hotfix pertama, patch 5.00b, hadir tak lama setelah game dirilis. Pembaruan ini menyasar sejumlah masalah grafis, termasuk penyesuaian pencahayaan, perbaikan bug DLSS pada Xbox Play Anywhere di PC, serta menyelaraskan versi konsol dengan PC. Meski terbilang minor, langkah ini menjadi sinyal bahwa CDPR berkomitmen memperbaiki pengalaman bermain secepat mungkin.
Beberapa jam kemudian, patch 5.00c menyusul. Hotfix kedua ini khusus untuk versi PC di Steam, GOG, Epic Games Store, Battle.net, dan Xbox Play Anywhere. Ada dua perbaikan krusial: pertama, masalah penyimpanan dan pemuatan game yang gagal ketika jalur folder Documents mengandung karakter khusus. Kedua, bug audio yang membuat suara voiceover menjadi jauh lebih pelan dibandingkan efek suara lain setelah pemain membuka menu pause. CDPR memastikan kedua masalah tersebut telah teratasi.
Meski demikian, pemain konsol masih harus bersabar. Marcin Momot, social media director CDPR, mengonfirmasi melalui Twitter bahwa perbaikan untuk masalah volume suara di konsol akan menyusul, namun belum ada tanggal pasti. Hal ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pemain yang telah menantikan versi remaster ini.
"Kami sedang mengerjakan perbaikan untuk masalah voiceover di konsol secepatnya," tulis Momot dalam cuitannya.
Di balik masalah teknis ini, CDPR memiliki agenda besar untuk waralaba The Witcher. Ekspansi baru berjudul Songs of the Past akan hadir tahun depan, dikembangkan bersama Fool's Theory. Ekspansi ini disebut akan membawa pemain ke wilayah baru dan memiliki skala serupa dengan Blood and Wine. Setelah itu, The Witcher 4 yang dibintangi Ciri sebagai protagonis utama dijadwalkan rilis pada 2028. Fool's Theory juga tengah menggarap remake The Witcher pertama, meski proyek tersebut tampaknya belum menjadi prioritas utama saat ini.
Bagi industri game global, respons cepat CDPR menunjukkan pentingnya manajemen pasca-rilis. Namun, munculnya bug pada peluncuran remaster ini juga mengingatkan bahwa bahkan studio besar sekalipun tidak luput dari masalah teknis. Di Indonesia, komunitas penggemar The Witcher cukup besar, terutama di kalangan gamer PC. Perbaikan ini tentu disambut baik, meski mereka yang bermain di konsol masih harus menunggu.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah CDPR dapat menjaga momentum dengan merilis perbaikan konsol tepat waktu, dan apakah ekspansi serta sekuel yang dinanti akan bebas dari masalah serupa. Dengan jadwal rilis yang padat, manajemen kualitas akan menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan penggemar.



