IBA.PRO 21 di Brest: Smyaglikov vs Surov Jadi Duel Utama, Monson Kembali ke Ring
Baca dalam 60 detik
- IBA.PRO 21 akan digelar di Brest, Belarus, pada 25 Oktober mendatang dengan sejumlah petinju internasional dari berbagai negara.
- Duel kelas berat antara Vladislav Smyaglikov dan Teymuraz Surov menjadi sorotan utama, sementara Jeffrey Monson dijadwalkan tampil di kelas superberat.
- Kehadiran Monson dan format crossover MMA menegaskan ambisi IBA.PRO memperluas basis penggemar di luar tinju tradisional.

IBA.PRO akan kembali menggelar pertarungan internasional ke-21 di Brest, Belarus, pada 25 Oktober 2025. Bertempat di Viktoria Sports Club, acara ini menampilkan sejumlah petinju dari Belarus, Serbia, Rusia, Kuba, Armenia, Uzbekistan, dan Afrika Selatan, serta didukung oleh Federasi Tinju Belarus dan disiarkan langsung melalui jaringan Match TV.
Duel utama mempertemukan Vladislav Smyaglikov dari Belarus melawan Teymuraz Surov dari Serbia dalam pertarungan enam ronde kelas berat. Smyaglikov, finalis European Games 2019 dan BRICS Games 2024, memiliki pengalaman internasional mumpuni setelah tampil di Olimpiade Tokyo 2020 serta Kejuaraan Dunia 2021 dan 2025. Sementara Surov, yang mewakili Serbia di ring profesional, merupakan peraih medali perunggu Kejuaraan Nasional Rusia di Saransk pada September lalu dan adik dari juara dunia 2025 serta juara Eropa 2026, David Surov.
Kedua petinju telah mencicipi kemenangan di ajang IBA.PRO. Surov menghentikan rekan senegaranya, Bekhan Israilov, pada IBA.PRO 17 di Ufa April lalu, sedangkan Smyaglikov mengalahkan Dimuntu Shapito dari RD Kongo melalui keputusan angka di IBA.PRO 5 di Brest, Mei 2025. Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat rekor keduanya yang sama-sama belum terkalahkan di seri tersebut.
Selain laga utama, kartu ini juga menyajikan pertemuan antara Igor Sviridchenkov dari Rusia dan Viktar Murashkin dari Belarus di kelas 71 kg. Sviridchenkov, 25 tahun, juara Rusia dua kali dan peraih Piala Rusia 2026, memulai debut profesionalnya pada Oktober 2025 dan telah mengantongi dua kemenangan dalam sebulan. Murashkin, 33 tahun, memiliki pengalaman lebih banyak setelah berbagi ring dengan nama-nama seperti Vadim Tukov, Gleb Bakshi, dan Andrey Sirotkin.
Kartu juga menampilkan Alexander Rodionov (BLR) melawan Victor Perez (CUB) di kelas 66,7 kg, Alik Hovhannisyan (ARM) melawan Leo Careri (RSA) di kelas 79,4 kg, serta Arina Danilchik (BLR) melawan Sevinch Khurramova (UZB) di kelas 69,9 kg. Aksi crossover melengkapi acara dengan Alexander Nekrash (BLR) menghadapi Shoxrux Ilhomov (UZB) di MMA kelas 90 kg dan Vladislav Novitsky (BLR) melawan Erik Khachatryan (ARM) di MMA kelas 69,9 kg.
Yang tak kalah menarik, legenda grappling dan veteran MMA Jeffrey Monson dijadwalkan bertarung melawan Ivan Sholtoianu dari Moldova dalam empat ronde kelas superberat dengan durasi dua menit per ronde. Monson, yang memegang kewarganegaraan Rusia dan Amerika Serikat, merupakan multiple champion ADCC Submission Wrestling.
"Kembalinya IBA.PRO ke Belarus menegaskan misi kami memberikan atlet elit kesempatan bertarung di panggung dunia. IBA.PRO 21 menghadirkan daftar internasional yang beragam, memadukan tinju tradisional level tinggi dengan pertarungan crossover yang mendebarkan," ujar Sekretaris Jenderal & CEO IBA, Chris Roberts OBE.
Roberts juga menyoroti laga Smyaglikov vs Surov dan Sviridchenkov vs Murashkin sebagai bukti komitmen IBA.PRO menguji talenta muda melawan lawan berpengalaman. Ia berharap acara di Brest kembali berlangsung meriah dan terus memperluas batas cabang olahraga tempur.
Bagi penggemar tinju Tanah Air, ajang ini bisa menjadi referensi perkembangan tinju profesional di kawasan Eropa Timur, terutama dalam hal format crossover yang menggabungkan disiplin tinju dan MMA. Meski tidak ada petinju Indonesia yang tampil, kesuksesan IBA.PRO 21 dapat mendorong penyelenggara lokal untuk menghadirkan konsep serupa dengan melibatkan atlet nasional.
Dengan semakin banyaknya ajang internasional yang memadukan berbagai disiplin, akankah IBA.PRO 21 menjadi tonggak baru dalam industri olahraga tempur global? Publik menantikan aksi di Brest pada 25 Oktober mendatang.



