Enam Bulan Perbaikan Windows 11: Performa Naik, tetapi Bug dan Iklan Masih Jadi PR Besar Microsoft
Baca dalam 60 detik
- Microsoft telah mengoptimalkan RAM untuk perangkat 8GB, mempercepat booting, dan merampingkan proses setup Windows 11.
- Fitur pencarian dan menu klik kanan kini lebih bersih, sementara kontrol privasi per aplikasi mulai diuji.
- Meski begitu, banjir bug serius dan iklan yang menyusup di sistem tetap menjadi keluhan utama pengguna.

Memasuki bulan keenam kampanye perbaikan Windows 11, Microsoft menunjukkan kemajuan signifikan pada sisi performa, terutama untuk perangkat dengan memori terbatas. Namun, sejumlah masalah mendasar seperti bug yang terus muncul dan iklan yang menyusup ke antarmuka sistem masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Sejak Agustus lalu, Microsoft menargetkan optimalisasi memori untuk perangkat ber-RAM 8GB, yang selama ini dianggap pas-pasan untuk menjalankan Windows 11. Langkah ini kian relevan karena krisis RAM global membuat produsen laptop lebih sering mengandalkan konfigurasi 8GB ketimbang 16GB yang harganya melonjak. Microsoft mengklaim tujuannya adalah mengurangi jejak memori Windows agar pengalaman pengguna tetap responsif di berbagai perangkat.
Selain itu, Microsoft mempercepat waktu booting dan login melalui Windows Hello, serta merampingkan proses instalasi. Perbaikan ini disambut baik, meski sebagian pengguna menilai seharusnya sudah dilakukan sejak lama. Peningkatan juga terlihat pada fitur pencarian yang kini mampu menemukan file dengan nama panjang, menangani salah ketik, dan menampilkan hasil setelah dua karakter. Yang tak kalah penting, pengguna akhirnya bisa mematikan hasil pencarian web dan saran dari Microsoft Store yang selama ini mengganggu.
Perombakan menu klik kanan juga menjadi sorotan. Microsoft memangkas opsi yang dianggap tidak perlu, mempercepat waktu muat, dan berencana mengembalikan tata letak seperti di Windows 10. Sementara itu, fitur kontrol privasi per aplikasi yang tengah diuji coba akan memberi pengguna keleluasaan mengatur izin kamera dan mikrofon untuk masing-masing aplikasi, tidak lagi hanya satu tombol master untuk semua.
"Kami ingin mengurangi jejak memori Windows untuk menghadirkan pengalaman yang cepat dan responsif di PC yang digunakan pelanggan setiap hari," ujar pihak Microsoft dalam pengumumannya.
Meski begitu, masalah bug masih menjadi momok. Dalam sebulan terakhir saja, fitur backup yang rusak dan gangguan audio akibat pembaruan Windows menjadi bukti bahwa kualitas pengujian perlu dibenahi. Microsoft dianggap belum serius menangani akar masalah ini, padahal pengguna kerap mengeluhkan performa dan bug sebagai dua hal terpenting yang harus diperbaiki.
Di sisi lain, Microsoft mulai mengurangi iklan yang tersebar di Windows 11. Panel widget kini lebih bersih, meski masih ada insiden seperti iklan penuh Harry Potter yang muncul melalui aplikasi Bing Wallpaper. Kejadian ini menunjukkan perlunya koordinasi lebih baik antara tim pengembang dan pemasaran agar promosi tidak mengorbankan pengalaman pengguna.
Salah satu permintaan yang belum terwujud adalah opsi instalasi Windows 11 dengan akun lokal, tanpa keharusan menautkan akun Microsoft. Meski ada isyarat ke arah itu, belum ada perubahan signifikan. Mengingat upaya Microsoft sebelumnya untuk mencegah celah akun lokal, opsi ini tampaknya masih jauh dari realisasi.
Bagi pengguna di Indonesia, perbaikan ini berdampak langsung pada perangkat entry-level yang banyak beredar di pasar. Dengan dominasi laptop ber-RAM 8GB, optimalisasi memori dapat memperpanjang usia pakai perangkat dan meningkatkan produktivitas. Namun, jika bug dan iklan masih sering muncul, kepercayaan pengguna terhadap ekosistem Windows bisa tergerus, terutama di segmen pengguna yang sensitif terhadap gangguan.
Ke depan, pertanyaannya apakah Microsoft mampu menuntaskan perbaikan secara menyeluruh, atau justru terjebak dalam siklus tambal sulam. Pengguna berhak menuntut sistem operasi yang stabil, aman, dan bebas dari gangguan promosi yang tidak perlu.



