Peretas Bitget Pindahkan Rp63 Miliar ke Zcash, Jejak Dana Makin Sulit Dilacak
Baca dalam 60 detik
- Peretas yang membobol Bitget senilai $387,5 juta mengalihkan sekitar $3,9 juta dalam ZEC ke shielded pool Ironwood, menyembunyikan jejak transaksi.
- Langkah ini mempersulit investigasi karena Zcash menyamarkan pengirim, penerima, dan jumlah dalam transaksi privat.
- Otoritas dan bursa menghadapi tantangan baru dalam penegakan hukum aset kripto, sementara pelaku terus mencari celah privasi.

Peretas yang bertanggung jawab atas pembobolan bursa kripto Bitget senilai $387,5 juta kembali memindahkan dana curian. Kali ini, sekitar $3,9 juta dalam bentuk zcash (ZEC) dialirkan ke Ironwood, shielded pool terbaru milik Zcash, pada Rabu (30/9). Langkah ini diduga untuk menyulitkan pelacakan dana oleh penegak hukum dan bursa yang berupaya memulihkan aset.
Berdasarkan catatan transaksi yang ditinjau CoinDesk, sebanyak 2.746 ZEC masuk ke Ironwood melalui tiga transfer antara pukul 08:15 dan 08:46 UTC. Investigator blockchain anonim ZachXBT pertama kali melaporkan pergerakan ini. Dana tersebut berasal dari dua alamat perantara yang didanai oleh dompet yang diidentifikasi Bitget sebagai milik penyerang, yang menerima hampir 18.917 ZEC saat insiden 24 September lalu.
Zcash menawarkan dua jenis transaksi: publik dan privat. Dalam shielded pool, detail seperti pengirim, penerima, dan jumlah transaksi tidak dapat dilihat oleh publik. Meskipun demikian, jumlah ZEC yang masuk dan keluar dari pool tetap terlihat. Investigator dapat mencocokkan titik masuk dan keluar berdasarkan waktu, jumlah, dan metadata lain, tetapi Zcash tidak menyediakan jejak transaksi yang menghubungkan keduanya.
Deposit terbaru ini hanya sebagian kecil dari total dana yang dicuri. Sebelumnya, CoinDesk melacak sekitar $6,3 juta dalam bentuk ether yang ditukar menjadi bitcoin melalui THORChain dari salah satu dompet terkait penyerang. Swap tersebut meninggalkan jejak publik karena melibatkan transaksi lintas rantai. Sementara itu, upaya Bitget untuk memblokir pergerakan dana melalui THORChain ditolak, seperti dilaporkan sebelumnya.
"Zcash memang dirancang untuk privasi, tetapi bukan berarti tidak bisa dilacak sama sekali. Investigator masih bisa menganalisis pola keluar-masuk pool," ujar seorang analis keamanan blockchain yang tidak ingin disebutkan namanya.
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi peringatan serius. Industri kripto domestik yang tengah tumbuh pesat perlu memperkuat sistem keamanan dan kerja sama internasional dalam melacak aset ilegal. Regulator seperti Bappebti dan OJK diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang mengantisipasi penyalahgunaan teknologi privasi untuk pencucian uang. Selain itu, bursa lokal harus meningkatkan protokol anti-pencucian uang (AML) dan verifikasi transaksi lintas batas.
Ke depan, para pelaku kejahatan siber kemungkinan akan semakin memanfaatkan fitur privasi kripto untuk menyembunyikan jejak. Di sisi lain, penegak hukum dan perusahaan analitik blockchain terus mengembangkan metode untuk menembus lapisan privasi tersebut. Pertanyaannya, apakah regulasi global mampu mengejar inovasi teknologi yang semakin canggih, atau justru sebaliknya?



