Paul McCartney Puji Céline Dion di Film High in the Clouds, Kolaborasi Lintas Generasi Musik
Baca dalam 60 detik
- Paul McCartney mengungkapkan kekagumannya pada Céline Dion yang bergabung dalam film animasi High in the Clouds, menyebut kontribusinya luar biasa.
- Film ini diadaptasi dari buku anak karya McCartney tahun 2005 dan menampilkan lagu-lagu orisinalnya, dengan Dion sebagai pengisi suara.
- Kolaborasi ini berpotensi memperkuat industri musik dan film global, sekaligus membuka peluang bagi pasar Indonesia.

Legenda musik Paul McCartney memberikan pujian tinggi kepada Céline Dion atas keterlibatannya dalam film animasi musikal terbaru berjudul High in the Clouds. McCartney, yang bertindak sebagai produser, mengaku terkesan dengan penampilan Dion saat merekam bagian suaranya untuk film tersebut.
Dalam unggahan di Instagram, McCartney menyatakan kegembiraannya melihat sambutan luar biasa terhadap kembalinya Dion ke panggung musik di Paris. Ia menilai Dion memiliki bakat luar biasa dan merasa beruntung dapat bekerja sama dengannya. "Saya baru saja mendengarkan beberapa bagiannya dan saya sangat terpukau. Sungguh bakat yang hebat," tulisnya.
Film High in the Clouds diadaptasi dari novel petualangan anak yang ditulis McCartney bersama Philip Ardagh pada 2005. Ceritanya mengikuti perjalanan seekor tupai remaja bernama Wirral yang berjuang membebaskan musik. Film ini juga akan menampilkan lagu-lagu orisinal yang ditulis dan dikomposeri oleh McCartney sendiri.
Selain Dion, film ini juga melibatkan sederet bintang ternama seperti Ringo Starr, Idris Elba, Himesh Patel, Hannah Waddingham, dan Lionel Richie. Proyek animasi ini digarap oleh Gaumont Animation, sementara 88 Pictures menangani aspek animasinya.
"Saya sangat senang dia menjadi bagian dari film High in the Clouds. Kami sangat beruntung memilikinya dalam tim. Tidak sabar untuk membagikannya kepada dunia," ujar McCartney.
McCartney, yang juga dikenal sebagai penulis buku anak, sebelumnya telah menerbitkan beberapa karya seperti Hey Grandude! dan Grandude's Green Submarine. Ia mengaku terinspirasi oleh cucu-cucunya dalam menulis buku. Menurutnya, tradisi mendongeng untuk anak-anak tetap memiliki tempat penting di era modern.
Keterlibatan Dion dalam proyek ini menandai langkah besar dalam kariernya setelah hiatus akibat masalah kesehatan. Kembalinya Dion ke dunia hiburan disambut hangat oleh penggemar dan industri. Kolaborasi dengan McCartney ini pun dianggap sebagai perpaduan dua ikon musik dari generasi berbeda yang dapat menarik perhatian pasar global.
Bagi Indonesia, proyek ini berpotensi memperkaya industri kreatif tanah air, terutama dalam hal adaptasi buku anak ke film animasi. Keberhasilan film ini bisa menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas generasi dan disiplin seni dapat menghasilkan karya yang mendunia. Selain itu, pasar musik dan film Indonesia yang terus tumbuh dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan konten lokal yang berkualitas.
Dengan melibatkan nama-nama besar seperti McCartney dan Dion, High in the Clouds diprediksi akan menjadi salah satu rilisan animasi paling dinanti. Apakah film ini akan menginspirasi lebih banyak musisi untuk terjun ke industri film animasi? Waktu yang akan menjawab, tetapi antusiasme yang ada saat ini menunjukkan potensi besar.



