Herdman Didesak Rotasi Pemain Lokal Super League untuk Laga Hidup-Mati Kontra Bangladesh
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia wajib mengalahkan Bangladesh dengan selisih gol besar agar lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026, sementara Malaysia dan Singapura juga masih bersaing.
- Pengamat menilai Herdman perlu merotasi pemain yang kelelahan dan memberi kesempatan kepada pemain lokal Super League untuk mengubah dinamika permainan.
- Keputusan starting XI akan menentukan nasib Herdman dan peluang Indonesia meraih gelar di turnamen ini.

Timnas Indonesia menghadapi laga penentuan melawan Bangladesh pada matchday terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kemenangan saja tidak cukup; skuad asuhan John Herdman dituntut mencetak gol sebanyak mungkin untuk mengamankan tiket final, karena Malaysia dan Singapura yang bertanding bersamaan masih memiliki peluang lolos.
Saat ini Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin. Malaysia unggul selisih gol (3-2) atas Indonesia, sehingga Garuda wajib menang dengan margin lebih besar dari yang diraih Malaysia kontra Singapura. Kondisi ini memaksa Herdman menyusun strategi menyerang yang efektif tanpa mengabaikan pertahanan.
Pengamat sepak bola nasional, Gusnul Yakin, menilai situasi Grup A sangat rumit karena tiga tim masih berpeluang ke final. "Partai Indonesia melawan Bangladesh sulit diprediksi, begitu pula Malaysia kontra Singapura," ujarnya. Ia menekankan bahwa laga ini menjadi pertaruhan karier Herdman. "Jika gagal ke final dan menjuarai event ini, masa depannya bisa suram. Dia harus meracik komposisi pemain yang tak bisa diterka pelatih Bangladesh. Taktiknya juga harus berubah," tambahnya.
Gusnul Yakin menyarankan Herdman untuk merotasi pemain, terutama yang tampil dua pertandingan berturut-turut dengan jadwal padat. "Pemain yang tampil dua laga beruntun pasti kelelahan. Dia punya lima pemain lokal Super League. Herdman harus berani memasang salah satu di antaranya," jelasnya. Rotasi diyakini dapat menjaga kebugaran sekaligus memberi opsi taktis baru.
Di posisi kiper, performa impresif Maarten Paes saat menahan gempuran Malaysia pada laga tanpa gol membuat Nadeo Argawinata kemungkinan tetap menjadi cadangan. Sementara itu, Rizky Ridho dinilai layak mengisi starting XI untuk melengkapi trio bek sentral bersama Elkan Baggott dan Justin Hubner. "Jika Rizky Ridho main, formasi tiga bek kembali ke komposisi lama. Mereka punya chemistry bagus dan sudah teruji. Kevin Diks bisa lebih fokus membantu alur serangan," ujar Gusnul.
Di lini serang, Egy Maulana Vikri disebut bisa menggantikan Luke Vickery yang fisiknya terkuras. "Indonesia butuh pemain yang kuat pegang bola. Egy punya kemampuan itu. Ini agar Indonesia mendapat banyak peluang bola mati jika Egy sering dilanggar pemain Bangladesh," pungkasnya.
Keputusan Herdman dalam memilih starting XI akan menjadi sorotan utama. Jika berhasil meracik komposisi yang tepat dan Indonesia lolos ke final, posisinya sebagai pelatih akan semakin kokoh. Sebaliknya, kegagalan bisa memicu pertanyaan besar tentang masa depannya. Mampukah Herdman membawa Garuda melampaui tekanan dan meraih tiket final?



