Saham Meta Cetak Bulan Terbaik Sejak 2022, Modal AI Muse Jadi Pendorong
Baca dalam 60 detik
- Saham Meta ditutup di $725,18 pada akhir September, melonjak 27% dibanding akhir Agustus dan menjadi kinerja bulanan terkuat sejak November 2022.
- Peluncuran aplikasi agen AI pribadi Muse pada 8 September menyalip unduhan ChatGPT di iOS, memicu optimisme investor terhadap lini bisnis AI perusahaan.
- Meta memperluas ambisi AI ke segmen enterprise dengan merekrut mantan CEO MongoDB dan menyiapkan unit bisnis baru, berpotensi mengubah peta persaingan AI global.

Saham Meta Platforms Inc. menutup September dengan kenaikan 27% menjadi $725,18 per lembar, menjadikannya bulan terbaik perseroan sejak November 2022. Lompatan ini didorong oleh antusiasme pasar terhadap produk kecerdasan buatan terbaru mereka, Muse, yang diluncurkan pada 8 September dan langsung menyalip ChatGPT milik OpenAI dalam jumlah unduhan di App Store iOS.
Pencapaian ini menandai pembalikan besar bagi Meta. Pada November 2022, saham mereka juga mencatat kinerja impresif, tetapi saat itu justru karena pasar merespons peluncuran ChatGPT yang memicu kekhawatiran sekaligus harapan akan revolusi AI. Kini, posisi berbalik: Meta tidak lagi sekadar penonton, melainkan pemain yang diperhitungkan di pasar agen AI yang masih muda.
Momentum ini diperkuat oleh ajang Meta Connect pada September lalu. Dalam acara tersebut, CEO Mark Zuckerberg menyebut Muse sebagai "centerpiece" strategi produk dan bisnis perusahaan, sekaligus memperkenalkan perangkat keras baru seperti liontin AI Muse Charm. Langkah ini menegaskan ambisi Meta untuk tidak hanya bersaing di ranah perangkat lunak, tetapi juga menciptakan ekosistem perangkat yang terintegrasi dengan agen AI.
Langkah Meta kian agresif di segmen enterprise. Pekan ini, perusahaan merekrut CJ Desai, mantan CEO MongoDB, untuk memimpin unit bisnis baru bernama Meta Enterprise Platform. Mereka juga meluncurkan Muse for Small Business, menyasar pelaku usaha kecil dengan teknologi agen AI. Manuver ini bersaing langsung dengan OpenAI yang baru saja memperkenalkan alat agen Dots pada Selasa lalu.
"Pasar solusi AI enterprise, termasuk kapasitas cloud, diperkirakan melampaui $1 triliun pada 2028. Kami menilai data konsumen dan aplikasi komunikasi Meta dapat memberikan keunggulan untuk penjualan AI enterprise ke perusahaan yang berfokus pada konsumen," tulis analis BofA Global Research dalam catatan Senin.
BofA juga memperkirakan distribusi API model Meta di platform hyperscaler terkemuka akan menjadi katalis berikutnya. Artinya, Meta tidak hanya mengandalkan aplikasi konsumen, tetapi juga membuka jalan bagi pengembang dan perusahaan lain untuk mengintegrasikan teknologi mereka.
Bagi Indonesia, dinamika ini memiliki implikasi tidak langsung namun signifikan. Meta adalah salah satu investor terbesar dalam infrastruktur digital di Asia Tenggara, termasuk rencana pusat data di Batam dan konektivitas kabel bawah laut. Jika bisnis AI enterprise Meta tumbuh, permintaan akan kapasitas komputasi dan talenta AI di kawasan akan meningkat. Perusahaan rintisan AI lokal dan penyedia layanan cloud dalam negeri perlu bersiap menjadi mitra atau pesaing dalam rantai pasok global yang sedang bergeser.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah Meta bisa mencetak laba dari AI, melainkan seberapa cepat mereka dapat mengubah euforia pasar menjadi pendapatan berulang. Dengan peluncuran produk yang beruntun dan perekrutan eksekutif kunci, Meta tampak serius ingin mengunci posisinya di era agen AI. Namun, tekanan dari OpenAI, Google, dan pemain lain akan terus menguji ketahanan strategi mereka.



