Everton Incar 'Calvert-Lewin Baru' dari Frankfurt, Moyes Bidik Striker Jerman Younes Ebnoutalib
Baca dalam 60 detik
- Everton dilaporkan memantau striker Eintracht Frankfurt, Younes Ebnoutalib, sebagai target utama untuk memperkuat lini depan pada bursa transfer Januari.
- Ebnoutalib, 23 tahun, menunjukkan performa impresif dengan mencetak lima gol dan dua assist dalam lima pertandingan Bundesliga musim ini, menarik perhatian pelatih Timnas Jerman, Jurgen Klopp.
- Kehadiran Ebnoutalib diharapkan dapat memberikan dimensi baru bagi serangan Everton yang saat ini hanya mengandalkan Thierno Barry di posisi nomor 9.

Everton dilaporkan tengah membidik striker Eintracht Frankfurt, Younes Ebnoutalib, sebagai solusi jangka panjang untuk lini depan mereka yang tengah mengalami krisis. Ketertarikan The Toffees terhadap pemain berusia 23 tahun itu muncul setelah performa impresifnya di Bundesliga musim ini, di mana ia telah mencetak lima gol dan dua assist dalam lima penampilan pertamanya. Menurut laporan TEAMtalk, Everton tidak sendirian dalam perburuan; Brighton & Hove Albion dan Tottenham Hotspur juga dikabarkan memantau situasi pemain yang disebut-sebut sebagai 'Calvert-Lewin baru' tersebut.
Krisis striker di Goodison Park menjadi latar belakang utama langkah ini. Setelah ditinggal Dominic Calvert-Lewin secara gratis pada 2025, Everton hanya menyisakan Thierno Barry sebagai satu-satunya penyerang tengah murni. Manajer David Moyes menghadapi tekanan besar untuk mendatangkan amunisi baru, terutama setelah jendela transfer musim panas yang dinilai gagal memperkuat skuad. Kini, dengan hanya Barry yang tersedia, Moyes harus mencari sosok yang mampu bersaing dan memberikan opsi berbeda di lini serang.
Ebnoutalib menawarkan profil yang kontras dengan Barry. Berpostur 6 kaki 3 inci, ia memiliki kecepatan luar biasa dengan catatan top speed 35,5 km/jam di Bundesliga musim ini, menjadikannya salah satu pemain tercepat di divisi tersebut. Kemampuannya dalam menggiring bola dan terlibat dalam berbagai fase permainan menambah dimensi yang selama ini hilang dari serangan Everton. Yang tak kalah penting, ketajamannya di depan gawang mengingatkan pada Calvert-Lewin di masa kejayaannya di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Performa Ebnoutalib musim ini telah menarik perhatian pelatih Timnas Jerman, Jurgen Klopp, yang memberinya panggilan internasional perdana. Klopp menilai pemain kelahiran Jerman itu memiliki kemampuan link-up play dinamis dan postur ideal untuk menjadi target man modern. Seorang jurnalis, Antonio Mango, bahkan menyebutnya sebagai pemain yang akan produktif jika mendapat suplai bola yang cukup. Everton, yang telah lama mengamati perkembangannya, disebut siap bersaing dengan klub-klub Premier League lain untuk mengamankan jasanya pada Januari nanti.
Bagi Everton, merekrut Ebnoutalib bukan sekadar menambah kedalaman skuad, tetapi juga investasi jangka panjang. Dengan Barry yang masih berusia 23 tahun dan baru menjalani musim debut yang naik-turun, kehadiran striker seperti Ebnoutalib dapat menciptakan kompetisi sehat sekaligus memberikan Moyes fleksibilitas taktik. Yang tak kalah penting, sosoknya dapat menjadi magnet bagi para penggemar yang merindukan sosok penyerang tajam sejak kepergian Calvert-Lewin.
Namun, tantangan tidak ringan. Brighton dan Tottenham juga memiliki kebutuhan serupa akan striker muda berbakat, dan keduanya dikenal agresif dalam bursa transfer. Everton harus bergerak cepat jika tidak ingin kehilangan target utama mereka. Selain itu, harga yang diminta Frankfurt bisa saja melambung seiring performa Ebnoutalib yang terus menanjak dan potensinya tampil di Piala Dunia 2026 bersama Jerman.
Konteks bagi sepak bola Indonesia: Kisruh lini depan Everton ini menjadi cermin bagi klub-klub Liga 1 yang kerap mengabaikan regenerasi striker lokal. Ketergantungan pada satu penyerang tunggal, seperti yang dialami Everton dengan Barry, seringkali berujung pada inkonsistensi performa. Klub-klub Indonesia dapat belajar dari bagaimana Everton berusaha memperbaiki kesalahan dengan mencari tipe penyerang yang berbeda, bukan sekadar pengganti serupa. Selain itu, keberanian Frankfurt memberi kepercayaan pada pemain muda juga bisa menjadi inspirasi bagi manajemen klub di tanah air untuk lebih berani memberikan menit bermain kepada talenta muda daripada terus mengandalkan pemain asing senior.
Dengan bursa transfer Januari yang semakin dekat, langkah Everton untuk mendapatkan Ebnoutalib akan menjadi ujian bagi ambisi Moyes dan keseriusan manajemen dalam membangun tim yang kompetitif. Jika berhasil, The Toffees tidak hanya mendapatkan striker tajam, tetapi juga simbol kebangkitan setelah era Calvert-Lewin. Sebaliknya, kegagalan bisa memperpanjang penderitaan fans yang sudah lelah dengan janji-janji manis tanpa realisasi.



