Solanke Mandul, Donley Gagal Manfaatkan Peluang di Tottenham
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur menghadapi krisis gol dengan hanya dua gol dalam lima laga awal Premier League, memicu pertanyaan tentang efektivitas belanja besar.
- Jamie Donley, yang dipinjamkan ke Luton Town, gagal menunjukkan kapasitasnya sebagai penyerang tengah saat membela Irlandia Utara melawan Hungaria.
- Pelatih Roberto De Zerbi perlu segera menemukan solusi di lini depan, dengan Omar Marmoush dan pemain muda menjadi opsi yang dipertimbangkan.

Tottenham Hotspur masih belum menemukan pengganti sepadan untuk Harry Kane, dan performa Dominic Solanke yang tumpul semakin memperkeruh situasi. Dengan hanya dua gol dalam lima pertandingan pembuka Premier League, manajer Roberto De Zerbi dihadapkan pada tekanan untuk segera membenahi lini serang.
Solanke, yang didatangkan dengan harga £65 juta dari Bournemouth pada musim panas 2024, belum membayar mahal investasi tersebut. Meski mencetak 16 gol di musim debutnya, ia hanya menorehkan enam gol di musim 2025/26 yang diwarnai cedera. Kini, tanpa gol dalam lima laga awal musim baru, pertanyaan tentang ketajamannya semakin menguat.
Spurs menghabiskan lebih dari £300 juta untuk memperkuat skuad musim panas ini, namun hasilnya belum terlihat. Awal musim ini menjadi yang terburuk sejak kepergian Mauricio Pochettino, bahkan lebih buruk dari era Ange Postecoglou dan Thomas Frank. Kritik pun mengarah pada strategi rekrutmen dan taktik De Zerbi.
Di tengah kesulitan mencetak gol, perhatian tertuju pada Jamie Donley, pemain muda yang dipinjamkan ke Luton Town. Donley, 21 tahun, sempat memukau De Zerbi selama pramusim. Reporter Spurs, Alasdair Gold, mengungkapkan bahwa De Zerbi sangat mengagumi kemampuan Donley. "Jamie Donley telah mengesankan Roberto De Zerbi sejauh pramusim. Saya bisa melihat alasannya. Dia memiliki banyak kemampuan, kaki kiri yang ajaib, dan saya bisa melihat mengapa De Zerbi menyukainya karena dia bisa menjadi nomor 8, nomor 10, dan De Zerbi sendiri mantan nomor 10. Dia sangat kreatif, dan tampaknya dia terlihat sangat bugar dan tajam dalam latihan," ujar Gold.
Namun, peluang Donley untuk membuktikan diri justru sirna saat ia dipasang sebagai penyerang tengah dalam laga Irlandia Utara melawan Hungaria, Senin malam. Bermain di posisi yang bukan spesialisasinya, Donley tampil tidak efektif. Ia hanya menyentuh bola 12 kali, dua di antaranya di kotak penalti, sebelum ditarik keluar pada menit ke-70. Ia hanya menyelesaikan tiga umpan dan melepaskan satu tembakan tepat sasaran. Eksperimen ini dianggap gagal, dan semakin menguatkan keraguan tentang masa depannya di Tottenham.
"Donley bukanlah solusi yang dicari Tottenham untuk menggantikan Solanke. Performanya di awal musim ini menjadi bukti cukup bagi De Zerbi," tulis laporan tersebut.
Dengan situasi ini, De Zerbi didesak untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada Omar Marmoush sebagai penyerang tengah. Marmoush, yang didatangkan musim panas ini, bermain melebar melawan Aston Villa dan kurang menonjol. Sebagai pemain yang haus gol di kotak penalti, ia perlu ditempatkan lebih dekat ke gawang. Sementara itu, Mateus Fernandes yang tampil buruk melawan Villa—tanpa satu pun umpan kunci—bisa digantikan oleh Marmoush untuk meningkatkan daya gedor.
Kembalinya Mohammed Kudus, James Maddison, dan tak lama lagi Dejan Kulusevski akan menjadi angin segar bagi lini serang. Namun, Solanke tetap harus membuktikan bahwa ia layak menjadi ujung tombak utama. Jika tidak, Tottenham harus segera mencari alternatif lain, termasuk dari akademi seperti Mikey Moore atau Luca Williams-Barnett yang menunjukkan potensi.
Bagi penggemar Tottenham di Indonesia, situasi ini menjadi perhatian tersendiri. Klub dengan basis penggemar besar di Tanah Air ini dituntut segera bangkit jika ingin bersaing di kompetisi domestik dan Eropa. Pertanyaannya, apakah De Zerbi mampu menemukan formula yang tepat, atau akankah Spurs kembali gagal memenuhi ekspektasi?



