Cadillac Atasi Overheat Rem, Bottas Klaim Suhu Turun 100 Derajat Celsius
Baca dalam 60 detik
- Cadillac berhasil memangkas suhu rem depan hingga 100 derajat Celsius melalui pembaruan saluran pendingin yang diperkenalkan di GP Azerbaijan.
- Keberhasilan ini menjadi angin segar setelah serangkaian masalah rem panas yang menyebabkan Bottas gagal finis di Hungaria, Monako, dan Austria.
- Rekrutmen tiga insinyur senior dari tim papan atas diyakini bakal mempercepat pengembangan mobil untuk musim depan, meski Perez pesimistis menghadapi sirkuit Sepang.

Tim Formula 1 pendatang baru, Cadillac, akhirnya menemukan solusi atas salah satu kelemahan terbesar mobil MAC-26 mereka. Pembalap Valtteri Bottas mengungkapkan bahwa suhu rem depan telah turun sekitar 100 derajat Celsius berkat pembaruan sistem pendingin yang diperkenalkan pada Grand Prix Azerbaijan. Perbaikan ini menjadi krusial setelah serangkaian kegagalan finis akibat rem overheat menghantui tim sepanjang musim perdananya.
Masalah rem memang menjadi momok bagi Cadillac. Bottas terpaksa menghentikan lajunya di Hungaria, Monako, dan Austria karena rem yang terlalu panas. Rekan setimnya, Sergio Perez, juga mengalami nasib serupa di Red Bull Ring. Bahkan di Grand Prix Spanyol, kedua pembalap harus mengemudikan mobil dengan hati-hati agar suhu rem tidak melonjak. Upaya perbaikan awal di Hungaroring dengan memperbarui permukaan scoop dan aperture tidak membuahkan hasil signifikan. Baru setelah tim merombak profil saluran masuk dan keluar pendingin di Azerbaijan, grafik suhu mulai menunjukkan perbaikan nyata.
"Kami sudah mengurangi sekitar 100 derajat suhu rem berdasarkan data dari spesifikasi sebelumnya, itu memberi kami margin lebih," ujar Bottas kepada Motorsport.com. Ia menambahkan bahwa sirkuit Sepang yang panas bisa menjadi ujian sesungguhnya akhir pekan ini. Sementara itu, Perez menyoroti peningkatan power unit Ferrari ADUO 2 yang hanya bernilai "satu setengah persepuluh detik". "Bukan langkah yang kami butuhkan, tapi setiap perbaikan berarti," katanya.
"Tim ini menunjukkan keseriusan dan komitmen mereka di Formula 1. Rekrutan ini akan mendorong kami maju. Mobil ini masih sangat dasar, jadi saya berharap besar pada musim depan." โ Sergio Perez
Di balik perbaikan teknis, Cadillac juga bergerak di lini sumber daya manusia. Akhir pekan lalu, tim mengumumkan tiga perekrutan strategis: Craig Skinner, mantan chief designer Red Bull, kini menjabat chief development engineer; Eric Blandin, eks deputy tech chief Aston Martin, sebagai head of aerodynamics; dan Tim Lean, aerodinamis yang pernah memperkuat McLaren, Red Bull, dan Ferrari, dipercaya sebagai chief engineer aerodynamics modelling and simulation. Perez menyambut baik kehadiran mereka, terutama Skinner yang pernah bekerja dengannya di Red Bull. "Dia membuat perbedaan besar pada lantai mobil saya. Saat kami kesulitan stabilitas masuk tikungan di Baku, dia menemukan solusi packer di lantai yang mengubah keseimbangan mobil. Sayang lantai itu hancur setelah kecelakaan Carlos Sainz, tapi itu langkah bagus," kenang Perez.
Meski demikian, Perez tidak memasang ekspektasi tinggi untuk Grand Prix Bahrain di Malaysia. Ia memperkirakan Cadillac akan kembali kesulitan di Sepang yang memiliki tikungan cepat dan menyapu. "Saya tidak menantikan Malaysia. Saya pikir kami akan kembali ke realitas kami," ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan kesadaran bahwa perbaikan rem hanyalah satu dari sekian banyak tantangan yang harus diatasi tim debutan.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, dinamika Cadillac menjadi cerminan bagaimana tim baru harus berjuang keras menutup ketertinggalan teknis. Kehadiran insinyur-insinyur top dari rival-rival besar menunjukkan bahwa modal manusia tetap menjadi kunci dalam kompetisi teknologi sekelas F1. Sementara itu, sirkuit Sepang yang akan menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain di Malaysia akhir pekan ini bisa menjadi indikator apakah perbaikan rem Cadillac benar-benar solid atau hanya bersifat sementara. Jika suhu rem kembali meroket di tikungan cepat Sepang, tekanan pada tim akan semakin besar. Sebaliknya, jika Bottas dan Perez mampu menyelesaikan balapan tanpa kendala, fondasi untuk musim depan mulai terbangun.



