Prabowo Usulkan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Calon Kapolri, DPR Siap Fit and Proper Test
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto mengirim surat resmi ke DPR untuk mengusulkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
- Suyudi saat ini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.
- Proses pergantian pucuk pimpinan Polri ini menandai babak baru dalam konsolidasi keamanan nasional di bawah pemerintahan Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Surat presiden (surpres) bernomor tertanggal 30 September itu diterima langsung oleh pimpinan DPR RI pada Rabu pagi, membuka jalan bagi uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III.
Langkah ini menandai pertama kalinya Prabowo mengajukan calon Kapolri sejak dilantik pada Oktober 2024. Suyudi, yang kini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), dipandang sebagai figur yang memiliki rekam jejak panjang di bidang pemberantasan narkoba dan operasi kepolisian. Pencalonannya mengisyaratkan arah baru kepemimpinan Polri, terutama dalam memperkuat sinergi antara BNN dan Korps Bhayangkara.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyatakan bahwa pihaknya akan langsung menindaklanjuti surpres tersebut dengan menggelar fit and proper test. "Pagi ini pimpinan DPR menerima surat dari presiden tertanggal 30 September perihal usulan pemberhentian dari jabatan dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri," ujarnya. Menurut Habiburokhman, proses uji kelayakan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan seluruh anggota Komisi III.
"Kami akan segera menjadwalkan fit and proper test untuk mendalami visi, misi, dan kompetensi calon Kapolri," tegas Habiburokhman.
Pergantian Kapolri selalu menjadi momen krusial dalam lanskap politik dan keamanan Indonesia. Suyudi akan menghadapi tantangan berat, mulai dari reformasi internal Polri, penanganan konflik agraria, hingga penguatan keamanan siber. Publik dan DPR tentu akan menyoroti komitmennya dalam memberantas korupsi dan menjaga netralitas institusi menjelang Pilkada serentak 2026.
Jika disetujui, Suyudi akan menjadi Kapolri ke-26 sejak era reformasi. Ia diharapkan mampu melanjutkan program prioritas Prabowo, termasuk pemberantasan narkoba dan penegakan hukum yang berkeadilan. Dukungan dari DPR menjadi kunci, namun ujian sesungguhnya adalah kepercayaan publik yang harus diraih melalui kinerja nyata di lapangan.
Dengan pengalaman memimpin BNN, Suyudi dinilai memiliki kapasitas untuk membenahi koordinasi antarlembaga. Namun, ia juga dituntut untuk segera beradaptasi dengan dinamika politik nasional yang kian kompleks. Publik menanti apakah fit and proper test akan berjalan lancar atau justru memunculkan dinamika baru di Senayan.



