Tanpa Thom Haye, Nathan Tjoe-A-On Jadi Kunci Lini Tengah Indonesia Hadapi Bangladesh
Baca dalam 60 detik
- Nathan Tjoe-A-On diproyeksikan mengisi posisi Thom Haye yang absen karena kartu merah saat melawan Malaysia.
- Kehadiran Nathan diharapkan menjaga keseimbangan lini tengah sekaligus meningkatkan efektivitas bola mati Indonesia.
- Duel melawan Bangladesh menjadi penentu bagi Indonesia untuk mengejar agregat gol demi tiket ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026.

Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Laga ini krusial karena Indonesia tidak hanya wajib menang, tetapi juga perlu mencetak gol sebanyak mungkin untuk menyalip Malaysia dalam perebutan tiket ke final. Situasi semakin rumit karena gelandang Thom Haye harus absen akibat kartu merah pada pertandingan sebelumnya melawan Malaysia.
Pelatih John Herdman dituntut meracik ulang lini tengah yang kehilangan sosok pengatur serangan. Menurut pengamat sepak bola senior, Gusnul Yakin, solusi paling tepat adalah menurunkan Nathan Tjoe-A-On sejak menit awal. Pemain Willem II Tilburg itu dinilai memiliki agresivitas dan mobilitas yang mumpuni untuk mengisi kekosongan peran Thom Haye.
"Dari stok pemain yang ada, Nathan Tjoe-A-On jadi pilihan terbaik untuk mengisi posisi Thom Haye. Dia tak hanya agresif dalam menyerang, tapi juga rajin turun membantu serangan. Jadi keseimbangan lini tengah tetap solid," ujar Gusnul Yakin.
Dengan masuknya Nathan, Joey Pelupessy dan Ivar Jenner diprediksi berduet sebagai gelandang bertahan untuk memfilter serangan Bangladesh. Formasi ini diharapkan memberi kebebasan bagi Nathan untuk bergerak maju dan menciptakan peluang. Selain itu, kemampuan tendangan bebasnya menjadi nilai tambah, mengingat Indonesia belum maksimal memanfaatkan set piece dalam dua laga sebelumnya.
Gusnul Yakin menambahkan bahwa kualitas bola mati Nathan bisa menjadi pembeda. "Set piece bola mati salah satu cara untuk mencetak gol. Nathan Tjoe-A-On punya kualitas itu. Alur tendangannya dari area permainan dan sepak pojok sering berbahaya," jelasnya. Ia juga memprediksi Bangladesh akan mengajak Indonesia bermain cepat dan adu stamina.
Bagi Indonesia, laga ini bukan sekadar ajang pembuktian di level regional. FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen resmi di bawah naungan FIFA, sehingga performa di sini akan memengaruhi peringkat Indonesia di mata dunia. Kemenangan besar atas Bangladesh akan menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola nasional, terutama menjelang agenda internasional berikutnya.
Keputusan Herdman untuk memercayakan lini tengah kepada Nathan Tjoe-A-On patut dicermati. Pemain berusia 24 tahun itu memiliki pengalaman bermain di Eredivisie Belanda, yang bisa menjadi modal berharga untuk menghadapi tekanan laga krusial. Namun, adaptasi cepat tetap diperlukan karena ia belum banyak mendapat menit bermain di turnamen ini.
Jika Nathan mampu tampil sesuai ekspektasi, bukan tidak mungkin Indonesia mengamankan tiket ke final. Sebaliknya, kegagalan memaksimalkan peluang bisa berujung pada kekecewaan. Akankah Nathan Tjoe-A-On menjadi pembeda yang membawa Garuda terbang ke partai puncak?



