Naughty Dog Umumkan Intergalactic: The Heretic Prophet Baru Tampil 2027, Penggemar Harus Bersabar
Baca dalam 60 detik
- Neil Druckmann memastikan gameplay dan pengungkapan penuh Intergalactic: The Heretic Prophet baru akan hadir pada 2027, bukan tahun ini.
- Studio memilih bungkam sepanjang 2026 dan absen dari The Game Awards, menegaskan proyek ini masih dalam tahap pengembangan intensif.
- Keputusan ini memicu spekulasi tentang strategi Sony di pasar konsol dan dampaknya bagi gamer Indonesia yang menantikan eksklusif PlayStation 5.

Naughty Dog akhirnya memberikan kejelasan mengenai kelanjutan proyek ambisiusnya, Intergalactic: The Heretic Prophet. Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui blog perusahaan, Neil Druckmann selaku co-president sekaligus direktur kreatif game tersebut mengonfirmasi bahwa penggemar tidak akan melihat gameplay atau pengungkapan penuh sebelum tahun 2027. Kepastian ini sekaligus mematahkan harapan akan kehadiran game di berbagai ajang penghargaan akhir tahun.
Druckmann menjelaskan bahwa Intergalactic merupakan proyek paling ambisius yang pernah digarap Naughty Dog. Meski menyadari antusiasme publik, ia menegaskan timnya masih membutuhkan waktu tambahan untuk menyempurnakan produk. "Kami perlu memasak sedikit lebih lama," ujarnya, mengisyaratkan bahwa pengembangan belum mencapai tahap yang memungkinkan untuk dipamerkan. Pernyataan ini disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan penggemar, yang memang telah menanti sejak teaser perdana hampir dua tahun lalu.
Lebih lanjut, Druckmann menyatakan bahwa Naughty Dog akan "diam" sepanjang sisa tahun ini. Artinya, tidak akan ada trailer, informasi baru, maupun demo gameplay di tahun 2026, termasuk tidak hadir di The Game Awards pada Desember mendatang. Baru pada 2027, menurutnya, "kami akan mengungkap penuh Intergalactic: The Heretic Prophet dan memberikan pandangan yang layak tentang petualangan sci-fi liar Jordan." Pernyataan ini menegaskan bahwa game tersebut masih dalam tahap produksi dan belum siap dipamerkan ke publik dalam waktu dekat.
Keputusan untuk bungkam selama lebih dari satu tahun bukan hal baru bagi Naughty Dog. Studio ini dikenal memiliki siklus pengembangan panjang, seperti yang terlihat pada The Last of Us Part II yang memakan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya dirilis. Namun, dalam konteks industri yang semakin kompetitif, jeda komunikasi selama itu bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ini membangun ekspektasi dan misteri; di sisi lain, risiko kehilangan momentum di tengah derasnya rilis game lain menjadi nyata.
"Kami tidak menganggap enteng dukungan Anda. Kami bekerja sangat keras untuk menciptakan sesuatu yang layak atas kesabaran Anda."
โ Neil Druckmann, co-president Naughty Dog
Bagi pasar Indonesia, keputusan ini memiliki implikasi tersendiri. PlayStation 5 masih menjadi salah satu konsol utama bagi gamer Tanah Air, meski harga dan ketersediaan judul eksklusif menjadi pertimbangan. Penundaan pengungkapan Intergalactic hingga 2027 berarti para pemilik PS5 di Indonesia harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan alasan kuat meng-upgrade atau membeli konsol. Di sisi lain, ini memberi ruang bagi pengembang lokal dan penerbit game lain untuk mengisi celah pasar dengan judul-judul alternatif, terutama di segmen game aksi-petualangan dan sci-fi yang selama ini didominasi oleh rilis besar Barat.
Dari kacamata industri, langkah Naughty Dog mencerminkan tren yang lebih luas: pengembangan game AAA semakin memakan waktu dan biaya. Beberapa studio besar memilih untuk tidak mengumumkan tanggal rilis hingga produk benar-benar matang, guna menghindari kekecewaan akibat penundaan berulang. Sony sebagai pemilik Naughty Dog tampaknya mendukung strategi ini, meski harus menghadapi tekanan dari para pemegang saham yang menginginkan pendapatan dari judul eksklusif. Pertanyaannya, apakah kesabaran penggemar akan terbayar dengan kualitas yang sepadan, atau justru sebaliknya?
Dengan pengumuman ini, tahun 2026 akan menjadi periode sepi bagi penggemar berat Naughty Dog. Namun, jika melihat rekam jejak studio, diam bukan berarti tidak ada pekerjaan. Justru, masa-masa senyap sering kali menjadi penanda bahwa tim sedang mengerjakan sesuatu yang besar. Kita tunggu saja apakah Intergalactic: The Heretic Prophet mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang sudah terbangun, atau justru menjadi pelajaran tentang batas kesabaran pasar.



