Nick Pope Dipaksa Angkat Koper dari Newcastle, Pintu Keluar Januari Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Kiper berusia 34 tahun itu siap meninggalkan St James' Park pada bursa Januari atau menunggu status bebas transfer musim panas mendatang.
- Kedatangan Lukas Hornicek dan Jaouen membuat Pope tersingkir dari rotasi utama Matthias Jaissle meski kontraknya masih berjalan.
- Situasi ini membuka peluang bagi klub peminat untuk mendapatkan kiper berpengalaman tanpa biaya transfer jika menunggu hingga kontraknya habis.

Newcastle United bersiap kehilangan salah satu pilar era Eddie Howe. Nick Pope, kiper yang menghabiskan tiga tahun terakhir sebagai pilihan utama, kini berada di ambang pintu keluar setelah tersingkir dari skema Matthias Jaissle. Menurut laporan Football Insider, pemain berusia 34 tahun itu tengah menjajaki kemungkinan hengkang pada jendela transfer Januari, atau menunggu hingga kontraknya berakhir pada musim panas mendatang dan pergi dengan status bebas transfer.
Pergeseran ini bukan tanpa alasan. Manajemen Newcastle mendatangkan dua kiper anyar pada bursa musim panas lalu: Lukas Hornicek dan Jaouen. Hornicek langsung dipercaya sebagai kiper nomor satu, sementara Jaouen mengisi posisi pelapis. Pope, yang sebelumnya menjadi tembok terakhir dalam 131 penampilan sejak didatangkan dari Burnley pada 2022, harus menerima kenyataan pahit: tidak ada menit bermain sama sekali di Premier League musim ini.
Keputusan Jaissle untuk mengabaikan Pope menuai tanda tanya, terutama karena performa Hornicek belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam lima laga Premier League, kiper asal Ceko itu baru mencatatkan satu clean sheet. Meski demikian, Jaissle tetap pada pendiriannya. "Saya sangat menghargai apa yang telah ia lakukan sepanjang kariernya. Ia tahu situasinya saat ini dan kami harus menanganinya dengan cara terbaik," ujar Jaissle, dikutip dari Football Insider, menunjukkan rasa hormat tanpa mengubah hierarki di bawah mistar gawang.
Bagi Pope, keputusan untuk bertahan atau pergi bukan sekadar soal menit bermain. Di usia 34 tahun, ia masih ingin membuktikan kualitasnya di level tertinggi, terlebih lagi setelah menjadi bagian dari skuad yang mengakhiri puasa gelar Newcastle selama 70 tahun melalui kemenangan 2-1 atas Liverpool di final EFL Cup 2025. Momen itu menjadi puncak kariernya di Tyneside, namun juga menjadi penutup manis sebelum era baru dimulai.
"Jika ada opsi bagus untuk Nick Pope pada Januari, itu sesuatu yang mungkin ia pertimbangkan. Ia berada dalam posisi kuat karena kontraknya tersisa satu tahun. Musim panas nanti ia bisa memilih ke mana pun ia ingin pergi sebagai agen bebas," kata jurnalis Pete O'Rourke.
Dari sudut pandang Newcastle, perpisahan ini tampaknya sudah menjadi keniscayaan. Kehadiran Hornicek dan Jaouen menandakan regenerasi di posisi kiper, dan mempertahankan pemain bergaji tinggi yang tidak masuk rencana hanya akan membebani struktur finansial klub. Jika Pope pergi pada Januari, The Magpies setidaknya bisa mendapatkan sedikit dana segar. Namun jika ia menunggu hingga kontrak habis, klub harus merelakannya tanpa kompensasi apa pun.
Bagi pasar transfer Eropa, situasi Pope menawarkan peluang menarik. Kiper berpengalaman dengan rekam jejak di Premier League dan kompetisi Eropa akan menjadi incaran klub-klub yang membutuhkan penjaga gawang mapan, terutama dengan status bebas transfer yang membuatnya lebih terjangkau. Klub-klub papan tengah Liga Inggris, atau bahkan tim-tim di Serie A dan Bundesliga, bisa menjadi pelabuhan berikutnya.
Konteks Indonesia: Meski tidak secara langsung memengaruhi sepak bola nasional, dinamika di Newcastle ini menjadi cermin bagaimana klub-klub besar mengelola transisi skuad. Tim-tim Liga 1 yang tengah membangun fondasi jangka panjang bisa belajar dari keberanian Newcastle mengambil keputusan sulit demi regenerasi, meski harus melepas pemain ikonik. Di sisi lain, bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Premier League, saga Pope akan menjadi tontonan menarik hingga bursa Januari dibuka.
Ke mana Nick Pope akan berlabuh? Apakah ia akan bertahan setengah musim lagi untuk mengunci status bebas transfer, atau memilih hengkang lebih cepat demi menit bermain? Jawabannya akan mulai terkuak dalam beberapa pekan ke depan, seiring bursa transfer Januari semakin dekat.



