Konservatif Inggris Janji Hapus Batas £100.000 untuk Subsidi Pengasuhan Anak
Baca dalam 60 detik
- Partai Konservatif berencana menghapus ambang batas pendapatan £100.000 per orang tua agar keluarga tetap menerima bantuan biaya pengasuhan anak.
- Langkah ini diklaim sebagai awal reformasi pajak yang lebih adil dan pro-pertumbuhan, dengan pembiayaan dari pemangkasan badan publik.
- Kebijakan ini memicu debat soal keadilan fiskal dan efektivitasnya dalam mendorong partisipasi kerja orang tua di Inggris.

Partai Konservatif Inggris mengumumkan komitmen untuk menghapus batas pendapatan £100.000 per tahun yang selama ini menjadi syarat kelayakan bantuan pengasuhan anak di Inggris. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh pemimpin partai, Kemi Badenoch, dalam wawancara dengan BBC, dan menjadi sorotan utama dalam konferensi tahunan partai di Birmingham.
Aturan yang berlaku sejak September 2025 memberikan hak 30 jam pengasuhan anak gratis bagi orang tua yang bekerja dengan anak usia sembilan bulan hingga empat tahun. Namun, jika salah satu orang tua berpenghasilan melebihi £100.000, keluarga tersebut kehilangan seluruh akses ke skema bantuan pemerintah maupun program bebas pajak. Kondisi ini oleh kalangan ekonom disebut sebagai "jurang tebing" yang dapat merugikan orang tua secara finansial meski mereka mendapat kenaikan gaji signifikan.
Badenoch menegaskan bahwa partainya tidak ingin melihat pekerja keras dihukum karena penghasilan mereka. "Yang kami inginkan adalah agar orang yang bekerja lebih keras tidak dihukum karenanya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah meningkatkan partisipasi angkatan kerja, terlepas dari seberapa besar pendapatan seseorang. Ketika ditanya apakah seseorang dengan penghasilan £1 juta per tahun tetap berhak atas pengasuhan anak gratis, Badenoch menjawab bahwa yang terpenting adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan tidak menghukum kerja keras.
Kebijakan ini disebut sebagai langkah pertama dalam upaya lebih luas untuk merombak sistem pajak yang dianggap menghambat insentif bekerja dan berinvestasi. Juru bicara keuangan bayangan, Andrew Griffith, akan menjadikan tema ini sebagai inti pidatonya dalam konferensi. Menurutnya, menghapus batas pengasuhan anak adalah awal dari misi menghadirkan pajak yang lebih rendah, sederhana, dan adil.
Partai Konservatif berargumen bahwa ambang batas saat ini dihitung berdasarkan penghasilan individu, bukan rumah tangga, sehingga menimbulkan ketidakadilan. Mereka juga menyoroti potensi dampak demografis: beberapa keluarga mungkin menunda memiliki anak atau memilih untuk tidak memiliki anak sama sekali demi mempertahankan akses bantuan. Oleh karena itu, penghapusan batas ini diklaim sebagai kebijakan yang pro-keluarga sekaligus pro-pertumbuhan.
"Menghapus batas pengasuhan anak ini adalah langkah pertama dalam misi kami untuk menghadirkan pajak yang lebih rendah, lebih sederhana, dan lebih adil secara menyeluruh," ujar Andrew Griffith dalam pernyataannya.
Untuk mendanai kebijakan ini, Partai Konservatif berencana memangkas jumlah pegawai negeri yang bekerja di badan publik non-departemen eksekutif, seperti Arts Council England dan Environment Agency. Langkah ini diklaim akan menghemat £1,6 miliar pada 2029-30, cukup untuk menutupi estimasi biaya penghapusan batas pengasuhan anak sebesar £700 juta.
Meski demikian, kebijakan ini menuai kritik dari sejumlah ekonom yang menilai bahwa penghapusan batas justru dapat memperlebar ketimpangan fiskal. Mereka berpendapat bahwa subsidi untuk keluarga berpenghasilan sangat tinggi tidak efisien dan berpotensi menggerus penerimaan negara. Di sisi lain, pendukung kebijakan ini melihatnya sebagai cara efektif untuk mencegah "perangkap pendapatan" yang membuat orang tua enggan menerima promosi atau bekerja lebih banyak.
Badenoch tiba di Birmingham pada Sabtu lalu dengan membawa pesan bahwa partainya telah berubah sejak kekalahan dalam pemilihan umum 2024. Saat ini, Partai Konservatif berada di posisi ketiga dalam survei elektabilitas, di belakang Partai Buruh dan Reform UK. Konferensi ini diharapkan menjadi panggung untuk memaparkan agenda kebijakan yang lebih konkret menjelang pemilu berikutnya.
Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, Inggris akan menjadi salah satu negara dengan sistem dukungan pengasuhan anak yang paling longgar bagi kelompok berpenghasilan menengah ke atas. Pertanyaannya, apakah langkah ini akan benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi seperti yang diklaim, atau justru menciptakan beban fiskal baru yang harus ditanggung generasi mendatang?



