Bose Rilis Earbuds Kabel USB-C dengan ANC, Incar Pasar Pengguna yang Ogah Repot Mengisi Daya
Baca dalam 60 detik
- Bose memperkenalkan Noise Cancelling Wired Earbuds, earphone kabel USB-C dengan fitur active noise cancellation, dijual US$99 dan siap dikirim mulai 15 Oktober.
- Perangkat ini menyasar segmen pengguna yang mengutamakan koneksi langsung tanpa baterai, mendukung audio lossless 24-bit/48kHz, dan dilengkapi mode transparansi.
- Langkah Bose berpotensi mengguncang pasar aksesori audio Indonesia yang masih didominasi model wireless, sekaligus menawarkan alternatif bagi konsumen yang jenuh mengisi daya.

Bose resmi meluncurkan sepasang earphone kabel bertenaga USB-C yang dilengkapi teknologi peredam bising aktif (ANC). Produk bernama Bose Noise Cancelling Wired Earbuds ini dibanderol US$99 di Amerika Serikat dan €100 di Eropa, dengan preorder dibuka untuk warna Black dan White Smoke. Pengiriman perdana dijadwalkan mulai 15 Oktober mendatang.
Keputusan Bose menghadirkan kembali earphone kabel di tengah dominasi perangkat nirkabel menjadi sinyal bahwa segmen ini belum sepenuhnya mati. Perusahaan asal Amerika Serikat itu menyasar konsumen yang enggan berurusan dengan pengisian daya baterai dan lebih memilih menancapkan headset langsung ke port USB-C ponsel, laptop, atau konsol game. Langkah ini sekaligus menjawab keluhan umum pengguna TWS yang sering kehabisan daya di momen krusial.
Secara spesifikasi, Bose membenamkan dua mikrofon di setiap earbud untuk memantau dan meredam kebisingan sekitar. Tersedia tiga mode: Quiet Mode untuk ANC penuh, Aware Mode untuk mendengar suara lingkungan, dan opsi menonaktifkan ANC sepenuhnya. Earbuds ini juga dilengkapi remote inline untuk mengatur volume dan pemutaran, sayap penstabil, serta beberapa ukuran silikon agar pas di telinga. Dukungan audio lossless melalui USB-C menjadi nilai jual utama, dengan output tetap 24-bit/48kHz.
Ulasan awal dari situs teknologi CNET memuji kualitas suara, kenyamanan, dan konstruksi kokoh perangkat ini. Namun, mereka mencatat bahwa kemampuan peredam bisingnya tidak sekuat model wireless premium Bose. Catatan itu wajar mengingat earbuds kabel ini tidak memiliki baterai internal yang biasanya memberi daya lebih besar untuk ANC.
"Earbuds ini dirancang untuk mereka yang lebih suka mencolokkan headphone ke port USB-C ponsel dan tidak ingin repot mengisi daya," demikian pernyataan Bose seperti dikutip dari siaran persnya.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran produk ini bisa menjadi angin segar di tengah membanjirnya TWS murah. Pengguna Tanah Air yang sering bepergian jauh atau bekerja di lingkungan bising mungkin melihat earphone kabel dengan ANC sebagai solusi praktis tanpa perlu membawa power bank. Namun, harga US$99 setara Rp1,6 juta (kurs Rp16.000) berpotensi membuatnya bersaing ketat dengan TWS mid-range yang menawarkan kebebasan bergerak. Distribusi resmi di Indonesia juga belum diumumkan, sehingga calon pembeli kemungkinan harus mengimpor sendiri atau menunggu kehadiran di marketplace.
Secara lebih luas, langkah Bose ini bisa memicu tren serupa dari kompetitor. Jika respons pasar positif, merek lain mungkin tergoda menghadirkan earphone kabel ber-ANC untuk ceruk pengguna yang mengutamakan kualitas suara dan koneksi stabil. Pertanyaannya, apakah konsumen Indonesia siap kembali ke kabel demi audio lossless dan bebas repot pengisian daya, atau tetap setia pada kebebasan nirkabel?



